6

KELUHAN FACEBOOK AKIBAT PERBUATAN MANUSIA

Malam itu, aku mengunjungi face untuk curhat kembali problema hidup. Face bertanya padaku:

"Apa yang anda pikirkan?"
"Aku lagi memikirkan bagaimana solusi buat satu problema yang sangat sulit aku pecahkan ini."
"Terus, kamu mengunjungiku untuk apa?"
"Entah,! Hanya saja aku bahagia bila bercerita padamu."
"Yakin...kamu bisa bahagia, aku ini bukan jenis teman yang bisa merahasiakan setiap curhat orang."
"Entah..! Pikirku kamu bisa menolongku."
"Memangnya apa yang bisa aku tolong?"
"Bantu menyimpan rahasiaku."
"Kan, aku sudah bilang. Aku ini bukan jenis teman yang bisa menyimpan rahasia orang."

Jeda sedetik. beberapa menit kemudian, setelah face memberikan tanggapan, bahwa dia bukan teman yang sentiasa selalu menyimpan rahasia orang, justru ia berterus terang, kalau ia bukan teman yang baik untuk diajak curhat.
"Face...! Aku menyukai seseorang, tapi aku tidak berani mengatakan padanya."
"Sudahlah, jangan bercerita soal perasaan sukamu itu padaku, mulutku ini suka umbar-umbar aib orang."
"Aku tidak bisa menghindar perasaan ini."
"Kok kamu degil sekali, bisa-bisanya kamu tidak mendengar apa yang barusan aku katakan."
"Face...! Kamu boleh diam enggak, dengar saja apa yang aku katakan."
"Ishhhhh, dia yang mengunjungiku, tapi, dia pula yang marah padaku."
"Makanya, kamu mendengar saja apa yang aku ngomong."
"Okey...! Aku mendengar, tapi kamu harus tau, aku ini tidak bisa janji menyimpan rahasiamu, kamu kan tau tugasku apa."
"Iya...! Aku tau... aku tau apa tugasmu, tentu kamu akan menyebarkan keseluruh dunia berita ini, baik atau buruk, hoak, dan segalanya, kamu mengantarkan kejagat raya ini, tetapi mesti harus terhubung dulu denganmu. Kan, begitu."
"Bagus kalau kamu memahamiku."
"Sekarang aku boleh curhat padamu."
"Tentu. Tapi, ada satu permintaanku, mau enggak? Kamu menyejukkan hatiku lebih dulu, kamu mencurhatkan nasehat-nasehat agama, bercerita masalah islami. Jangan terus menceritakan masalah pribadimu, aku bosan mendengarnya, apa lagi sekarang banyak menfitnah sana sini, bergosip masalah yang belum tentu benar."
"Kenapa begitu? Bukankah, kamu sendiri yang mengatakan bahwa tugasmu memang itu, menyebar gosip, menyebar hoak, memfitnah orang."
"Salah...! Orang saja yang tidak begitu memahamiku, sehingga mereka mengunjungiku hanya untuk mengatakan hal-hal keburukan, sekarang aku mau meminta tolong padamu, jadikan aku sebagai sahabat curhat islamimu, jadi dengan begitu, kamu akan mendapat ridha dari Allah, dan aku sebagai penyebarnya, tentu akan sejuk dan damai. Aku sebenarnya sudah muak dengan apa yang terjadi sekarang, dimana-mana mereka mengunjungiku hanya untuk bergosip dan menyebar keburukan orang, ujung-ujungnya saling menyalahi hingga berkelahi. Kini aku berfikir, seandainya aku tutup pintu rumah ini supaya mereka tidak dapat mengunjingiku lagi, bosku akan makan apa? Penghasilan bos hanya disini."
"Face....! Kamu bisa melakukan itu. Sini keluar dulu."
"Sorry, aku enggak bisa keluar, aku cuma bisa menetap pada rumah ini, kamu kan, tau, bos aku seperti apa? Dia senang memanfaatin aku, justru dia gembira dan membangga-bangga kan diri pada dunia, kalau dia salah satu orang tersukses mengakseskan aku pada kalian. Cukuplah! kamu penuhi saja permintaanku yang ini, curhatlah padaku masalah baik-baik, yang membuat aku sejuk dan damai."
"Sebenarnya permintaanmu itu tidak terlalu berat, face. Tapi terkadang aku bingung, harus bagaimana lagi untuk melepaskan unag-unag. Cuma kamu satu-satunya yang bisa aku andalkan."
"Perlu aku bersujud kepadamu, agar kamu mau memenuhinya."
"Eh, jangan...! aku ini bukan Tuhan. Yang patut kamu sujud itu adalah Tuhan (Allah)."
"Maka, sebab itu... jadikan aku sebagai tempat curhatmu tentang Allah, jadikan aku tempat bercerita masalah Agama Allah, berdakwahlah masalah yang bersangkutan dengan dinal islam... mau enggak, aku siap menyebarluaskan cerita kamu itu, asalkan jangan lagi masalah pribadimu, dan masalah lain yang sama sekali tidak bermanfaat."
"Aku malu face...! Kamu sangat berterus terang. Padahal, aku baru memulai untuk curhat itu lagi."
"Jangan lakukan...! Tapi lakukan dakwah yang sesuai permintaanku itu."
"Face...! Aku tau, sangat berat untukmu bekerja seperti itu, memang bos kamu, enggak mencoba untuk memberi batasan akses untukmu, ya contohnya begini: bos kamu membatasi postingan-postingan, mana yang layak kamu sebar dan mana yang tidak layak."
"Entahlah...! Aku tidak tau, soalnya aku hanya ditugaskan untuk menyebar, dan aku juga tidak tau ada berapa orang yang mengakseskan ditempat itu."
"Kamu merasa lelah enggak...!"
"Sangat lelah sebenarnya...! Aku juga sudah tua. pikirku kemarin itu beban ini akan sedikit ringan. karena, sudah ada teman lain yang mengimput dan mau juga bekerja sama untuk menyebar berita, menyebar gosip, hoaks dan Ternyata enggak...! Bosnya sungguh memahaminya, dia ada batasan. Dan batasannya melalui nomor Hp kemudian baru terhubung bila saling menukar nomor, itu pun jika saling mengenal. Nah, kalau aku. Entah dari mana mereka semua terus menerus mengunjingiku dan menaburkan percikkan sampah, entah darimana dikutip lalu melempar pada tubuhku. Begitulah kira-kira."
"Sungguh, aku sangat sedih mendengar keluhanmu, face. Aku juga minta maaf, sering mengunjungimu dengan hal serupa seperti mereka."
"Iya...." terlihat sedih pada wajah face, seakan ia tidak sanggup lagi meneruskan pekerjaan itu, akibat luapnya berita-berita yang tak pernah kunjung kelar.
"Face... curhat kita ini, mari kita sebar ke seluruh dunia, akses kemana yang kamu kehendak, hingga bosmu membacanya dan mau membatasi kerjamu sedikit."
"Iyaa.. aku akan akses postingmu..."
"Tapi.. sekali-sekali.. aku boleh ya kunjungimu untuk melawak sedikit.." hahahahahah
"Ah...!"
"Kamu pasti kesel."
"Kamu sok akrab banget denganku, memangnya kita pernah kenal.."
"Hihihihihi, enggak face...!" Tapi aku akan berusaha mengunjungimu membawa berita islami, namun tidak bisa janji, takut terutang..."πŸ˜„πŸ€£
"Enggak apa-apa.."😊
"Oh, ya!... kamu ada puasa enggak hari ini...!" Tanyaku pada face.
"Apa itu puasa...?"
"Ouwhhhhhhkey.. nantilah aku jelasin padamu,"
"Okey...!

Beginilah aku berdialog dengan facebook malam itu.
πŸ•ΊπŸ•ΊπŸ•ΊπŸ˜œ
La la la la la li li li li liiiiiiiii


F_F

JADI PANITIA PADA ACARA BUKBAR ITU ENGGAK ENAK


Acara bukbar (buka bareng), enggak enak jadi panitianya. Walaupun kata orang, disamping jadi panitia kita telah melakukan perbuatan baik dan mendapatkan pahala, sebab membantu persiapan menu untuk bukbar. Satu orang satu pahalaπŸ˜‰. Tau enggak...! Di sisi lain ada hal yang mesti jadi tanggung jawab kita. pertama, jika ada yang tidak hadir sedangkan menu sudah kita pesan sesuai jumlah pesertanya, kita yang tanggung. Iya, namanya juga tanggung jawab, ya, kan..? Bukan soal siapa yang makan, tapi money moneyπŸ˜„, yang makan mah, rebutan..! Kedua, jika menu yang kita pesan kurang dari jumlah peserta yang hadir, maksudnya kelebihan pesertanya. Otomatis kita tonton mereka bukbar dulu, panitia nanti-nantilah atau menunggu pesanan baru, itu pun kalau sudah masak, kalau belum, ya cukup minum air putih seteguk saja dulu, itu pun nebeng dari kawan 😜, sebab menu jatah panitia kita lengkapi buat peserta yang hadirnya tidak terekap nama. Iya, namanya juga tanggung jawab, ya, kan...? Ketiga, nah...! ini yang lebih parah... terkadang ada peserta pingin menambah cemilan lain tanpa konfirmasi pada panitia, ya taulah... itu kan tanggung jawab panitia, kerjain adja terus... parahnya lagi, menu yang masuk dalam rekapan kemarin, mereka cuma melihatnya pada gambar, merasa enak maka itu dipilih, begitu ada di depan mata, mengata lagi. "Is menu apa yang di pesan enggak sesuai dengan gambar yg kita lihat di grup". Lagi-lagi panitia yang disalahin. Ketika acara selesai, semuanya bubar. Tinggallah panitia saja. Iya, namanya juga tanggung jawab, ya, kan?🀣 ya begitulah, mesti kita ikuti permintaan peserta agar puas dan tidak menjadi omongan cantikπŸ•Ί. Tapi kalau ada kelebihan dana seribu atau dua ribu, lagi-lagi mengata panitia tukang korupsi, uang kami tidak dikembalikan lagi, padahal panitia sibuk ngitung berapa jumlah semuanya, berapa tinggal sisanya, terus ngitung juga si ini pesan apa, si itu pesan apa, berapa kembaliannya, enggak ada yang mau tau itu. Ujung-ujungnya panitia tekor. Jadi panitia bukbar itu enggak enak loh...!!!πŸ€£πŸ˜„ .

KEPERGIANMU MEWUJUDKAN IMPIANKU

Aku dan Dia memang tak jodoh.
Kepergianmu mewujudkan impianku.

Endingnya...!πŸ‘‡
- vera, wanita miskin, tinggal di gubuk kecil dekat dengan pegunungan.
- vera mempunyai cita-cita ingin menjadi penulis terkenal dikalangan remaja.
- hidupnya serba tidak cukup, ia lari dari rumah mencari uang untuk biaya hidup serta biaya belajar kelas menulis.
- di tengah kesibukkan kerja, ia melihat seorang lelaki yg persis sesuai selera nya, ingin sekali berkenalan dan menjadikan sosok suami bagi nya.
- Agung namanya, agung anak orang kaya, mempunyai pabrik roti besar di setiap daerah milik bapak nya.
- Agung menjadi pengelola pada pabrik itu, karena ia merupakan anak tunggal satu-satu nya.
- Ayah nya telah menyerahkan semua pabrik itu pada anak laki satu nya, dan segala urusan itu Agung yang membuat keputusan.
- lalu berkenalan dengan vera, saat makan siang pada restoran vera bekerja.
- mereka berdua saling tertarik, dan bahkan punya niat untuk menjalinkan sebuah hubungan asmara.
- Agung tidak tau latar belakang vera bagaimana.
- Lalu setahun mereka berkenalan, agung ingin melamar vera dan mendatangi kerumah nya.
- ketika Agung dan vera pulang bersama ke kampung halaman vera, Agung terkejut melihat rumah vera terbuat dari pelupuk meria, atap dari daun meria dan lantai tanah.
- Di situlah Agung mulai hilang perasaan pada vera dan pergi meninggal kan vera tanpa kepastian hubungan asmara nya.
- Vera sangat terluka dengan kepergian Agung yg selama ini di idamlan sosok lelaki seperti Agung.
- Agung tidak berani mengatakan pada orang tua, bahwa wanita yg pernah ia kenal itu adalah wanita yg sangat miskin dan jauh dari style mereka.
- Vera kemudian lari lagi dari rumah.
- vera kembali fokus bekerja untuk meneruskan kehidupan nya walau batin terluka.
- Tiga tahun lama nya vera di baluti luka yg sangat mendalam oleh Agung.
- kini vera dapat mewujudkan impian nya menjadi seorang penulis.
- vera sudah mulai menulis setelah kelas menulis berakhir dan memperoleh penghargaan peserta terbaik.
- pertama sekali ia tulis adalah kisah asmara nya dengan Agung.
- ia mencari-mencari siapa yg mau mengontrak beberapa naskah lain yg sudah kelar di tulis.
- tak se orang pun tertarik pada tulisan nya.
- lalu vera berikan naskah pertama di tulis soal hubungan asmara nya dengan Agung.
- satu pT. Penerbit menerima nya dan ingin mempublikasikan naskah itu.
- awal nya vera ragu-ragu takut kisah asmara itu di baca oleh Agung.
- namun untuk mewujudkan impian nya, ia menyetujui kisah asmara itu di terbitkan.
- setelah beberapa minggu keluar, novel itu menjadi viral pada setiap media dan bahkan di film kan.
- vera telah mendapatkan penghargaan dari PT. Story sebagai penulis yg karya nya banyak menguntungkan perusahaan mereka, karena banyak pembeli oleh para remaja dan dewasa.
- vera telah di kontrak oleh PT. Story dan telah menjadi penulis naskah internasional.
- vera menjadi terkenal di setiap media, dan selalu muncul di TV.
- Agung yg pada saat itu masih single, menonton mantan nya telah menjadi orang sukses.
- Agung merasa menyesal telah meninggalkan vera dulu, karena memang pada hati kecil nya masih melekat perasaan asmara dulu.
- namun mereka berdua tetap tidak berjodoh, hingga sampai sekarang masih singgel.

PILIH JADI DOKTER ATAU JADI HAKIM, TERNYATA JADI

Ada dua keinginan: Pertama, menjadi dokter (terlalu berat) atau perawat, agar bisa membantu orang yang lemah cepat teratasi di hospital...