6

konsep muamalah dalam islam

KONSEP MUAMALAH DALAM ISLAM

KONSEP MUAMALAH DALAM ISLAM

I. Pengertian
Fiqih Mumalah adalah pengetahuan tentang kegiatan atau transaksi yang berdasarkan hukum-hukum syariat, mengenai perilaku manusia dalam kehidupannya yang diperoleh dari dalil-dalil islam secara rinci. Ruang lingkup fiqih muamalah adalah seluruh kegiatan muamalah manusia berdasarkan hokum-hukum islam yang berupa peraturan-peraturan yang berisi perintah atau larangan seperti wajib,sunnah,haram,makruh dan mubah.hokum-hukum fiqih terdiri dari hokum-hukum yang menyangkut urusan ibadah dalam kaitannya dengan hubungan vertical antara manusia dengan Allah dan hubungan manusia dengan manusia lainnya.
Dari segi bahasa, muamalah berasal dari kata aamala, yuamilu, muamalat yang berarti perlakuan atau tindakan terhadap orang lain, hubungan kepentingan. Kata-kata semacam ini adalah kata kerja aktif yang harus mempunyai dua buah pelaku, yang satu terhadap yang lain saling melakukan pekerjaan secara aktif, sehingga kedua pelaku tersebut saling menderita dari satu terhadap yang lainnya.
Pengertian Muamalah dari segi istilah dapat diartikan dengan arti yang luas dan dapat pula dengan arti yang sempit. Di bawah ini dikemukakan beberapa pengertian muamlah;
Menurut Louis Ma’luf, pengertian muamalah adalah hukum-hukum syara yang berkaitan dengan urusan dunia, dan kehidupan manusia, seperti jual beli, perdagangan, dan lain sebagainya. Sedangkan menurut Ahmad Ibrahim Bek, menyatakan muamalah adalah peraturan-peraturan mengenai tiap yang berhubungan dengan urusan dunia, seperti perdagangan dan semua mengenai kebendaan, perkawinan, thalak, sanksi-sanksi, peradilan dan yang berhubungan dengan manajemen perkantoran, baik umum ataupun khusus, yang telah ditetapkan dasar-dasarnya secara umum atau global dan terperinci untuk dijadikan petunjuk bagi manusia dalam bertukar manfaat di antara mereka.
Sedangkan dalam arti yang sempit adalah pengertian muamalah yaitu muamalah adalah semua transaksi atau perjanjian yang dilakukan oleh manusia dalam hal tukar menukar manfaat.
Dari berbagai pengertian muamalah tersebut, dipahami bahwa muamalah adalah segala peraturan yang mengatur hubungan antara sesama manusia, baik yang seagama maupun tidak seagama, antara manusia dengan kehidupannya, dan antara manusia dengan alam sekitarnya.


FIQIH MUAMALAH


Fiqih Mumalah adalah pengetahuan tentang kegiatan atau transaksi yang berdasarkan hukum-hukum syariat, mengenai perilaku manusia dalam kehidupannya yang diperoleh dari dalil-dalil islam secara rinci. Ruang lingkup fiqih muamalah adalah seluruh kegiatan muamalah manusia berdasarkan hokum-hukum islam yang berupa peraturan-peraturan yang berisi perintah atau larangan seperti wajib,sunnah,haram,makruh dan mubah.hokum-hukum fiqih terdiri dari hokum-hukum yang menyangkut urusan ibadah dalam kaitannya dengan hubungan vertical antara manusia dengan Allah dan hubungan manusia dengan manusia lainnya.
Ruang lingkup fiqih muamalah mencakup segala aspek kehidupan manusia, seperti social,ekonomi,politik hokum dan sebagainya. Aspek ekonomi dalam kajian fiqih sering disebut dalam bahasa arab dengan istilah iqtishady, yang artinya adalah suatu cara bagaimana manusia dapat memenuhi kebutuhan hidupnya dengan membuat pilihan di antara berbagai pemakaian atas alat pemuas kebutuhan yang ada, sehingga kebutuhan manusia yang tidak terbatas dapat dipenuhi oleh alat pemuas kebutuhan yang terbatas.
Sumber-sumber fiqih secara umum berasal dari dua sumber utama, yaitu dalil naqly yang berupa Al-Quran dan Al-Hadits, dan dalil Aqly yang berupa akal (ijtihad). Penerapan sumber fiqih islam ke dalam tiga sumber, yaitu Al-Quran, Al-Hadits,dan ijtihad.
 Al-Quran
Ø
Al-Quran adalah kitab Allah yang diturunkan kepada nabi Muhammad SAW dengan bahasa arab yang memiliki tujuan kebaikan dan perbaikan manusia, yang berlaku di dunia dan akhirat. Al-Quran merupakan referensi utama umat islam, termasuk di dalamnya masalah hokum dan perundang-undangan.sebagai sumber hukum yang utama,Al-Quran dijadikan patokan pertama oleh umat islam dalam menemukan dan menarik hukum suatu perkara dalam kehidupan.
 Al-Hadits
Ø
Al-Hadits adalah segala yang disandarkan kepada Rasulullah SAW, baik berupa perkataan,perbuatan,maupun ketetapan. Al-Hadits merupakan sumber fiqih kedua setelah Al-Quran yang berlaku dan mengikat bagi umat islam.
 Ijma’ dan Qiyas
Ø
Ijma’ adalah kesepakatan mujtahid terhadap suatu hukum syar’i dalam suatu masa setelah wafatnya Rasulullah SAW. Suatu hukum syar’i agar bisa dikatakan sebagai ijma’, maka penetapan kesepakatan tersebut harus dilakukan oleh semua mujtahid, walau ada pendapat lain yang menyatakan bahwa ijma’ bisa dibentuk hanya dengan kesepakatan mayoritas mujtahid saja. Sedangkan qiyas adalah kiat untuk menetapkan hukum pada kasus baru yang tidak terdapat dalam nash (Al-Qur’an maupun Al-Hadist), dengan cara menyamakan pada kasus baru yang sudah terdapat dalam nash.
 PRINSIP DASAR FIQIH MUAMALAH
v
Sebagai sistem kehidupan, Islam memberikan warna dalam setiap dimensi kehidupan manusia, tak terkecuali dunia ekonomi. Sistem Islam ini berusaha mendialektikkan nilai-nilai ekonomi dengan nilai akidah atau pun etika. Artinya, kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh manusia dibangun dengan dialektika nilai materialisme dan spiritualisme. Kegiatan ekonomi yang dilakukan tidak hanya berbasis nilai materi, akan tetapi terdapat sandaran transendental di dalamnya, sehingga akan bernilai ibadah. Selain itu, konsep dasar Islam dalam kegiatan muamalah (ekonomi) juga sangat konsen terhadap nilai-nilai humanisme. Di antara kaidah dasar fiqh muamalah adalah sebagai berikut :
 Hukum asal dalam muamalat adalah mubah
Ø
 Konsentrasi Fiqih Muamalah untuk mewujudkan kemaslahatan
Ø
 Menetapkan harga yang kompetitif
Ø
 Meninggalkan intervensi yang dilarang
Ø
 Menghindari eksploitasi
Ø
 Memberikan toleransi
Ø
 Tabligh, siddhiq, fathonah amanah sesuai sifat Rasulullah
Ø
 KAIDAH FIQIH DALAM TRANSAKSI EKONOMI (MUAMALAH)
v
Kegiatan ekonomi merupakan salah satu dari aspek muamalah dari sistem Islam, sehingga kaidah fiqih yang digunakan dalam mengidentifikasi transaksi-transaksi ekonomi juga menggunakan kaidah fiqih muamalah. Kaidah fiqih muamalah adalah “al ashlu fil mua’malati al ibahah hatta yadullu ad daliilu ala tahrimiha” (hukum asal dalam urusan muamalah adalah boleh, kecuali ada dalil yang mengharamkannya). Ini berarti bahwa semua hal yang berhubungan dengan muamalah yang tidak ada ketentuan baik larangan maupun anjuran yang ada di dalam dalil Islam (Al-Qur’an maupun Al-Hadist), maka hal tersebut adalah diperbolehkan dalam Islam.
Kaidah fiqih dalam muamalah di atas memberikan arti bahwa dalam kegiatan muamalah yang notabene urusan ke-dunia-an, manusia diberikan kebebasan sebebas-bebasnya untuk melakukan apa saja yang bisa memberikan manfaat kepada dirinya sendiri, sesamanya dan lingkungannya, selama hal tersebut tidak ada ketentuan yang melarangnya. Kaidah ini didasarkan pada Hadist Rasulullah yang berbunyi: “antum a’alamu bi ‘umurid dunyakum” (kamu lebih tahu atas urusan duniamu). Bahwa dalam urusan kehidupan dunia yang penuh dengan perubahan atas ruang dan waktu, Islam memberikan kebebasan mutlak kepada manusia untuk menentukan jalan hidupnya, tanpa memberikan aturan-aturan kaku yang bersifat dogmatis. Hal ini memberikan dampak bahwa Islam menjunjung tinggi asas kreativitas pada umatnya untuk bisa mengembangkan potensinya dalam mengelola kehidupan ini, khususnya berkenaan dengan fungsi manusia sebagai khalifatul-Llah fil ‘ardlh (wakil Allah di bumi).
Efek yang timbul dari kaidah fiqih muamalah di atas adalah adanya ruang lingkup yang sangat luas dalam penetapan hukum-hukum muamalah, termasuk juga hukum ekonomi. Ini berarti suatu transaksi baru yang muncul dalam fenomena kontemporer yang dalam sejarah Islam belum ada/dikenal, maka transaksi tersebut “dianggap” diperbolehkan, selama transaksi tersebut tidak melanggar prinsip-prinsip yang dilarang dalam Islam. Sedangkan transaksi-transaksi yang dilarang dalam Islam adalah transaksi yang disebabkan oleh faktor:
 Haram zatnya
Ø
Di dalam Fiqih Muamalah, terdapat aturan yang jelas dan tegas mengenai obyek transaksi yang diharamkan, seperti minuman keras, daging babi, dan sebagainya. Oleh karena itu melakukan transaksi yang berhubungan dengan obyek yang diharamkan tersebut juga diharamkan. Hal ini sesuai dengan kaidah fiqih: “ma haruma fi’luhu haruma tholabuhu” (setiap apa yang diharamkan atas obyeknya, maka diharamkan pula atas usaha dalam mendapatkannya). Kaidah ini juga memberikan dampak bahwa setiap obyek haram yang didapatkan dengan cara yang baik/halal, maka tidak akan merubah obyek haram tersebut menjadi halal.
 Haram selain zatnya
Ø
Beberapa transaksi yang dilarang dalam Islam yang disebabkan oleh cara bertransaksi-nya yang tidak sesuai dengan prinsip-prinsip muamalah, yaitu: tadlis (penipuan), ikhtikar (rekayasa pasar dalam supply), bai’ najasy (rekayasa pasar dalam demand), taghrir (ketidakpastian), dan riba (tambahan).
 Tidak sah
Ø
Segala macam transaksi yang tidak sah/lengkap akadnya, maka transaksi itu dilarang dalam Islam. Ketidaksah/lengkapan suatu transaksi bisa disebabkan oleh: rukun (terdiri dari pelaku, objek, dan ijab kabul) dan syaratnya tidak terpenuhi, terjadi ta’alluq (dua akad yang saling berkaitan), atau terjadi two in one (dua akad sekaligus). Ta’alluq terjadi bila kita dihadapkan pada dua akad yang saling dikaitkan, di mana berlakunya akad pertama tergantung pada akad kedua. Yang seperti ini, terjadi bila suatu transaksi diwadahi oleh dua akad sekaligus sehingga terjadi ketidakpastian (grarar) akad mana yang harus digunakan.maka transaksi ini dianggap tidak sah.
 KONSEP AQAD FIQIH EKONOMI (MUAMALAH)
v
Setiap kegiatan usaha yang dilakukan manusia pada hakekatnya adalah kumpulan transaksi-transaksi ekonomi yang mengikuti suatu tatanan tertentu. Dalam Islam, transaksi utama dalam kegiatan usaha adalah transaksi riil yang menyangkut suatu obyek tertentu, baik obyek berupa barang ataupun jasa. kegiatan usaha jasa yang timbul karena manusia menginginkan sesuatu yang tidak bisa atau tidak mau dilakukannya sesuai dengan fitrahnya manusia harus berusaha mengadakan kerjasama di antara mereka. Kerjasama dalam usaha yang sesuai dengan prinsip-prinsip Syariah pada dasarnya dapat dikelompokkan ke dalam:
 Bekerja sama dalam kegiatan usaha, dalam
Ø hal ini salah satu pihak dapat menjadi pemberi pembiayaan dimana atas manfaat yang diperoleh yang timbul dari pembiayaan tersebut dapat dilakukan bagi hasil. Kerjasama ini dapat berupa pembiayaan usaha 100% melalui akad mudharaba maupun pembiayaan usaha bersama melalui akad musyaraka.
 Kerjasama dalam perdagangan, di mana untuk meningkatkan
Ø perdagangan dapat diberikan fasilitas-fasilitas tertentu dalam pembayaran maupun penyerahan obyek. Karena pihak yang mendapat fasilitas akan memperoleh manfaat, maka pihak pemberi fasilitas berhak untuk mendapatjan bagi hasil (keuntungan) yang dapat berbentuk harga yang berbeda dengan harga tunai.
 Kerja sama dalam penyewaan asset dimana obyek transaksi adalah manfaat dari penggunaan asset.
Ø
Kegiatan hubungan manusia dengan manusia (muamalah) dalam bidang ekonomi menurut Syariah harus memenuhi rukun dan syarat tertentu. Rukun adalah sesuatu yang wajib ada dan menjadi dasar terjadinya sesuatu, yang secara bersama-sama akan mengakibatkan keabsahan. Rukun transaksi ekonomi Syariah adalah:
1. Adanya pihak-pihak yang melakukan transaksi, misalnya penjual dan pembeli, penyewa dan pemberi sewa, pemberi jasa dan penerima jasa.
2. Adanya barang (maal) atau jasa (amal) yang menjadi obyek transaksi.
3. Adanya kesepakatan bersama dalam bentuk kesepakatan menyerahkan (ijab) bersama dengan kesepakatan menerima (kabul).
Disamping itu harus pula dipenuhi syarat atau segala sesuatu yang keberadaannya menjadi pelengkap dari rukun yang bersangkutan. Contohnya syarat pihak yang melakukan transaksi adalah cakap hukum, syarat obyek transaksi adalah spesifik atau tertentu, jelas sifat-sifatnya, jelas ukurannya, bermanfaat dan jelas nilainya.
Obyek transaksi menurut Syariah dapat meliputi barang (maal) atau jasa, bahkan jasa dapat juga termasuk jasa dari pemanfaatan binatang. Pada prinsipnya obyek transaksi dapat dibedakan kedalam:
1. obyek yang sudah pasti (ayn), yaitu obyek yang sudah jelas keberadaannya atau segera dapat diperoleh manfaatnya.
2. obyek yang masih merupakan kewajiban (dayn), yaitu obyek yang timbul akibat suatu transaksi yang tidak tunai.
Secara garis besar aqad dalam fiqih muamalah adalah sebagai berikut :
1. aqad mudharaba
Ikatan atau aqad Mudharaba pada hakekatnya adalah ikatan penggabungan atau pencampuran berupa hubungan kerjasama antara Pemilik Usaha dengan Pemilik Harta
2. aqad musyarakah
Ikatan atau aqad Musyaraka pada hakekatnya adalah ikatan penggabungan atau pencampuran antara para pihak yang bersama-sama menjadi Pemilik Usaha,
3. aqad perdagangan
Aqad Fasilitas Perdagangan, perjanjian pertukaran yang bersifat keuangan atas suatu transaksi jual-beli dimana salah satu pihak memberikan fasilitas penundaan pembayaran atau penyerahan obyek sehingga pembayaran atau penyerahan tersebut tidak dilakukan secara tunai atau seketika pada saat transaksi.
4. aqad ijarah
Aqad Ijara, adalah aqad pemberian hak untuk memanfaatkan Obyek melalui penguasaan sementara atau peminjaman Obyek dgn Manfaat tertentu dengan membayar imbalan kepada pemilik Obyek. Ijara mirip dengan leasing namun tidak sepenuhnya sama dengan leasing, karena Ijara dilandasi adanya perpindahan manfaat tetapi tidak terjadi perpindahan kepemilikan.
Dari berbagai penjelasan di atas, maka dapat ditarik sebuah kesimpulan dahwa Fiqih Muamalah merupakan ilmu yang mempelajari segala perilaku manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya dengan tujuan memperoleh falah (kedamaian dan kesejahteraan dunia akhirat). Perilaku manusia di sini berkaitan dengan landasan-landasan syariah sebagai rujukan berperilaku dan kecenderungan-kecenderungan dari fitrah manusia. Kedua hal tersebut berinteraksi dengan porsinya masing-masing sehingga terbentuk sebuah mekanisme ekonomi (muamalah) yang khas dengan dasar-dasar nilai ilahiyah.
Kewajiban Mempelajari Fikih Muamalah (Fikih Ekonomi)



Ditulis oleh Agustianto
Islam adalah agama yang sempurna (komprehensif) yang mengatur seluruh aspek kehidupan manusia, baik aqidah, ibadah, akhlak maupun muamalah. Salah satu ajaran yang sangat penting adalah bidang muamalah/ iqtishadiyah (Ekonomi Islam). Kitab-kitab Islam tentang muamalah (ekonomi Islam) sangat banyak dan berlimpah, Jumlahnya lebih dari seribuan judul buku. Para ulama tidak pernah mengabaikan kajian muamalah dalam kitab-kitab fikih mereka dan dalam halaqah (pengajian-pengajian) keislaman mereka. Seluruh Kitab Fiqh membahas fiqh ekonomi. Bahkan cukup banyak para ulama yang secara khusus membahas ekonomi Islam, seperti kitab Al-Amwal oleh Abu Ubaid, Kitab Al-Kharaj karangan Abu Yusuf, Al-Iktisab fi Rizqi al-Mustathab oleh Hasan Asy-Syaibani, Al-Hisbah oleh Ibnu Taymiyah, dan banyak lagi yang tersebar di buku-buku Ibnu Khaldun, Al-Maqrizi, Al-Ghazali, dan sebagainya.
Namun dalam waktu yang panjang, materi muamalah (ekonomi Islam) cenderung diabaikan kaum muslimin, padahal ajaran muamalah bagian penting dari ajaran Islam, akibatnya, terjadilah kajian Islam parsial (sepotong-sepotong). Padahal orang-orang beriman diperintahkan untuk memasuki Islam secara kaffah (menyeluruh).

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَآفَّةً وَلاَ تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ
إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينُُ

”Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara menyeluruh (kaffah) . Jangan ikuti langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu. (QS.Al-Baqarah 208).

Akibat lainnya, ialah ummat Islam tertinggal dalam ekonomi dan banyak kaum muslimin yang melanggar prinsip ekonomi Islam dalam mencari nafkah hidupnya, seperti riba, maysir, gharar, haram, batil, dsb.


Ajaran muamalah adalah bagian paling penting (dharuriyat) dalam ajaran Islam. Dalam kitab Al-Mu’amalah fil Islam, Dr. Abdul Sattar Fathullah Sa’id mengatakan :


ومن ضرورات هذا الاجتماع الانسان وجود معاملات ما بين أفراده و جماعته
ولذالك جاءت الشريعة الالهية لتنظيم هذه المعاملات وتحقيق مقصودها والفصل بينهم
Artinya :
Di antara unsur dharurat (masalah paling penting) dalam masyarakat manusia adalah “Muamalah”, yang mengatur hubungan antara individu dan masyarakat dalam kegaiatan ekonomi. Karena itu syariah ilahiyah datang untuk mengatur muamalah di antara manusia dalam rangka mewujudkan tujuan syariah dan menjelaskan hukumnya kepada mereka

Menurut ulama Abdul Sattar di atas, para ulama sepakat tentang mutlaknya ummat Islam memahami dan mengetahui hukum muamalah maliyah (ekonomi syariah)

قد أتفق العلماء على أن المعاملات نفسها ضرورة بشرية

Artinya :
Ulama sepakat bahwa muamalat itu sendiri adalah masalah kemanusiaan yang maha penting (dharuriyah basyariyah)

Fardhu ‘Ain
Husein Shahhathah (Al-Ustaz Universitas Al-Azhar Cairo) dalam buku Al-Iltizam bi Dhawabith asy-Syar’iyah fil Muamalat Maliyah (2002) mengatakan, “Fiqh muamalah ekonomi, menduduki posisi yang sangat penting dalam Islam. Tidak ada manusia yang tidak terlibat dalam aktivitas muamalah, karena itu hukum mempelajarinya wajib ‘ain (fardhu) bagi setiap muslim.
Husein Shahhatah, selanjutnya menulis, “Dalam bidang muamalah maliyah ini, seorang muslim berkewajiban memahami bagaimana ia bermuamalah sebagai kepatuhan kepada syari’ah Allah. Jika ia tidak memahami muamalah maliyah ini, maka ia akan terperosok kepada sesuatu yang diharamkan atau syubhat, tanpa ia sadari. Seorang Muslim yang bertaqwa dan takut kepada Allah swt, Harus berupaya keras menjadikan muamalahnya sebagai amal shaleh dan ikhlas untuk Allah semata” Memahami/mengetahui hukum muamalah maliyah wajib bagi setiap muslim, namun untuk menjadi expert (ahli) dalam bidang ini hukumnya fardhu kifayah

Oleh karena itu, Khalifah Umar bin Khattab berkeliling pasar dan berkata :
لا يبع في سوقنا الا من قد تفقه في الدين
“Tidak boleh berjual-beli di pasar kita, kecuali orang yang benar-benar telah mengerti fiqh (muamalah) dalam agama Islam” (H.R.Tarmizi)

Berdasarkan ucapan Umar di atas, maka dapat dijabarkan lebih lanjut bahwa umat Islam :
Tidak boleh beraktifitas bisnis, kecuali faham tentang fikih muamalah
Tidak boleh berdagang, kecuali faham fikih muamalah
Tidak boleh beraktivitas perbankan, kecuali faham fiqh muamalah
Tidak boleh beraktifitas asuransi, kecuali faham fiqh muamalah
Tidak boleh beraktifitas pasar modal, kecuali faham fiqh muamalah
Tidak boleh beraktifitas koperasi, kecuali faham fiqh muamalah
Tidak boleh beraktifitas pegadaian, kecuali faham fiqh muamalah
Tidak boleh beraktifitas reksadana, kecuali faham fiqh muamalah
Tidak boleh beraktifitas bisnis MLM,kecuali faham fiqh muamalah
Tidak boleh beraktifitas jual-beli, kecuali faham fiqh muamalah
Tidak boleh bergiatan ekonomi apapun, kecuali faham fiqh muamalah

Sehubungan dengan itulah Dr.Abdul Sattar menyimpulkan :

ومن هنا يتضح أن المعاملات هي من لب مقاصد الدينية لاصلاح الحياة البشرية ولذالك دعا اليها الرسل من قديم باعتيارها دينا ملزما لاخيار لأحد فيه.

Artinya : Dari sini jelaslah bahwa “Muamalat” adalah inti terdalam dari tujuan agama Islam untuk mewujudkan kemaslahatan kehidupan manusia. Karena itu para Rasul terdahulu mengajak umat (berdakwah) untuk mengamalkan muamalah, karena memandangnya sebagai ajaran agama yang mesti dilaksanakan, Tidak ada pilihan bagi seseorang untuk tidak mengamalkannya.(Hlm.16)

Dalam konteks ini Allah berfirman :

وَإِلىَ مَدْيَنَ أَخَاهُمْ شُعَيْبًا قَالَ يَاقَوْمِ اعْبُدُوا اللهَ مَالَكُم مِّنْ إِلَهِ غَيْرُهُ وَلاَتَنقُصُوا الْمِكْيَالَ وَالْمِيزَانَ إِنِّي أَرَاكُم بِخَيْرٍ وَإِنِّي أَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ مُّحِيطٍ {84} وَيَاقَوْمِ أَوْفُوا الْمِكْيَالَ وَالْمِيزَانَ بِالْقِسْطِ وَلاَتَبْخَسُوا النَّاسَ أَشْيَآءَهُمْ وَلاَتَعْثَوْا فِي اْلأَرْضِ مُفْسِدِينَ

Artinya :
n‘Dan kepada penduduk Madyan, Kami utus saudara mereka, Syu’aib. Ia berkata, “Hai Kaumku sembahlah Allah, sekali-kali Tiada Tuhan bagimu selain Dia. Dan Janganlah kamu kurangi takaran dan timbangan. Sesungguhnya aku melihat kamu dalam keadaan yang baik. Sesungguhnya aku khawatir terhadapmu akan azab hari yang membinasakan (kiamat)”.nDan Syu’aib berkata,”Hai kaumku sempurnakanlah takaran dan timbangan dengan adil. Janganlah kamu merugikan manusia terhadap hak-hak mereka dan janganlah kamu membuat kejahatan di muka bumi dengan membuat kerusakan. (Hud : 84,85)

Dua ayat di atas mengisahkan perdebatan kaum Nabi Syu’aib dengan umatnya yang mengingkari agama yang dibawanya. Nabi Syu’aib mengajarkan I’tiqad dan iqtishad (aqidah dan ekonomi). Nabi Syu’aib mengingatkan mereka tentang kekacauan transaksi muamalah (ekonomi) yang mereka lakukan selama ini.
Al-Quran lebih lanjut mengisahkan ungkapan umatnya yang merasa keberatan diatur transaksi ekonominya.

قَالُوا يَاشُعَيْبُ أَصَلَوَاتُكَ تَأْمُرُكَ أَن نَّتْرُكَ مَايَعْبُدُ ءَابَآؤُنَآ أَوْ أَن نَّفْعَلَ فِي أَمْوَالِنَا مَانَشَاؤُا إِنَّكَ لأَنتَ الْحَلِيمُ الرَّشِيدُ
Artinya :
Mereka berkata, “Hai Syu’aib, apakah agamamu yang menyuruh kamu agar kamu meninggalkan apa yang disembah oleh nenek moyangmu atau melarang kami memperbuat apa yang kami kehendaki tentang harta kami. Sesungguhnya kamu adalah orang-orang yang penyantun lagi cerdas”.
nAyat ini berisi dua peringatan penting, yaitu aqidah dan muamalahn Ayat ini juga menjelaskan bahwa pencarian dan pengelolaan rezeki (harta) tidak boleh sekehendak hati, melainkan mesti sesuai dengan kehendak dan tuntunan Allah, yang disebut dengan syari’ah.

Aturan Allah tentang ekonomi disebut dengan ekonomi syariah. Umat manusia tidak boleh sekehendak hati mengelola hartanya, tanpa aturan syari’ah. Syariah misalnya secara tegas mengharamkan bunga bank. Semua ulama dunia yang ahli ekonomi Islam (para professor dan Doktor) telah ijma’ mengharamkan bunga bank. (Baca tulisan Prof.Yusuf Qardhawi, Prof Umar Chapra, Prof.Ali Ash-Sjabuni, Prof Muhammad Akram Khan). Tidak ada perbedaan pendapat pakar ekonomi Islam tentang bunga bank. Untuk itulah lahir bank-bank Islam dan lembaga-lembaga keuangan Islam lainnya. Jika banyak umat Islam yang belum faham tentang bank syariah atau secara dangkal memandang bank Islam sama dengan bank konvensianal, maka perlu edukasi pembelajaran atau pengajian muamalah, agar tak muncul salah faham tentang syariah.

Muamalah adalah Sunnah Para Nabi
Berdasarkan ayat-ayat di atas, Syekh Abdul Sattar menyimpulkan bahwa hukum muamalah adalah sunnah para Nabi sepanjang sejarah.

وهذه سنة مطردة في الانبياء عليهم السلام كما قال تعالى

Artinya : Muamalah ini adalah sunnah yang terus-menerus dilaksanakan para Nabi AS, (hlm.16), sebagaimana firman Allah

لَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلَنَا بِالْبَيِّنَاتِ وَأَنزَلْنَا مَعَهُمُ الْكِتَابَ وَالْمِيزَانَ لِيَقُومَ النَّاسُ بِالْقِسْطِ

Artinya :
Sesungguhnya kami telah mengutus rasul-rasul kami dengan membawa bukti yang nyata dan telah kami turunkan bersama mereka Al-Kitab dan neraca keadilan supaya manusia dapat menegakkan keadilan itu.
Pengertian Muamalah
Pengertian muamalah pada mulanya memiliki cakupan yang luas, sebagaimana dirumuskan oleh Muhammad Yusuf Musa, yaitu Peraturan-peraturan Allah yang harus diikuti dan dita’ati dalam hidup bermasyarakat untuk menjaga kepentingan manusia”. Namun belakangan ini pengertian muamalah lebih banyak dipahami sebagai“Aturan-aturan Allah yang mengatur hubungan manusia dengan manusia dalam memperoleh dan mengembangkan harta benda”atau lebih tepatnya “aturan Islam tentang kegiatan ekonomi manusia”

Ruang Lingkup Muamalah
1. Harta, Hak Milik, Fungsi Uang dan ’Ukud )akad-akad)
2. Buyu’ (tentang jual beli)
3. Ar-Rahn (tentang pegadaian)
4. Hiwalah (pengalihan hutang)
5. Ash-Shulhu (perdamaian bisnis)
6. Adh-Dhaman (jaminan, asuransi)
7. Syirkah (tentang perkongsian)
8. Wakalah (tentang perwakilan)
9. Wadi’ah (tentang penitipan)
10. ‘Ariyah (tentang peminjaman)
11. Ghasab (perampasan harta orang lain dengan tidak shah)
12. Syuf’ah (hak diutamakan dalam syirkah atau sepadan tanah)
13. Mudharabah (syirkah modal dan tenaga)
14. Musaqat (syirkah dalam pengairan kebun)
15. Muzara’ah (kerjasama pertanian)
16. Kafalah (penjaminan)
17. Taflis (jatuh bangkrut)
18. Al-Hajru (batasan bertindak)
19. Ji’alah (sayembara, pemberian fee)
20. Qaradh (pejaman)
21. Ba’i Murabahah
22. Bai’ Salam
23. Bai Istishna’
24. Ba’i Muajjal dan Ba’i Taqsith
25. Ba’i Sharf dan transaksi valas
26. ’Urbun (panjar/DP)
27. Ijarah (sewa-menyewa)
28. Riba, konsep uang dan kebijakan moneter
29. Shukuk (surat utang atau obligasi)
30. Faraidh (warisan)
31. Luqthah (barang tercecer)
32. Waqaf
33. Hibah
34. Washiat
35. Iqrar (pengakuan)
36. Qismul fa’i wal ghanimah (pembagian fa’i dan ghanimah)
37. ََََََُQism ash-Shadaqat (tentang pembagian zakat)
38. Ibrak (pembebasan hutang)
39. Muqasah (Discount)
40. Kharaj, Jizyah, Dharibah,Ushur
41. Baitul Mal dan Jihbiz
42. Kebijakan fiskal Islam
43. Prinsip dan perilaku konsumen
44. Prinsip dan perilaku produsen
45. Keadilan Distribusi
46. Perburuhan (hubungan buruh dan majikan, upah buruh)
47. Jual beli gharar, bai’ najasy, bai’ al-‘inah, Bai wafa, mu’athah, fudhuli, dll.
48. Ihtikar dan monopoli
49. Pasar modal Islami dan Reksadana
50. Asuransi Islam, Bank Islam, Pegadaian, MLM, dan lain-lain

HUKUM KARMA ITU ADA

HUKUM KARMA ITU ADA
Bismillahirrahmanirrahim..
Assalamulaikum wr.wb.


kisah ini menceritakan satu gadis delapan (8) boyfriend,, emmmmm kalau sebut name satu persatu saye rase tak best laaa,, rimas kan,, emmm macem mane kalau kite buat lebih kecil lagi lima jee,,! Tapi tak payah kite sebut name panjang-panjang sangatlaah,, sebut je,, boyfriend pertama, inisialnya I, due W, tige S, empat L, lima C, tak boleh sebut nama asli mereke,,,, tak ade izin kot...!
Dalam kisah ini, awal mulanya,, eitttsss lupa name gadisnye, name gadis tersebut inisialnya G,,, yee kite lanjutkan,, awal mulanye G sudah mengenal cinta itu sejak kelas 5 SD, saat itu die masih polos sangat, ikut ape kate hati die jee,, die mengenal cinta sebab ade yang mengajarkan, yang ajarkan itu I, pacar pertame die,, mase thu, I dengan G satu tempat pengajian, tapi beda sekolah, I Sekolah Dasar Negeri,, sedangkan G Madrasah Ibtidayyah Negeri, mereke hanya jumpe mase pengajian jee,, mase thu mereke ngaji siang, lepas balek dari sekolah mereke langsung pigi ngaji, tak mngenal lelah mase thu sebab semue budak-budak memang begitu kerje hari-harinye,,,
Pertemuan antara I dengan G awalnya saling membenci, saling mengejek-ejekan, tau laah, macem mane kalau budak laki degil,, yee macem thu lah,, mengambil sendal G mereke sembunyikan,, sampai pulang dari ngaji G nangis,, tak ade sendal lagi,, sampai G tiap hari mereke kerjain,,, eeiitttssss jap, I mase thu punya kawan rapat tige rang,, tak payah kite sebut name, tak penting kot... kita lanjutkan,,,, I tiap hari ganggu kan G dengan cara mereke sendiri, kawan rapatnye I yang bagi kan ide, dan I yang melakukannye,, mase thu ade due perempuan yang gila sangat kat I, tak payah sebut name, satu diantara mereke berdue dah jadi kawan rapat G sekarang,,
setelah thu, I mulai suke kat G, dan G tak sadar kalau I dah perhatian sangat kat G, kawan rapat I bagi care buat kerjain G lagi, Tapi I dah tak nak lagi sebab I dah mulai ade rase kat G,, I mulai menjauh kat kawan rapatnye, I mulai duduk sorang-sorang,, dah tak degil lagi, sedangkan due perempuan yang gile kat I, mereke ikut serta juge kerjain G, mereka pelek terhadap I,, kenape I dah tak joint kat mereke lagi,,, akhirnya bau rasa suke itu tercium kat kawan rapatnye I, ternyata I dah mulai suke kan G,,,
tiap mereka pause ngaji, mereka jajan, sedangkan G dibelanjakan makan oleh I, dan G mase thu takut, die fikir” apesal ni I baik sangat kat aku,, belanja aku makan pula,, owwhh die nak racun aku kot,,” dan seterusnye I mulai rapat siket dengan G, dan G pun dah terasa tak ade dendam lagi,,, mase makin berjaIan,, hubungan mereke semakin akrap, dan berjalan hingga 4 tahun....
after 4 tahun......
I pindah sekolah kat luar daerah, sementara G tak, tetap didaerah nye sendiri, mase thu hubungan mereke tak ade problem walaupun ade due perempuan yang beringin sangat kat I tapi tak dapat,, macem cara dah mereke buat, termasuk fitnah kan G, ancam kan G, tetapi care mereke tak sukses kot,, I punya kakak satu,, mase thu kakak I suke sangat kat G, tapi lama-lama kakak I mulai benci kat G sebab due perempuan yang gilakan I thu berhasil hasut kan kakaknye I,,,,
Lepastu I ajak jumpe G,, oh ya, lupee,,, setelah 4 tahun thu I dah masuk Sekolah Menengah Pertama class 3,, belum pindah dan G class 2, mereke satu sekolah,, dan mereke satu pengajian, pengajian malam pula, sebab dah besar, nah saat thu, di sekolah ade satu perempuan, boleh lah kite kate die chantek, satu room dengan I. name die iniasialnye M,,,, mase thu M suke kan I, bawa makanan kat sekolah bagi untuk I, belanjakan I makan, beri hadiah buat I, sampai I tepikan G.. hingga I jadian dengan M tanpa sepengetahuan G....
Mereke dah menjalin hubungan sampai satu semester, lame-lame hubungan orang thu tersebar seluruh sekolah,, emmmm siket mengenai wajahnye I, I thu handsome, perangainye oke degil sikit, pandai pikat hati perempuan,, sape pun yang tengok die semua nak beringin kan die,,
dah kite lanjut.... !!!!!!!
sampai mane dahh.. ye,, hubungan dah tersebar, tibalah ke telinganya G, saat thu G sangat terhancur, hatinya pecah, ya Allah saye tak kuasa lah nak cerite fasal sakit hati,, menangis tau,,,!!! Hhihihihi lanjut...
Lepastu G pendam rase thu, tak pun die terlihat hancur depan I, G belakon kuat jee depan I, dan I merase bahwa G tak jealous pada die, bertanda G tak cinte kan die, padahal G belakon kuat depan die, seolah-olah G tak terasa sakit,, hingga mase berjalan terus sampai habis sekolah menengah pertama,, lalu I pindah sekolah kat luar daerah,,, malamnye tiba ditempat pengajian I ajak jumpe kan G,, saat jajan malam, I berjalan di belakang G dab tiba-tiba,, I panggil G sambil tarek tangan G,,,

  I         : awak,,! Sekejap awak,,,! (sambil tarek tangan G)
  G        : sorry,, awak, saye tak boleh,, ini malam kot,,! Awak faham laa,, kalau waled tengok, saye tak nak lah dikire yang bukan-bukan,,, (sambil tengok tangan yang dipegang thu)
  I         : okey,, sorry,,! Tapi saye ade hal lah nak bincang kat awak,,! Boleh,,
            Jaaappp je,,,! (dengan wajah serius penuh memohon)
  G        : awak,,,! Saye tak boleh,, sorry,, (langsung jalan)

Dan I kejar di belakang sambil panggil,, awak,,,! Sekejap je,,! Awakk,,,,! Tolong lah,,,! Lalu kakak I muncul depan mereke,, dan berkate pada G,, “G nape dengan I ni,,! Bincanglah kalau ade masa alah,,, tenamg biar akak temankan, korang duduk kat sana je,, akak duduk kat sini,, okey,,! Kemudian G terima tawaran kknya I,, lalu mereke berdue bincangkan fasal thu,,

  I         : awak,,,!
            Saye nak minta maaf kat awak,, saye tau,, saye salah,, dah due kan awak,,
            Awak tak jealous kot saye buat macem ni,, saye tengok awak macem senang jee,, saye buat mcem ni,,
  G        : (senyap jee)
  I         : awak nape senyap jee,,!
            Awak bagi tau lah,, kalau awak ade sakit hati,, atau tak,,!
            Jawablah awak,,! (lembut dan sopan)
  G        : saye rase awak dah tau,, tak payah nak jawab lagi,,
            Saye kire awak tak sampai hati buat macem ni,,
            Nape awak tak bagi tau saye fasal awak tak cintekan saye lagi,,,
  I         : (jeda),,, saye minta maaf lah awak,, saye cintekan awak sampai bile-bile,,
            Tapi saye tak tau nape saye sampai buat macem ni,, saye rase awak yang tak cintekan saye lagi,, sebab mase saye buat thu,, awak tak kesah pun,, dan tak perdulikan saye lagi,,, (sambil tatap muka G)
            Awak pandang lah saye kalau saye lagi cakap,,,!
  G        : saye rase mase bincangan kite dah selesai kot,,!
            Saye nak balek ke bilek laaa,! (berdiri)
  I         : (menarek tangan G) sekejap awak,,,!
            Belum selesai,, masih banyak yang perlu kite bincangkan,,,!
  G        : awak,,,!
            Ini malam,,, tak baek due orang bukan mahram jumpe kat luar,,
            Nanti orang tengok ape kate,,,!
  I         : okey,,! Sekejap jee,,, !! ade hal yang nak sye tanyekan kat awak,,
            Awak jawab dengan ikhlas,,dan jujur,,!
            Awak masih cintekan saye,,,!
  G        : saye rase tak perlu saye jawab,, awak kan dah tau dari dulu,,!
  I         : tak,,,! Saye nak tau sekali lagi dari mulut awak,,!
            Jawab lah awak,,!!
            Sebab,,,,!!!
  G        : sebab ape awak,,!!!
            Awak nak kawen kee,,!
            Muda sangatlah awak nak kawen,,!!!
  I         : awak,,,,! Saye tak ajak gurau laah,,
            Jawab laa awak,, saye nak dengar sekali lagi dari mulut awak,,!
  G        : awak,,,!
            Saye cintekan awak dengan ikhlas tau,, dari dulu sampai sekarang cinte saye tetap hanya untuk awak, sorang jee,! Dan saye pun rela lepaskan awak dengan ikhlas,, asalkan awak bahagie dengan die,,!!! (dengan wajah yang sedih dan memandang I)
  I         : (merasa kasihan dan penuh dengan rasa bersalah sebab mendue kan G)
            Saye minta maaf awak,,,! Saye dah buat awak sepatutnye yang tak boleh saye buat,,!
Saye dah ingkar janji dengan awak,,!
            Ape yang boleh saye buat supaya awak dapat maafkan saye,,! (wajah sedih penuh bersalah)
  G        : awak tak payah buat ape pun,, saye dah maafkan awak,,!
            Awak jage cinte awak dengan die,, jangan sampai awak duekan die lagi,,!
            Saye ikhlas lepaskan awak untuk die,,! (sambil jatuh aer mata dalam kesedihannya)
  I         : saye minta maaf sangat-sangat kat awak,,
saye tak tau nak kate ape lagi,,! (sedih dan menyesal) (tukar topik)
awak,,,!!
            Saye nak sambung sekolah kat luar daerah,,,!
            Esok saye berangkat,,awak tak nak hantarkan saye,, bareng family saye,,
            Nanti kakak saye boleh jemputkan awak,,!!
  G        : tak pee,, awak minta jee kat M suruh hantarkan awak...!!
            Saye doakan jee,,!
  I         : M tak boleh,,,! Die ade acare kat rumahnye,,!!
            Awak jee yang saye nak,,,! Bolehhh,,!
            Saye janji,, saye sekolah betul-betul, lepastu saye balek sini lagi,, saye akan jumpekan awak,,
            Dan saye bagi tau awak kalau saye akan sukses bile awak masih bersame saye,,!
  G        : sorry awak,,! Saye tak boleh,, mama saye tak izinkan bile saye pergi jauh,, ape lagi dengan orang yang tak mama kenal,,!
  I         : esok kakak saye jemput kan awak kat rumah,, biarlah kakak saye yang minta izin,,
            Awak sekali jee,, hantarlah saye terahir kali ni,,!!
            Awak tau,,!
            Saye kat sana,, tak hanya sekolah jee,, saye ade ngaji juge,, awak doakan saye yee,,!
            Biar jadi ustaz, heheheehehhe
  G        : (senyap jee)
  I         : awak,,! Boleh kan esok temankan saye,,!
 G         : kalau M boleh hantarkan awak,,
            Ape awak masih nak mohon macem ni nak minta saye temankan awak,,!!
  I         : (perasaan) emmmmm kalau awak sanggop,, boleh lah awak hantar saye,,
            Dan saye pun senang bile cinte pertama saye hadir temankan saye, hantar kan saye cari ilmu yang luas,,!!
  G        : (sambil bangun, berdiri, dengan wajah kesel siket)
            Awak,, dah nak malam sangat ni,, saye minta diri dulu laah,,!!!
            Saye pun ngantok,,, nak tidurrrr heummm (senyum)
  I         : awak belum jawab tanye saye,,!!!
            Awak jawab laah dulu,,
            Awak esok temankan saye kan,,!!
  G        : (G tak beri jawaban langsung pergi)

Terlihat diwajah nya I, merasa nyesal dah buat G macem thu,, lalu I pergi jumpe kakak,, “akak,,,! Kakak die tak menjawab, hanya elus-elus bahunya I,, dan berkata “ pergi lah ke bilek,, akak pun ngantok sangat dah,,!” I jawab “ yee kak,,”! kemudian G masok bileknye, dan I kembali kebileknye juge, sementara kakak I masok bilek sendiri juge,,
Esok harinye, I nak berangkat, pagi-pagi waktu shubuh tiba I nak jumpe kan G sekali lagi,,! Karena semua santri yang ngaji kat sana shalat di mushalla, rupenya G tak ikut jamaah, die shalat sorang kat bileknye,, sebab dah tak nak jumpekan I lagi, dan tak nak tengok muke I lagi,,! Setelah itu semua santri pulang kerumah masing-masing, sementara I masih tunggu G keluar bilek,, dan G tak pun keluar-keluar dari bileknye,, akhirnye I tak sanggop tunggu G lagi dan pulang kerumahnye, takut nanti lambat perjalanannye,,,!!
Baru setelah itu G keluar bilek dan pulang kerumah sendiri,, tiba-tiba tengah jalan G bertemu dengan kawan rapat nye I dulu,, dan mereke berkate “ G kau masih berharap sangat ke I nak jadi boyfriend kau,,, mimpi jee lah,, kau tau M lagi best dari pada engkau lah G,, hahahhahahahahaha” dan G senyap jeee,, langsung jalan terus balek kerumahnye,,, hari berlalu, mase ke mase,, hingga 2 tahun,, setelah 2 tahun G dah masok Sekolah Menengah Atas, dan I dah pulang kerumah untuk libur beberapa hari,, setelah itu I pergi ngaji malam,, dan jumpe dengan G lagi,,
G mase thu pun dah ngaji tingkat paling atas,, sementara I lebih atas lagi, dah boleh kate nak jadi ustaz,, tapi belum jadi,, masih dalam proses, kalau ilmu nye G dengan I lebih tinggi I lah,, mase tupun class paling tinggi ya class G ngaji, dan I pun minta masuk class tersebut,, subhanallah semua perempuan yang ade kat class thu terpikat dengan suara I, dengan ke handsoman I, dengan perangai I,, semuanye berebutan,, sementara G tak perdulikan I lagi, sebab G dah terlanjur kecewa dengan ke angkuhannya I....
Kemudian, pengajian dah selesai dan biasenye ade hari khusus untuk pengajian tilawah, tapi siang,, G selalu ikut ngaji tilawah, suara G pun cukup merdu dan berdering sangat, bahkan slalu dapat pujian dari ustaz yang ajarkan ngaji tersebut,, dah tak penting kot, heheheeheh,,
Selepastu,, I malam thu jumpekan G,,,

  I         : assalamualaikum,,,!!! (sambil memberikan senyum)
  G        : waalaikum salam,, (balas senyum)
  I         : ape kabar awak,,,!
            Awak sehat,,!
  G        : alahmadulillah,, saye sehat,, awak sendri macem mane,, sehat juge kan,,!!!
  I         : yee,, alahmdulillah awak,,!
  G        : emmmmmm yee,,!
  I         : awak macem mane sekarang,,, sekolah awak lancar,,!!
            Awak dah beza,,! Tak macem dulu lah saye tengok,, banyak perubahan dekat awak,,!
  G        : (memberi senyum) saye nak masok bilek,, sorry,,!
  I         : eh,, sekejap awak (sambil sentuh tangannya lagi, dan G cepat respon)
            Oh sorry,,!! Sorry,,!!
  G        : saye kire awak dah berubah,, dah jadi ustaz,, rupenye belum,, (dengan senyum)
            Awak ade hal nak tanyekan,, ! saye tak boleh lame sangat, sebab tak baek pandang orang,,!
  I         : emmmmm,, tak,, tak ade,,!
            Okey laah,,,! Awak pergi jee,,! (sambil mempersilahkan G untuk pergi)
            Sorry,, fasal tady,,! (gugup)
  G        : (hanya memberikan senyum)

Lalu mereke berdue sambil merenungkan pertemuan tadi,, kan dah besar orang thu, wajarlah dah punya perasaan sedikit dewase,, kemudian hari demi hari,, mase demi mase, G mulai punya rase dendam kat I, dan I tak sanggop tahan perasaannye, minta balikan dengan G, dan berjanji tak kan pernah nak sakiti hati G lagi,, lalu G pun terima dan mereke berdue jadian kembali,,,
Ingat tau,, G punya prinsip,, kalau sudah jadi bekas die dah tak nak lagi,, ape lagi putus hubungan disebabkan pihak ketiga,, prinsip G sampai sekarang masih berlaku,,, die kalau dah jadi bekas orang dah tak nak lagi,,, tak ade yang nak kawen ya sudah,, yang penting kalau dah jadi mantan die,, die tak nak berulang-ulang pada yang satu,, itu prinsip G dari dulu sampai sekarang...
Rupenye G punya niat nak bales dendam,, nak buat hal yang same macem I buat dulu kat die,,, ingat ini suatu contoh yang tak boleh korang tiru okey,,, lepastu orang thu berdue dah jadi pasangan kekasih balek,,mereke menjalin hubungan thu selama 1 tahun,, lepastu I balek ke pesantrennye nak lanjut study nye,,,sementara G buat ulah kat sini,, G pacaran dengan lelaki yang satu class kat die sekolah, mereke makan bersame, jumpe setiap pause, akhirnye G berubah jadi perempuan setengah laki (tomboy) dah berpakaian gunakan jeans, pakek sepatu, pagi olahrage, sore olahrage bersame rekan-rekan sekolah,, dah jadi tak baek laaa,,,
Tapi ingat tau,, marwah dan kehormatan keluargenye tetap G jage,, tak sesekali die kecewakan keluarga nye, G buat macem thu sebab die dah terlanjur kecewa dengan cinta pertamenya,,  dah die pacaran dengan W,, W itu budak sekolah lain,, beza satu tingkat dengan G , tapi tiap sore W hadir olahraga kat sekolah G, sebab W banyak kawan laki kat sekolah G,, kesempatan G laah jumpe tiap hari kan,,!
Lepas tu mereke asik pacaran,, kemudian kat sekolah G ade buat pertandingan volly ball, W slalu hadir untuk sokong kan G, dan tim G slalu menang,, hingga tim G ikot pertandingan keluar sekolah, dan W slalu sempat kan mase untuk hadir buat sokongkan G,,, mase-mase thu hingga G tamat Sekolah Menengah Atas,,,,
Lalu G putuskan W tanpa sebab,,, hingga W kecewa, benci kan G, bahkan pernah bersumpah untuk G agar G dapat balesan yang same suatu mase nanti,, sementara G tak kesah fasal thu, sebab G dah pernah merasakan sakit hati terlalu dalem,,,,
Setelah itu, G cari boyfriend baru lagi,, dapat,,,! Die jadikan pacarnye lagi, dah menjalin hubungan selama 6 bulan,, G minta putus,, tanpe alesan ape pun,, dan cari yang baru lagi baru jumpe dengan S,, dengan S thu lame kot,, 2 tahun lah kurang lebih, nape die bertahan dengan S selama thu,, sebab S polos, tak degil, penyayang, jujur, tapi,,, heheheheheheh tak payah lah nak sebut kekurangan orang,, dah kite lanjut,,
Dengan S lame juga menjalin hubungannye, sebab mase thu S banyak sangat tolongkan G dari pertame nak masuk jenjang perkuliahan atau belajar ketingkat mahasiswa, S tolong semuanye, S uruskan semuanye hingga G jadi mahasiswa, dan G hanya keluarkan duet je,, dah semuanye berjalan dengan lancar,,, G nyaman je dengan die walaunpun S (........) tapi tak kesah fasal thu,, bahkan mase thu G tak punye niat nak sakiti orang lagi,,, dah berjalan 2 tahun,, G mulai buat ulah lagi,, dah berani nak gedik kat laki lain,, dan S pun tak kesah, saye rase S thu macem tak punya perasaan laaahhh,, hahahahaha,,, lanjut...
G buat ulah lagi, dan coba selingkuh, tak payah sebut namenye tak begitu penting,, hanya 1 bulan jee, lepastu ketahuan same S,, rupenye S betul-betul pelek laa,, tak ambil perasaan langsung fasal perselingkuhan ni,, aduhhhhhh,,, ape lah die,, ni,, manusia ke atau malaikat,, astaghfirullah,, !! hehehehe,, kita lanjut...
S tak mempersoalkan fasal selingkuh itu,, masih tetap terima G seadanya, seperti mase die terima dulu, cintenye S kuat sangat tau,, padahal G slalu sakiti die, keluarkan kate yang tak sedap,, G betul-betul wanita tak baek lah mase pacaran dengan S,, ape je G buat kat S, S tak terase sakit,, lalu G coba selingkuh lagi,, S tetap tak perduli, S tetap terimakan G ape adenye, tak pernah meterhokkan keadaan, S terima bende ape yang terjadi kat die,, betul-betul pelek laah kau S,,
Selanjutnya, dah berjalan mulus, G memang dah tak ade rase lah kat S,, G nak minta putus,, tapi tak ade alesan yang kuat, yang logi,, akhirnya ade sorang laki lain, yang baru G kenal,, yaitu L, die bearalasan nak minta putus kat S karena dah ade L, die nak pacaran dengan L, L pun mase thu bodoh nak pun die jadi pacar nya G,, lalu G minta jumpe kan S,, nak bincang fasal thu,,,

  G        : awak,,! Sebelum ni saye nak minta maaf dulu,,,
            (rasa tak tega nak putus S),,
  I         : ye awak,,, nape ni minta maaf,, tak biase pun awak minta maaf kat saye,,
            Ni pasti ade ape-ape lagi kan,,, awak cakap lah,,!
  G        : dalam hati “ ya Allah dari mane aku mulai ni,, macem tak tega lah aku sakiti die,, die tak pun pernah buat salah kat aku,, yang ade selama ni,, akuuuu jee yang buat hal,,aisssshhh”
            (memberikan senyum) hehehehe tak ade lah,,,
            Awak,, kite esok ade kelass kan,, awak boleh jemput saye,,
            Esok saye tak ade teman pigi laaa,, boleh,,
  I         : isshhhhh awak,,,! Macem orang asing jee mintanye,,, okey,, esok saye jemput,,!
            Ingat tau,, tak boleh lambat,, jangan buat saye menunggu slalu kat sana,,
            Awak kenag belajar disiplin lah thu,,!
  G        : emmmmmm yee laaaa, (kesel)

Dah, tak jadi putus, habis mereke dah jumpa.. G pulang kerumah, dan S pun balek kerumah, ketika G sampai dirumah lalu L tanye,, lewat telefon,,, sikit mengenai L, sebenarnye L thu orang nye biase je, tak ade yang istimewa kat die, tak ade ape-ape,, sebab G nak cari alesan buat putuskan S,, maka L laa mangsenye,, kasihanlah kat L,, L pun perangainye tak baik, mulutnye die thu macem ah, tak baik kot cerite kan keburukan orang.... L cell G
Gring,, gring,,,,,,,gring,,,!!!
  G        : hallow,,!!! Assalamualaikum.....
  L        : walakumsalam,,, ape kabar awak,,,!
            Sehat,,,!
  G        : yee, alhamdulillah saye sehat awak,,!
            Nah,,! Awak sendiri macem mane,, sehat kan,,!
  L        : alhamdulillah,,,

Tak basa basi lain pun, langsung nak tanye fasal G dah putus belum dengan S,, nampakkan perangai L macem mane,, lanjut,,
  L        : awak,,! Macem mane dah dengan S,, dah bagi tau kat die belum kite dah jadian,,
            Awak,, kalau cepat cerite lagi best tau,,,, jangan lame sangat lah simpan hubungan kiterang,,,!
            Saye nak awak sorang-sorang buat saye jeee,!
  G        : dalam hati “ya Allah,, lelaki ape ni yang dah aku jadikan tumbal,,,die beringin sangat kee aku putus kan S,, die serius tak ni jalin hubungan dengan aku,, ishhh”
  L        : awak,,! Ade dengarkan saye cakap,,!
            Awak,,,! Hallow,,!
  G        : (terkejut) yee awak,,!
            Emmm ade,, ye saye dah nak coba bincangkan fasal thu,,,
            Tapi,, saye rase belum masenye kot,, sebab belum ade problem yang boleh jadikan masa alah,,,
            Awak sabar sekejap eeee,,!
  L        : eemmmm okey lah,, tak ape lah awak,, saye tuggu sampai awak betul-betul buktikan kalau awak cintekan saye,,!
            Kalau macem thu,, dah dulu laah awak,, saye lagi belajar ni,, nanti laah saye cell lagi yee,!
  G        : emmm okey lah,, assalamualaikum,,, jage diri elok-elok yee,,
  L        : walakumsalam,,, yee,, awak juge tau,,! (tutup telefon)

L thu sebenarnye, die pelit,,suke meperhitungkanlah,,, tapi G tak mempersoalkan masa alah itu, sebab tujuan utama G nak jadikan L sebagai tumbalnye, agar punye alasan boleh putuskan S,,, perangai G tak baik untuk di contohkan,,,
Lepastu G diam kan S selama satu minggu, tanpa komunikasi langsug kat S,, perasaan G terhadap S semakin hari semakin hilang,, rasa sayangnya pun juge hilang tiba-tiba, hingga keputusan G sudah memuncak nak putuskan S betul-betul,,, lalu, S tak perdulikan dengan diamnya G selama thu, S masih menganggap remeh fasal hal thu, akhirnya kabar dah tak ade lagi, S dah mulai telephon G lagi, dan G tak pernah angkat, S messege tak pernah G replay, mase thu berjalan hingga sampai satu bulan,,
Kemudian S datang kerumahnye G nak jumpekan G,,, ya Allah, mase thu sedih sangat laahh tak kuase nak cerite,, S menangis dan mohon jangan tinggalkan die, tetapi keputusan G tak boleh digugat tau, G tetap pada pendiriannye, tetap tak boleh terimakan S sebagai kekasihnye lagi... sebab kalau orang dah tak cintekan lagi, nak kate ape pun tetap tak cinte kot....
Akhirnya G tetap tak terima S lagi, dan S pulang dari rumah G dengan aer mata berlinang, dan G hari itu bersenang-senang kat L, kemudian G mulai rase nyaman kat L dan benaran cintekan L, rupenye L itu punya perangai yang tak baek, die pun punya selingkuhan kat die ambil stduy tu,,,
Masih untung G belum punya perasaan yang mendalam, sampai akhirnya bau busuk L itu tercium di hidungnye G, G buat ulah lagi, seolah-olah G tak tau ape-ape, G senyapkan kabar kat L, G tak pernah komunikasi dengan L selame satu minggu, rupenye L pun nak buat hal yang same, senyapkan kabar selame satu minggu, hingga ahirnye hubungan mereke renggang, dan putus tanpa kejelasan yang pasti,,,
Lalu G tak berdiam diri macem thu, langsung nak cari pengganti yang baru lagi, dapat kawan satu college L namanya C, G menjalin hubungan dengan C atas dasar balas dendam kat L, berjalan hingga satu tahun setengah, lalu hubungan G dengan C renggang lagi, dan tak ade penghujungnye, rupenye C itu punya selingkuhan juge, lebih busuk C lagi ketimbang L, sebab C pandai menutupi kesalahannye dan nampakkan kesalahan orang lain, maksudnye C salahkan wanita lain, die nak kate wanita ini suke kan die, seolah-olah die handsome sangat, sehingga banyak wanita gilekan die, beriya sangat nak die jadi pasangannye, padahal C sendiri yang gedik kat wanita lain.
Akhirnya perangai belang thu tercium kat G, dan G senyapkan khabar selama 1 bulan, hingga G menemukan bukti yang kuat untuk memutuskan hubungannye, tetapi duluakan C memutuskan hubungan percintaan itu, C membuat macem thu supaye G nak mohon-mohon kat die, macem mase G senyapkan kabar, dan C mohon-mohon kat G supaye tak tinggalkan C, ternyate G sakit hati dan kecewa berat atas perangai C yang tak serenok itu dengan memutuskan G, lalu G tak perdulikan C lagi, dan C terus menerus hubungikan G lagi, nak minta maaf, nak minta balikan lagi,,, G dah tak nak C lagi, dah jijik tengokkkan C dah benci sangat kat C,, tapi takut nanti bile benci sangat kat C,, jatuh cinte lagi,,, hingga G memutuskan untuk tak ade komunikasi lewat media apepun... hingga G sekarang dah jadi wanita seperti dahulu lagi, kembali pada jalan yang benar, dan memohon ampunan pada Allah atas setiap perbuatan yang ia lakukan dahulu sekarang dan nanti,, die akan menjadi wanita yang sholeh macem die dahulu mase kenal I,,
Sementara I sekarang dah jadi lelaki yang macem tak tau agame, dah berpakaian semacem anak gaul, menggunakan jeans pendek, dan jeans kuncup bawah, rambut tak pernah ia potong lagi, dah macem orang tak berpendidikan,,, sedangkan C sekarang ini asik-asik hubungi G, cari tau fasal G, dah jadi ape G, dah bersuami belum, nak tau semua fasal G leawat kawan rapat G, sementara yang lain entah kemane tak tau yang pasti semua itu ade karma, sebab bile kite meperlakukan orang lain tak serenok, maka balesan untuk kite pula tak seronok, semoge saje, perbuatan ini menjadi contoh untuk orang lain agar tak ade yang ikut jejak macem ini, karena hukum karma itu ada.

Ingat waktu...

Keren....
Entah siapa yg membuat rumus seperti ini, tp ini emang keren banget

​MATEMATIK VERSI BARU...​

Jika:
A = 1
B = 2
C = 3
D = 4
E = 5
F = 6
G = 7
H = 8
I  = 9
J  = 10
K = 11
L = 12
M = 13
N  = 14
O  = 15
P = 16
Q = 17
R = 18
S =  19
T =  20
U = 21
V = 22
W = 23
X = 24
Y = 25
Z = 26

apakah yg membuat kesuksesan/ keberhasilan hidup menjadi 100%.......???:

​H+A+R+D+W+O+R+K​ (Kerja Keras) : 8+1+18+4+23+15+18+11 = 98%

​K+N+O+W+L+E+D+G+E​ (Pengetahuan) :
11+14+15+23+12+5+4+7+5 = 96%

​L+O+V+E​ (Cinta) :
12+15+22+5 = 54%

​L+U+C+K​ (Nasib) :
12+21+3+11 = 47%

Tidak ada yang jadi 100%.
Apa yang membuatnya jadi 100%..???

Adakah money..?

​M+O+N+E+Y​ =
13+15+14+5+25 = 72%    NO..!!!

Leadership..?
​L+E+A+D+E+R+S+H+I+P​ =
12+5+1+4+5+18+19+8+9+16 = 97%  NO...!!!

Ternyata apa yang membuat menjadi 100% adalah :

Coba lihat yang ini...

​S+E+D+E+K+A+H+J+A+R+I+A+H​ 19+5+4+5+11+1+8+10+1+18+9+1+8 = 100% 👍

( nilai saham akhirat kita. )

​​KEBETULAN atau TIDAK...?  tapi itulah MATEMATIKA​ *Assalamu'alaikum...​

Satu fakta angka angka yg menarik untuk kita fikirkan :

Adakah kita sadari...???

          Aceh
          Tsunami
          26-12-2004
       
          Bohemia
          Gempa
          26-11-1902
       
          Jogja
          Gempa
          26-05-2006

          Tasik - Jawa Barat
          Gempa
          26-06-2010

          Gunung Merapi
          Meletus
          26-10-2010

          Jambatan Tenggarong
          Samarinda, Indonesia
          Runtuh
          26-09-2013


          Mengapa semua ini
          Terjadi  pada Tgl. ​26​

          Apakah ini suatu kebetulan??

          Bukalah dan bacalah
          ​Al-Quran Juz ke: 26​

          Allah SWT telah berfirman.

          Bunyinya :

          ​"Sedikit waktu lagi Aku akan menggoncang kan langit dan bumi, laut dan darat".​

          ​Biar mereka semua tahu bahwa Mu'jizat Allah itu ada !!!​       

          Jika sudi...

          Sampaikanlah kepada hamba Allah yg lain... wallahu'alam...

​Ternyata Cuma 1.5 jam⌚ saja Umur Kita hidup di DUNIA 🌎 ini.​

🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱

Mari kita lihat berdasarkan Al-Qur'an sebagai sumber kebenaran yang hakiki
🔎    ​1 hari akhirat = 1000 tahun dunia​
🔎 ​24 jam  akhirat = 1000 tahun dunia​
🔎   ​3 jam  akhirat =    125 tahun dunia​
🔎 ​1.5 jam  akhirat =  62.5 tahun dunia​

Apabila umur manusia itu rata-rata 60-70 tahun, maka hidup manusia ini jika dilihat dari langit hanyalah 1.5 jam saja.

Pantaslah  kita selalu diingatkan tentang masalah waktu. ⌛⏰

Allah berfirman : ​"Kamu tidak tinggal (di dunia) melainkan sedikit masa saja, kalau kamu dahulu mengetahui hal ini (tentulah kamu bersiap sedia)"​

Semoga bermanfaat bagi kita semua untuk meniti perjalan hidup kita ini.

​Kuatkan berfikir utk akhirat​.
Karena dunia ini akan kita tinggalkan.

Fokus akhirat
Itulah tempat kita akan hidup seterusnya.

​Ingatlah ini :​
untuk diri saya sendiri.
​Mayat orang Islam yang tidak sembahyang pada 1000 tahun dulu masih disiksa hingga kini.​

Allahuakbar!!! 1 waktu kita tinggalkan sholat sama dengan  8000 tahun siksaan neraka. Jika kita sehari 5 waktu x sholat?

5 x 8000 = 40.000
tahun.

​Subhanallah...​ 😫😭
Ingat waktu ingatlah... waktu kita hanyalah 1,5 jam didunia ini...
Perbanyaklah amal shaleh agar lancar menuju akhirat nanti...
Amin...!!!

PILIH JADI DOKTER ATAU JADI HAKIM, TERNYATA JADI

Ada dua keinginan: Pertama, menjadi dokter (terlalu berat) atau perawat, agar bisa membantu orang yang lemah cepat teratasi di hospital...