6

PILIH JADI DOKTER ATAU JADI HAKIM, TERNYATA JADI


Ada dua keinginan:
Pertama, menjadi dokter (terlalu berat) atau perawat, agar bisa membantu orang yang lemah cepat teratasi di hospital. Dulu (umur 12 tahun) baru mulai mempunyai cita-cita, waktu pergi ke rumkit melihat bapak-bapak dan nenek-nenek juga orang yg sakitnya parah menunggu antrian dengan sangat lama, hingga membuat mereka semakin parah penyakit yg di alaminya. Seorang anak, gadis mondar mandir berjalan dari lorong satu kedua merasa iba dan sedih melihat barisan antrian yg sangat lama dan lelet, berkata dalam hati gadis "ketika aku lulus SMA nanti aku ingin jadi dokter, bila kurang biaya, maka aku ingin jadi perawat saja, supaya aku dapat mengutamakan yg lebih parah sakitnya dulu atau yg tua terlebih dahulu, antrian itu tidak benar." Lalu gadis berjalan lagi kedepan untuk melihat-melihat apa yg tidak pernah ia lihat🤣 anak kampung. Sampai pada lorong ketiga ia menyaksikan seorang perawat mengangkat telpon dari seseorang, mungkin itu kerabatnya. Gadis mundur satu langkah dan menempelkan diri pada dinding bagaikan cicak, ia intip sambil mendengar apa yang kakak itu bicara (dasar tukang ngintip🤪). "Kakak udah sampai?" Tanya perawat perempuan itu.
"Jangan mengambil nomor antrian, tunggu saya turun kebawah" lanjut kakak perawat cantik itu lagi.
Gadis kecil imut ini langsung lari, seolah ia tak mendengar obrolan perawat cantik tadi. Rasa penasaran gadis ini mengajaknya untuk mengikuti kakak perawat cantik itu turun kebawah juga untuk melihat berjumpa dengan siapa. Lima anak tangga belum habis diinjak oleh gadis, ia melihat dari jarak jauh bahwa perawat cantik itu menjumpai kakak kandungnya yang kelihatan sehat-sehat saja dan tidak ada tanda-tanda sakit parah. Hanya terlihat ia letih, di tangannya ada sebuah map langsung diberikan kepada adiknya perawat cantik itu. Lalu perawat cantik langsung membawa kedalam ruangan (lupa) dan memberikan pada kakak registrasi supaya cepat dibawa keruangan penyakit yg bersangkutan. Hati gadis mulai berbicara lagi "wahhhhhhh, jadi begitu cara menolong orang, keluarga lebih diutamakan, saya ingin mengubah prosedur itu, bila nanti saya jadi dokter, saya buka map itu lalu saya lihat dan baca mana penyakit yg lebih parah dulu, itu duluan saya panggil."🤣 ngehayal.
Kedua, ingin menjadi hakim. Saat umur 17 tahun gadis imut ini sudah tidak imut lagi, ia mulai terlihat garang, banyak beban yg ia pikul sampai lupa pada cita-cita saat kecil. Ia melihat banyak kasus yg melenceng dari kebenaran. Binatang beruang semakin merajalela menindaskan binatang tak beruang (lebah /lemah). Yg benar disalahkan akibat tak beruang sedangkan bianatang beruang dibenarkan, walau hakikat yg beruanglah melakukan kriminal sampai situ pahamkan. Gadis imut tadi mulai berubah cita-citanya dan ingin menjadi hakim untuk menegakkan kebenaran. Dan mengasah hukum yg tumpul kebawah. Gadis mulai garang, mulai membantah pada setiap apa yg dikatakan oleh teman bila tidak ada bukti. Gadis mulai keras kepala dengan argumennya. Akhirnya ia kuliah mengambil jurusan hukum. Awalnya gadis meminta diri kuliah pada jurusan hukum pidana positif. Keluarganya setuju. Beberapa bulan setelah lulus SMA saat masa libur, ia menyaksikan lagi tetangganya banyak mengalami kasus perceraian, mereka ingin menikah namun tidak ada yg berani ke mahkamah untuk melepaskan diri dan mendapatkan akte perceraian, oleh sebab ditakut-takuti dengan perkataan orang "pergi kemahkamah banyak menghabiskan uang, mungkin puluhan juta."Mereka bukan dari kalangan orang berada, lalu tak ada niat untuk ke mahkamah dan menikah lagi tanpa ada buku nikah. Lahirlah anak tidak tercatat sebagai anak mereka karena tidak ada akte kelahiran. Gadis melihat hal ini terjadi, berubah lagi pikirannya, "tidak...! Ibu, aku ingin kuliah di daerah dekat sini saja, aku ingin mengambil jurusan hukum perdata." Ungkap gadis pada ibunya. Ibu gadis bingung "leklap sekali dirimu, sekali ingin ini, sekali ingin itu, yg benar maunya gimana, atau tidak usah kuliah saja, biar sama seperti kakak-kakakmu." Ujar ibunya yg mulai tidak percaya pada komitmen gadis, dan merasa gadis mau main-main bukan kuliah.
"Ibu...! Aku punya alasan sendiri, kenapa aku memilih kuliah dekat sini, biar bisa makan masakan ibu selalu" jawab gadis dengan sedikit kelawakannya.
"Ibu sudah tidak percaya lagi denganmu!" Tegas ibunya.
Gadis tetap pada pendirian terahir, bahwa ia ingin kuliah mengambil jurusan hukum perdata, karena dalam hukum perdata ada termasuk kasus perceraian.
Setelah isu pendaftaran dibuka, gadis terus-menerus mencari teman yg dapat memberikan informasi mengenai jurusan yg ingin ia pilih itu, beberapa hari berlalu namun tak jua mendapatkan informasi itu. Kemudian gadis memberanikan diri langsung ke kampus yg dimaksudkan untuk menanyakan langsung, ternyata saat itu jurusan yg dimaksudkan itu sudah tergabung kedalam hukum ekonomi syariah.
"Kak, boleh tanya enggak..?"
"Boleh...!"
"Kakak kuliah di sini jurusan apa?" Padahal gadis sudah tau, kakak itu memang jurusan hukum, karena ada sebuah buku yg sedang dipegang tertulis judul hukum positif dalam perpektif islam.
"Jurusan hukum ekonomi syari'ah."
"Dalam jurusan itu apa saja belajarnya kak?" Tanya gadis kembali untuk mengetahui lebih lanjut agar tidak salah pilih jurusan.
"Adek mau kuliah di sini ya, ambil saja jurusan hukum ekonomi, di situ kita belajar sudah termasuk hukum pidana, perdata, dan jinayah, tidak hanya masalah ruang lingkup ekonomi saja (muamalah)," kata salah satu abg ganteng yg kebetulan dia ada di samping sebelah kiri gadis.
"Waaaaaahhhhh sesuai keinginanku ini, paling tidak aku tau dasar-dasarnya sedikit, soal kalanjutan jurusan nanti aku ambil s-2 saja." Kata dalam hati gadis (ngehayal sambil duduk dibawah pohon nangka).
"Kok diam, kalau enggak percaya, adek boleh tanya langsung ke ruangan itu" menunjukkan ruangan perpustakaan🤣.
Pikir gadis dalam hati 'ask the book'
"Perpustakaan...!" Kata gadis dengan kekagetan.
"Iya...! Di situ ada seorang kakak, badan sedikit berisi, tanya langsung kepadanya, nanti akan terjawab semua."
"Oooooh... terima kasih ya...!" Gadis langsung angkat pantat hilang tempat, dan menuju keruangan yg ditunjuk tadi.
Bla...bla.... bla... selesai, sama seperti yg dikatakan abg ganteng. Mendaftarlah pada jurusan itu.
Memang ada dua pilihan, gadis melihat banyak orang lain memberi tanda silang pada pilhan satu terbiyah dan pilihan dua hukum ekonomi syariah disingkat HES, sedangkan gadis, pilihan satu dan dua tetap pada HES. Mereka menertawakan gadis, karena di anggap bodoh sangat tidak membaca dulu langsung mengisi suka hati. Gadis tidak respon pada anggapan mereka, tetap ia pilih dua-duanya itu. Padahal tertulis di ujung formulir boleh pilih dua jurusan mana yg suka, namun lulusnya tetap satu, nah gadis cuma ingin lulus pada jurusan yg tujuannya.
Akhir cerita gadis menjadi seorang sarjana hukum. Dan telah membawa dua orang ke mahkamah untuk mengurus akte perceraian semasa ia praktek tanpa sepengetahuan dosen bimbingannya, dari pengurusan surat keterangan dari geuchik gampong, lalu ke KUA, lengkapi syaratnya langsung kemahkamah untuk mendaftar. Dan alhamdulillah puluhan juta itu berubah menjadi puluhan ratusan, lebih kurang biaya jalan dan uang makan sendiri 1,5jt sudah termasuk saksi. Kalau biaya pendaftaran sidang saat itu +-750.000,- Itu pun tergantung lokasi pengantar surat, bila kelebihan dana akan dikembalikan. Salah satu dari mereka ada yg dikembalikan uang senilai 80.000,-. Siapa yg masih takut ke mahkamah. Jangan takut karena tidak ada pemungutan biaya apa pun, kecuali pembuat proposal seikhlasnya (sebenarnya itu free juga).

Sarannya: ikuti sesuai prosedur, jangan mendaftar melalui orang, karena bila ada perantaraan itu sudah ada cengkoneknya, jadi kalau sudah lengkap syaratnya, datang saja ke mahkamah, masuk melalui pintu depan jangan main belakang ditakuti puluhan juta itu akan benar2 terjadi. Tapi masuklah melalui pintu depan, dekati meja-meja yg dibatasi dengan layar kaca hilang seperempat paruh, dulu tertulis meja I, meja II, disitulah daftar dan ikuti sesuai prosedur yang ada, maka puluhan juta itu tinggallah kata-kata saja, dan hanya puluhan ratus saja, mungkin cuma 10 lmbar uang 100 atau 15 lembar. Silahkan di trey, Gadis sudah pernah melakukannya.

KELUHAN FACEBOOK AKIBAT PERBUATAN MANUSIA

Malam itu, aku mengunjungi face untuk curhat kembali problema hidup. Face bertanya padaku:

"Apa yang anda pikirkan?"
"Aku lagi memikirkan bagaimana solusi buat satu problema yang sangat sulit aku pecahkan ini."
"Terus, kamu mengunjungiku untuk apa?"
"Entah,! Hanya saja aku bahagia bila bercerita padamu."
"Yakin...kamu bisa bahagia, aku ini bukan jenis teman yang bisa merahasiakan setiap curhat orang."
"Entah..! Pikirku kamu bisa menolongku."
"Memangnya apa yang bisa aku tolong?"
"Bantu menyimpan rahasiaku."
"Kan, aku sudah bilang. Aku ini bukan jenis teman yang bisa menyimpan rahasia orang."

Jeda sedetik. beberapa menit kemudian, setelah face memberikan tanggapan, bahwa dia bukan teman yang sentiasa selalu menyimpan rahasia orang, justru ia berterus terang, kalau ia bukan teman yang baik untuk diajak curhat.
"Face...! Aku menyukai seseorang, tapi aku tidak berani mengatakan padanya."
"Sudahlah, jangan bercerita soal perasaan sukamu itu padaku, mulutku ini suka umbar-umbar aib orang."
"Aku tidak bisa menghindar perasaan ini."
"Kok kamu degil sekali, bisa-bisanya kamu tidak mendengar apa yang barusan aku katakan."
"Face...! Kamu boleh diam enggak, dengar saja apa yang aku katakan."
"Ishhhhh, dia yang mengunjungiku, tapi, dia pula yang marah padaku."
"Makanya, kamu mendengar saja apa yang aku ngomong."
"Okey...! Aku mendengar, tapi kamu harus tau, aku ini tidak bisa janji menyimpan rahasiamu, kamu kan tau tugasku apa."
"Iya...! Aku tau... aku tau apa tugasmu, tentu kamu akan menyebarkan keseluruh dunia berita ini, baik atau buruk, hoak, dan segalanya, kamu mengantarkan kejagat raya ini, tetapi mesti harus terhubung dulu denganmu. Kan, begitu."
"Bagus kalau kamu memahamiku."
"Sekarang aku boleh curhat padamu."
"Tentu. Tapi, ada satu permintaanku, mau enggak? Kamu menyejukkan hatiku lebih dulu, kamu mencurhatkan nasehat-nasehat agama, bercerita masalah islami. Jangan terus menceritakan masalah pribadimu, aku bosan mendengarnya, apa lagi sekarang banyak menfitnah sana sini, bergosip masalah yang belum tentu benar."
"Kenapa begitu? Bukankah, kamu sendiri yang mengatakan bahwa tugasmu memang itu, menyebar gosip, menyebar hoak, memfitnah orang."
"Salah...! Orang saja yang tidak begitu memahamiku, sehingga mereka mengunjungiku hanya untuk mengatakan hal-hal keburukan, sekarang aku mau meminta tolong padamu, jadikan aku sebagai sahabat curhat islamimu, jadi dengan begitu, kamu akan mendapat ridha dari Allah, dan aku sebagai penyebarnya, tentu akan sejuk dan damai. Aku sebenarnya sudah muak dengan apa yang terjadi sekarang, dimana-mana mereka mengunjungiku hanya untuk bergosip dan menyebar keburukan orang, ujung-ujungnya saling menyalahi hingga berkelahi. Kini aku berfikir, seandainya aku tutup pintu rumah ini supaya mereka tidak dapat mengunjingiku lagi, bosku akan makan apa? Penghasilan bos hanya disini."
"Face....! Kamu bisa melakukan itu. Sini keluar dulu."
"Sorry, aku enggak bisa keluar, aku cuma bisa menetap pada rumah ini, kamu kan, tau, bos aku seperti apa? Dia senang memanfaatin aku, justru dia gembira dan membangga-bangga kan diri pada dunia, kalau dia salah satu orang tersukses mengakseskan aku pada kalian. Cukuplah! kamu penuhi saja permintaanku yang ini, curhatlah padaku masalah baik-baik, yang membuat aku sejuk dan damai."
"Sebenarnya permintaanmu itu tidak terlalu berat, face. Tapi terkadang aku bingung, harus bagaimana lagi untuk melepaskan unag-unag. Cuma kamu satu-satunya yang bisa aku andalkan."
"Perlu aku bersujud kepadamu, agar kamu mau memenuhinya."
"Eh, jangan...! aku ini bukan Tuhan. Yang patut kamu sujud itu adalah Tuhan (Allah)."
"Maka, sebab itu... jadikan aku sebagai tempat curhatmu tentang Allah, jadikan aku tempat bercerita masalah Agama Allah, berdakwahlah masalah yang bersangkutan dengan dinal islam... mau enggak, aku siap menyebarluaskan cerita kamu itu, asalkan jangan lagi masalah pribadimu, dan masalah lain yang sama sekali tidak bermanfaat."
"Aku malu face...! Kamu sangat berterus terang. Padahal, aku baru memulai untuk curhat itu lagi."
"Jangan lakukan...! Tapi lakukan dakwah yang sesuai permintaanku itu."
"Face...! Aku tau, sangat berat untukmu bekerja seperti itu, memang bos kamu, enggak mencoba untuk memberi batasan akses untukmu, ya contohnya begini: bos kamu membatasi postingan-postingan, mana yang layak kamu sebar dan mana yang tidak layak."
"Entahlah...! Aku tidak tau, soalnya aku hanya ditugaskan untuk menyebar, dan aku juga tidak tau ada berapa orang yang mengakseskan ditempat itu."
"Kamu merasa lelah enggak...!"
"Sangat lelah sebenarnya...! Aku juga sudah tua. pikirku kemarin itu beban ini akan sedikit ringan. karena, sudah ada teman lain yang mengimput dan mau juga bekerja sama untuk menyebar berita, menyebar gosip, hoaks dan Ternyata enggak...! Bosnya sungguh memahaminya, dia ada batasan. Dan batasannya melalui nomor Hp kemudian baru terhubung bila saling menukar nomor, itu pun jika saling mengenal. Nah, kalau aku. Entah dari mana mereka semua terus menerus mengunjingiku dan menaburkan percikkan sampah, entah darimana dikutip lalu melempar pada tubuhku. Begitulah kira-kira."
"Sungguh, aku sangat sedih mendengar keluhanmu, face. Aku juga minta maaf, sering mengunjungimu dengan hal serupa seperti mereka."
"Iya...." terlihat sedih pada wajah face, seakan ia tidak sanggup lagi meneruskan pekerjaan itu, akibat luapnya berita-berita yang tak pernah kunjung kelar.
"Face... curhat kita ini, mari kita sebar ke seluruh dunia, akses kemana yang kamu kehendak, hingga bosmu membacanya dan mau membatasi kerjamu sedikit."
"Iyaa.. aku akan akses postingmu..."
"Tapi.. sekali-sekali.. aku boleh ya kunjungimu untuk melawak sedikit.." hahahahahah
"Ah...!"
"Kamu pasti kesel."
"Kamu sok akrab banget denganku, memangnya kita pernah kenal.."
"Hihihihihi, enggak face...!" Tapi aku akan berusaha mengunjungimu membawa berita islami, namun tidak bisa janji, takut terutang..."😄🤣
"Enggak apa-apa.."😊
"Oh, ya!... kamu ada puasa enggak hari ini...!" Tanyaku pada face.
"Apa itu puasa...?"
"Ouwhhhhhhkey.. nantilah aku jelasin padamu,"
"Okey...!

Beginilah aku berdialog dengan facebook malam itu.
🕺🕺🕺😜
La la la la la li li li li liiiiiiiii


F_F

JADI PANITIA PADA ACARA BUKBAR ITU ENGGAK ENAK


Acara bukbar (buka bareng), enggak enak jadi panitianya. Walaupun kata orang, disamping jadi panitia kita telah melakukan perbuatan baik dan mendapatkan pahala, sebab membantu persiapan menu untuk bukbar. Satu orang satu pahala😉. Tau enggak...! Di sisi lain ada hal yang mesti jadi tanggung jawab kita. pertama, jika ada yang tidak hadir sedangkan menu sudah kita pesan sesuai jumlah pesertanya, kita yang tanggung. Iya, namanya juga tanggung jawab, ya, kan..? Bukan soal siapa yang makan, tapi money money😄, yang makan mah, rebutan..! Kedua, jika menu yang kita pesan kurang dari jumlah peserta yang hadir, maksudnya kelebihan pesertanya. Otomatis kita tonton mereka bukbar dulu, panitia nanti-nantilah atau menunggu pesanan baru, itu pun kalau sudah masak, kalau belum, ya cukup minum air putih seteguk saja dulu, itu pun nebeng dari kawan 😜, sebab menu jatah panitia kita lengkapi buat peserta yang hadirnya tidak terekap nama. Iya, namanya juga tanggung jawab, ya, kan...? Ketiga, nah...! ini yang lebih parah... terkadang ada peserta pingin menambah cemilan lain tanpa konfirmasi pada panitia, ya taulah... itu kan tanggung jawab panitia, kerjain adja terus... parahnya lagi, menu yang masuk dalam rekapan kemarin, mereka cuma melihatnya pada gambar, merasa enak maka itu dipilih, begitu ada di depan mata, mengata lagi. "Is menu apa yang di pesan enggak sesuai dengan gambar yg kita lihat di grup". Lagi-lagi panitia yang disalahin. Ketika acara selesai, semuanya bubar. Tinggallah panitia saja. Iya, namanya juga tanggung jawab, ya, kan?🤣 ya begitulah, mesti kita ikuti permintaan peserta agar puas dan tidak menjadi omongan cantik🕺. Tapi kalau ada kelebihan dana seribu atau dua ribu, lagi-lagi mengata panitia tukang korupsi, uang kami tidak dikembalikan lagi, padahal panitia sibuk ngitung berapa jumlah semuanya, berapa tinggal sisanya, terus ngitung juga si ini pesan apa, si itu pesan apa, berapa kembaliannya, enggak ada yang mau tau itu. Ujung-ujungnya panitia tekor. Jadi panitia bukbar itu enggak enak loh...!!!🤣😄 .

KEPERGIANMU MEWUJUDKAN IMPIANKU

Aku dan Dia memang tak jodoh.
Kepergianmu mewujudkan impianku.

Endingnya...!👇
- vera, wanita miskin, tinggal di gubuk kecil dekat dengan pegunungan.
- vera mempunyai cita-cita ingin menjadi penulis terkenal dikalangan remaja.
- hidupnya serba tidak cukup, ia lari dari rumah mencari uang untuk biaya hidup serta biaya belajar kelas menulis.
- di tengah kesibukkan kerja, ia melihat seorang lelaki yg persis sesuai selera nya, ingin sekali berkenalan dan menjadikan sosok suami bagi nya.
- Agung namanya, agung anak orang kaya, mempunyai pabrik roti besar di setiap daerah milik bapak nya.
- Agung menjadi pengelola pada pabrik itu, karena ia merupakan anak tunggal satu-satu nya.
- Ayah nya telah menyerahkan semua pabrik itu pada anak laki satu nya, dan segala urusan itu Agung yang membuat keputusan.
- lalu berkenalan dengan vera, saat makan siang pada restoran vera bekerja.
- mereka berdua saling tertarik, dan bahkan punya niat untuk menjalinkan sebuah hubungan asmara.
- Agung tidak tau latar belakang vera bagaimana.
- Lalu setahun mereka berkenalan, agung ingin melamar vera dan mendatangi kerumah nya.
- ketika Agung dan vera pulang bersama ke kampung halaman vera, Agung terkejut melihat rumah vera terbuat dari pelupuk meria, atap dari daun meria dan lantai tanah.
- Di situlah Agung mulai hilang perasaan pada vera dan pergi meninggal kan vera tanpa kepastian hubungan asmara nya.
- Vera sangat terluka dengan kepergian Agung yg selama ini di idamlan sosok lelaki seperti Agung.
- Agung tidak berani mengatakan pada orang tua, bahwa wanita yg pernah ia kenal itu adalah wanita yg sangat miskin dan jauh dari style mereka.
- Vera kemudian lari lagi dari rumah.
- vera kembali fokus bekerja untuk meneruskan kehidupan nya walau batin terluka.
- Tiga tahun lama nya vera di baluti luka yg sangat mendalam oleh Agung.
- kini vera dapat mewujudkan impian nya menjadi seorang penulis.
- vera sudah mulai menulis setelah kelas menulis berakhir dan memperoleh penghargaan peserta terbaik.
- pertama sekali ia tulis adalah kisah asmara nya dengan Agung.
- ia mencari-mencari siapa yg mau mengontrak beberapa naskah lain yg sudah kelar di tulis.
- tak se orang pun tertarik pada tulisan nya.
- lalu vera berikan naskah pertama di tulis soal hubungan asmara nya dengan Agung.
- satu pT. Penerbit menerima nya dan ingin mempublikasikan naskah itu.
- awal nya vera ragu-ragu takut kisah asmara itu di baca oleh Agung.
- namun untuk mewujudkan impian nya, ia menyetujui kisah asmara itu di terbitkan.
- setelah beberapa minggu keluar, novel itu menjadi viral pada setiap media dan bahkan di film kan.
- vera telah mendapatkan penghargaan dari PT. Story sebagai penulis yg karya nya banyak menguntungkan perusahaan mereka, karena banyak pembeli oleh para remaja dan dewasa.
- vera telah di kontrak oleh PT. Story dan telah menjadi penulis naskah internasional.
- vera menjadi terkenal di setiap media, dan selalu muncul di TV.
- Agung yg pada saat itu masih single, menonton mantan nya telah menjadi orang sukses.
- Agung merasa menyesal telah meninggalkan vera dulu, karena memang pada hati kecil nya masih melekat perasaan asmara dulu.
- namun mereka berdua tetap tidak berjodoh, hingga sampai sekarang masih singgel.

menjadi hakim adalah keputusannya

...
Menjadi Hakim salah satu keputusan terkuatnya. Imelsya, wanita yang penuh dengan sabar dan tabah atas semua ujian dan cobaan kini.....
Ending ceritanya...
- Perjodohan yang tidak di inginkan
- Rumah tangga yang aman
- Tidak tidur sekamar walaupun seatap
- Ziel, suaminya, mempunyai selingkuhan dengan teman sekantornya, Dina namanya.
- Imelsya pura-pura tidak tahu dan terus mempertahankan rumah tangga.
- Usia pernikahan masuk satu tahun, namun belum juga sekamar
- Di daerah kampungnya terjadi bencana besar, sekeluarga imelsya meninggal tertimbun dengan lumpur dari beletus gunung CETBIE
- Imel meminta izin pada suami untuk melanjutkan kuliah s2.
- Riko, teman dekat Ziel sangat sayang kepada imelsya.
- Imel menjadi hakim gugat cerai di mahkamah syariah.
- Usia pernikahan mereka memasuki dua tahun berjalan, masih tetap tidak sekamar.
- Menuju ke usia 3 tahun pernikahannya, imel mulai tidak sabar lagi atas sikap suami yang terang-terangan di publik berselingkuh dengan Dina. Dan tersebar di kantor kerja imel, imel merasa malu lalu mengundurkan diri dari jabatan sebagai Hakim.
- Beberapa bulan ia pashah suaminya, Ziel.
- Mereka resmi cerai dengan talak 1, pada tanggal 1 November 2017.
- Imel keluar dari rumah suaminya mencari kontrakan sendiri.
- Imel tidak mempunyai kegiatan lain, lalu ia teruskan bakat dulunya, menulis novel dengan judul “aku tidak pernah digauli oleh suami”.
- Novel ini tiba-tiba mendunia, viral ke setiap media.
- imel terkenal menjadi penulis terpopuler dan terfavorit seluruh indonesia
- ziel penasaran dengan novel ini, lalu membelinya dan membaca.
- Ziel mulai sadar, kisah ini adalah kisahnya dengan imelsya.
- Perselingkuhan Ziel dengan Dina berakhir setelah Dina mengetahui bahwa ziel suami orang.
- Dina melarikan diri dan hilang jejak.
- Kesempata Riko untuk mempersatukan imelsya dengan ziel kembali.
- Imel sudah menjadi orang besar, pulang pergi ke jakarta.
- Ziel terpuruk setelah mengetahui isi di dalam novel yang di tulis oleh imel, ingin sekali menebus kesalahannya.
- Ibu mely, penjual lontong sayur di kantin dekat dengan kantor Ziel, kini telah menjadi ibu angkat imelsya.
- Ziel dan Imel sering duduk makan lontong ibu mely saat rumah tangga mereka aman saja.
- Ibu mely ingin mempersatukan mereka kembali, sama niat dengan Riko ingin juga mempersatukan mereka kembali.
- Dan pada Akhirnya....

Apakah imelsya mau memberi kesempatan keduanya setelah apa yang dilakukan Ziel?
Saksikan ceritanya di...

PILIH JADI DOKTER ATAU JADI HAKIM, TERNYATA JADI

Ada dua keinginan: Pertama, menjadi dokter (terlalu berat) atau perawat, agar bisa membantu orang yang lemah cepat teratasi di hospital...