ุงูุณูุงู
ุนูููู
ูุฑุญู
ุฉุงููู ูุจุฑ ูุงุชู
ุงูุญู
ุฏููู.
ุงูุญู
ุฏููู ุฑุจ ุงูุนุง ูู
ูู ูุตูุงุฉ ูุณูุงู
ุนูู ุงุดุฑู ุงูุงูุจูุงุก ูุงูู
ุฑุณููู ูุนูู ุงูู ูุตุญุจู
ุงุฌู
ุนูู . ูุงู ุงููู ุชุนุง ูู ูู ุงููุฑุงู ุงููุฑูู
. ุงุนูุฐุจ ููู ู
ู ุงูุดูุทุงู ุงูุฑุฌูู
. ุจุณู
ุงููู ุงูุฑุญู
ู ุงูุฑุญูู
. ูุงุงููุงุงูุฐูู ุงู
ููุง ูุงุชุชุฎุฐูุงููููุฏ ูุงููุตุฑู ุงูููุงุก ุจุนุถูู
ุงูููุงุก ุจุนุถ. ูู
ู ูุชูููู
ู
ููู
ูุงูู ู
ููู
. ุงู ุงููู ูุง ููุฏู ุงูููู
ุงูุธูู
ูู . ุตุฏู
ุงููู ุงูุนุธูู
. ุงู
ุง ุจุนุฏ
Pertama-pertama diawal langkah yang
paling utama marilah sama-sama kita panjatkan puji dan syukur kehadhirat Allah
SWT. Yang mana oleh Allah yang telah memberikan kita kesehatan badan dan
pikiran sehingga kita dapat berkumpul pada tempat yang berbahagia ini. Allah
adalah Tuhan yang maha pengasih yang kasih-Nya tidak pernah pilih kasih, Allah
yang maha penyayang yang kasih sayang-Nya tidak pernah terbilang kepada
hamba-hamba-Nya yang beriman.
Shalawat bertangkaikan salam marilah
sama-sama kita sanjung sajikan kepada seorang pemuda padang pasir yang bertitel
habibullah dan berpangkat Rasulullah, serta digelar dengan Al-Amin, siapakah
beliau ? beliau tak lain dan tak bukan adalah baginda Nabi Besar Muhammad Saw.
Yang mana oleh Rasulullah telah membawa kita, dari alam jahiliyah kealam
Islamiyah yakni dari menyembah berhala hingga ke zaman menyembah Allah SWT.
Shalawat beriring salam, tak lupa
pula kita sanjung sajikan kepada para Al- dan sahabat-sahabat Beliau yang telah
mengorbankan segalanya, mereka rela mengorbankan harta bahkan nyawa, hanya demi
tertegaknya kalimatul hak, yakni Kalimat :
ูุงุงูู ุงูุง ุงููู ู
ุญู
ุฏ
ุงูุฑุณูู ุงููู
Perhormatan kami kepada
Adapun tujuan saya berdiri sejenak
di sini adalah untuk memaparkan sebuah syarahan singkat yang berjudul. “ Haram
Memilih Pemimpin Orang Kafir”.
v Ma’asyaral muslimin Rahimakumullah…
Allah SWT dengan jelas menegaskan
larangan bagi kita untuk memilih orang kafir sebagai pemimpin kita, sebagaimana
Allah SWT, telah berfirman dalam Al-Qur’an Surat Al-Maidah ayat 51.
Berikut
ini :
* $pkr'¯»t tรปรฏร%©!$# (#qรฃYtB#uรค w (#rรครGs? yqรฅkuรธ9$# #t»|ร¨Z9$#ur uรค!$uร9÷rr& ¢ รถNรฅkรร÷รจt/ รขรค!$uร9÷rr& <ร÷รจt/ 4 `tBur Nรงl°;uqtGt รถNรค3ZรiB ¼รงm¯Rร*sรน รถNรฅk÷]รB 3 ¨bร) ©!$# w รรดgt tPรถqs)รธ9$# tรปรผรJร=»©ร 9$# รรรร
Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil
orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka
adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. barangsiapa diantara kamu mengambil
mereka menjadi pemimpin, Maka Sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka.
Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim. (QS.
Al-Maidah : 51).
Makna dari pemimpin di sini adalah orang yang diberi tanggung jawab
dalam urusan penting, seperti dalam kisah saidina Umar bin Khattab ra. Ibnu
Katsir menukil sebuah riwayat dari Umar bin Khattab ra. Umar bin Khattab pernah
memerintahkan Abu Musa Al-Asy’ari bahwa pencatatan pengeluaran dan pemasukan
dalam pemerintahan harus dilakukan oleh 1 orang. Abu Musa memiliki seorang juru
tulis yang beragama Nasrani, Abu Musapun mengangkatnya untuk mengerjakan tugas
tersebut Umar bin Khattab pun kagum dengan hasil pekerjaannya. Umar berkata,
“hasil kerja orang ini bagus”. Kemudian Umar melanjutkan “Bisakah orang ini
didatangkan dari syam untuk membacakan laporan-laporan di depan kami di
mesjid?”. Abu Musa menjawab : “ ia tidak bisa masuk mesjid”. Umar bertanya:
kenapa? Apa karena ia Junub”. Abu Musa menjawab : “Bukan, ia tidak bisa karena
ia adalah seorang Nasrani”. Umar menegurkan dengan keras, dan memukul pahaku,
lalu berkata “pecat dia”. Umar lalu membatalkan Al-Qur’an surat Al-Maidah ayat
51. (dikeluarkan oleh Ibnu Abi Hatim dengan sanad dan matan darinya, Abu Ishaq
Al-huwaini menyatakan bahwa sanad hadits itu hasan. Lhat tafsir Al-Azhim : 3 :
417-418).
Berdasarkan cerita tersebut jelas bahwa Ayat ini melarang kita
untuk menjadikan orang kafir sebagai pemimpin atau orang yang memegang
posisi-posisi strategi yang bersangkutan dengan kepentingan kaum Muslimin
karena menjadikan orang kafir sebagai pemimpin bagi umat Islam, berarti telah
menentang Allah SWT dan Rasulullah Saw serta Ijma’ Ulama sebab dengan memilih
orang kafir sebagai pemimpin Umat Islam berarti telah member peluang kepada
orang kafir untuk mengerjai Umat Islam sesuka hati dengan kekuasaan dan
kewenangannya.
Begitu banyak dalil-dalil dalam Al-Qur’an yang melarang menjadikan
orang kafir sebagai pemimpin : di antara lain adalah Al-Qur,an surat Ali-Imran
ayat 28, yang akan dibacakan berikut ini:
w รรGt tbqรฃZรB÷sรJรธ9$# tรปรฏรรรฟ»s3รธ9$# uรค!$uร9÷rr& `รB รbrร tรปรผรZรB÷sรJรธ9$# ( `tBur รถ@yรจรธรฟt ร9ยบs }§รธn=sรน รรB «!$# รรป >รครณรx« Hwร) br& (#qร )Gs? รณOรg÷ZรB Zp9s)รจ? 3 รฃNร 2รขรjyรรฃur ยช!$# ¼รงm|¡รธรฟtR 3 n<ร)ur «!$# รงร
รyJรธ9$# รรรร
Artinya : Janganlah orang-orang mukmin menjadikan orang-orang kafir
sebagai pemimpin melainkan orang-orang mukmin. barang siapa berbuat demikian,
niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah, kecuali Karena (siasat) memelihara
diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu
terhadap diri (siksa)-Nya. dan Hanya kepada Allah tempat kembali. (QS.
Ali-Imran : 28).
Allah Swt juga berfirman di dalam surat An-Nisa ayat 144, yaitu :
$pkr'¯»t tรปรฏร%©!$# (#qรฃZtB#uรค w (#rรครGs? tรปรฏรรรฟ»s3รธ9$# uรค!$uร9÷rr& `รB รbrร tรปรผรZรB÷sรJรธ9$# 4 tbrรรรจ?r& br& (#qรจ=yรจรธgrB ¬! รถNร 6รธn=tรฆ $YZ»sรรน=ร $·Yร6B รรรรร
Artinya : Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang
kafir menjadi pemimpin dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Inginkah kamu
mengadakan alasan yang nyata bagi Allah (untuk menyiksamu)? (Q.S. An-Nisa :
144)
v Ma’asyaral Muslimin sidang thalabah yang dirahmati Allah.
Tidak hanya Q.S Al-Maidah ayat 51, Q.S Ali-Imran ayat 28 dan Q.S
An-Nisa ayat 144, yang melarang kita memilih pemimpin Non Islam (kafir) bahkan
masih banyak ayat-ayat Allah yang melarang memilih pemimpin kafir, dan melarang
kita menjadikan mereka sebagai teman Akrab. Di antaranya :
Q.S Al-Maidah ayat: 57, At-thaubah ayat: 16 dan 23, Al- Mujadalah
ayat: 22, Ali-Imran ayat: 118, 149-150, An-Nisa ayat: 138-140, dan
Al-Mumtahanah ayat: 13.
Bukan kah sudah jelas sekarang, bahwa memilih orang kafir sebagai
pemimpin itu sangat-sangat dilarang…? Jadi kenapa kita harus memilih pemimpin
yang kafir ? di saat masih banyak pemimpin-pemimpin dari golongan orang-orang
mukmin.
v Ma’asyaral Muslimin, para mustami’ dan mustami’ah yang di ridhoi
Allah.
Rasulullah Saw bersabda :
ุณูุงุชู ุนูู
ุงููุงุณ, ุณููุงุช ุฎุฏ ุนุงุช, ูุตุฏู ูููุงุงููุง ุฐ ุจ, ูููุฐุจ ูููุงุงูุตุฏู, ููุฆูุชู
ู ูููุงุงูุฎุงุฆู,
ููุฎูู ูููุงุงูุงู
ูู
Artinya
:
Akan
datang kepada manusia masa-masa penuh kedustaan, pendusta di anggap jujur, dan
orang jujur di anggap pendusta, pengkhianat di anggap amanat, dan orang amanat
di anggap pengkhianat. (H.R Ibnu Majah 4036 dan di sahihkan dalam shahih
Al-Jami’).
Hadits
tersebut menjelaskan bahwa akan datang masa-masa yang cukup sulit untuk manusia
memilih mana orang yang benar-benar jujur, dan mana orang pendusta, mana kawan
dan mana lawan. Begitupun dalam memilih pemimpin , ada pemimpin yang
benar-benar layajk menjadi pemimpin dan ada pula pemimpin yang hanya mengobral
janji manis , memberikan bantuan ini dan itu agar terpilih menjadi pemimpin,
tetapi begitu terpilih dia akan lupa dengan janji-janji manisnya itu, Dan
kemudian mengambil keuntungan dari kepemimpinannya. Ingatlah sabda Rasulullah
Saw : ุงููุฐ ุจ ูุงุงู
ุชู “soe-soe yang meusulet
ken umat Nabi”.
Maka
dari itu marilah kita lebih selektif dalam memilih pemimpin, pilihlah pemimpin
yang benar-benar bisa memimpin, pemimpin yang Beriman, Bertaqwa, Adil, Amanah,
Bertanggung jawab, dan Pegang teguh pada hukum Allah. Karena pemimpin yang
demikian akan mengerti bahwa kepemimpinannya di dunia ini akan dimintai
pertanggung jawaban di akhirat kelak. Sebagaimana sabda Rasulullah Saw :
ุญุฏุซูุง ุนุจุฏ
ุงููู ุจู ู
ุณูู
ุฉ ุนุช ู
ุงูู ุนู ุนุจุฏุงููู ุจู ุฏููุงุฑ ุนู ุนุจุฏุงููู ุจู ุนู
ุฑ ุงู ุฑุณูู ุงููู ุตูู
ุงููู ุนููู ูุณูู
, ูุงู ุฃูุง ูููู
ุฑุงุน ููููู
ู
ุณุฆูู ุนู ุฑุนูุชู ูุงูุฃู
ูุฑ ุงูุฐู ุนูู ุงููุงุณ
ุฑุงุน ุนูููู
ูููู
ุณุฆูู ุนููู
. ูุงูุฑุฌู ุฑุงุน ุนูู ุงูู ุจูุชู ููู ู
ุณุฆูู ุนููู
ูุงูู
ุฑุฃุฉ ุฑุงุนูุฉ
ุนูู ุจูุช ูุนููุง ูููุฏู ููู ู
ุณุฆููุฉ ุนููู
ูุงูุจุนุฏุฑุงุน ุนูู ู
ุงู ุณูุฏู ููู ู
ุณุฆูู ุนูู ููููู
ุฑุงุน ููููู
ู
ุณุฆูู ุนู ุฑุนูุชู.
Artinya
:
Ibnu
Umar R.a berkata, “ saya telah mendengar Rasulullah Saw bersabda”: setiap orang
adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggung jawaban atas kepemimpinannya,
seorang kepala Negara akan dimintai pentanggung jawaban perihal rakyat yang di
pimpinnya, seorang suami akan ditanya perihal keluarga yang dipimpinnya,
seorang istri yang memelihara rumah tangga suaminya akan ditanya perihal
tanggung jawab dan tugasnya, bahkan seorang pembantu yang bertugas memelihara
barang milik majikannya, juga akan ditanya dari hal yang dipimpinnya, dan kamu
sekalian pemimpin akan ditanya dari hal yang dipimpinnya. (H.R. Bukhari-Muslim).
Oleh
sebab itu janganlah pernah menjadikan orang-orang kafir sebagai pemimpin,
jangan penah memberikan kepada orang-orang kafir kesempatan untuk bisa
menguasai orang-orang Islam. Jadi, marilah kita memilih pemimpin yang beriman
dan bertaqwa kepada Allah, semoga Negara kita nantinya bisa menjadi Negara yang
di ridhai oleh Allah SWT dengan pemimpin-pemimpin yang di ridhai oleh Allah
pula. Amin yaa Rabbal ‘Alamin…………
ูุงูุณูุงู
ุนูููู
ูุฑุญู
ุฉุงููู ูุจุฑูุงุชู
F_F