6

GADIS

GADIS
Di desa ini lahir seorang wanita. Sebut saja Gadis namanya. Anak bungsu dari tujuh bersaudara....

Gadis ini punya karakter tegas, keras kepala, tidak mau mengalah dan tetap pada pendiriannya. Dia tidak suka ikut campur urusan orang lain dan juga tidak ingin ada orang yang suka ikut campur urusan dia. Kegiatan dia seharihari selain bekerja di lembaga tersebut yaitu menulis, membaca, dan membuat artikel tentang gambaran hidup yang penuh dengan lika-liku kehidupannya, artikel tersebut dia ambil dari pengalaman orang-orang yang berada disekitarnya, disamping membuat artikel dia juga mengarang novel yang berisi tentang kisahkisah cinta yang di alami oleh orang-orang disekitarnya pula. Tempat tinggal dia di sebuah desa terpencil jauh dari kota dan sangat sulit jangkauan internet di tempat tersebut. Hari-hari dia sebelum bekerja hanya memandang pemandanganpemandangan yang indah di sekitar tempat tinggalnya yang dikelilingi oleh gunung-gunung dan sawah-sawah, lingkungannya bisa dikatakan serba hijau dan sangat sejuk udaranya juga cerah cuacanya. setiap pagi ia keluar rumah untuk jogging seusai shalat subuh sendirian, dan selalu terpasang handset ditelinganya sehingga orang-orang memandang dia sebagai wanita yang kurang normal, Karena dia tidak suka bergaul dengan wanita-wanita lain didesanya sendiri, dan jarang berkumpul dengan orang-orang disekitarnya hanya saja hari-hari dia dipenuhi dengan menulis, membaca, mendengar music dan mengambil foto yang pemandangannya sangat indah.Ketika dia belum bekerja di lembaga tersebut, setelah dapat gelar Sarjana Hukum kebingungan tidak tahu bekerja apa, dan akan jadi apa. Dalam bayangannya Cuma bisa menghayal dan berharap hayalannya jadi kenyataan. Setiap hayalannya selalu dia tulis dalam lembaran buku mirage yang buku itu dia potong jadi dua bagian, satu bagian dia tulis warna-warni kehidupannya yang sangat sedih dan satu bagian lagi dia tulis warna-warni kehidupan hayalannya yang ingin dia capai dan berharap akan jadi kenyataan. Saat itu dia termenung di sebuah tempat yang selalu dia datangi dan sulit untuk orang lain datangi Karena tempat tersebut jarang orang lain tahu, bahkan keluarga dia sendiripun sulit untuk datang ketempat itu, disebabkan tempatnya dalam sebuah hutan dan harus melewati hutan baru bisa menemukan tempat dia duduki yaitu sebuah bukit kecil yang berada dipinggir desa dan dekelilingi oleh sawah disekelilingnya, biasanya hanya orang-orang tertentu yang bisa melewati tempat tersebut Karena orang-orang didesa itu menganggap bahwa hutan yang dilewatinya banyak binatang yang berbahaya, jadi jarang orang datang ketempat itu. Akan tetapi Gadis tidak pernah takut dan selalu ia datangi. Ketika di sana dia menikmati indahnya bukit yang dikelilingi oleh sawah disekelilingnya dan mengambil foto lalu dia tulis beberapa cerita tentang hidupnya yang sedih kemudian dia ubah kedalam hayalannya berharap akan jadi kenyataan.
Hampir setiap hari dia menulis dan terus menulis tentang hayalannya itu, tetapi kalau pagi sebelum kesana dia jogging terlebih dahulu dan selesai jogging dia lakukan semua aktivitas dirumah menyapu, mencuci dan memasak lalu dia pergi kebukit tersebut untuk menikmati pemandangan disana, juga menghayati hidupnya yang begitu menyedihkan bahkan terkadang dia menangis di sana dan memohon agar hidup dia berubah Karena dia tidak sanggup harus hidup dalam penderitaan terus menerus bahkan dia tidak ingin hidup dengan meminta pada orang tua selalu, jika di depan keluarga dia terlihat sangat kuat tetapi hati dia sebenarnya sangat lemah dan tidak mampu melihat keluarga terus menerus merasakan kepedihan. Kegiatan hari-hari keluarganya yaitu pergi kesawah dan mencangkul sawah untuk membiayai hidup keluarga juga membiayai dia kuliah sebelumnya, akan tetapi selalu yang tertera dalam pikiran dia adalah bagaimana cara membalas budi orang tuanya yang susah payah membiayai dia untuk mendapatkan gelar sarjana sehingga dia punya niat untuk mengubah ekonomi keluarganya. Kemudian kalau sudah waktunya shalat, dia pulang kerumah dan shalat dirumah tidak lupa dia selalu membaca surat Arrahman Karena surat Arrahman itu berisi pertanyaan tentang “Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan dan setiap pertanyaan itu mempunyai jawaban yang berbeda-beda, lalu arti dari ayat satu sampai 12 berisi tentang gambaran alam, bumi, buah-buahan juga keadilan (neraca), dia sangat suka pada surat tersebut Karena arti Arrahman adalah  Allah Yang Maha Pemurah, dengan ia mengetahui arti dari surat tersebut maka dia semakin gemar dan semakin rajin membacanya untuk mengharapakan pemurah dari Allah, bahkan dia mengaji dengan irama yang sangat merdu. Tidak lupa juga setiap jam 10 dia melakukan shalat dhuha di bukit tempat dia datangi dan menyanyikan doa dhuha dengan suara yang merdu dan irama yang sedih, terus menerus ia lakukan seperti itu setiap hari.
Kemudian suatu hari tanpa terduga ada seorang pemuda yang melakukan penelitian terhadap tumbuhan Karena pemuda tersebut belajarnya ilmu biologi, nama pemuda tersebut adalah Rafal. Pemuda itu mendatangi bukit tersebut bersama rekan-rekannya dan membuat penelitian tentang tumbuhan tidak tersangka pemuda itu melihat Gadis sedang melakukan shalat dhuha disana, saat itu masih pagi jam 9. Mereka melihat Gadis sedang shalat dan pemuda itu kurang ilmu tentang Agama, sementara kawan-kawannya paham tentang Agama sedikit, lalu pemuda itu heran dan bertanya pada kawan:
Rafal : kawan,,,! Apa yang sedang wanita itu lakukan, ?
Kawan : hahahahahahhahhahahah ketawa ramai-ramai, dan berkata “ya sedang melakukan shalat, ah kamu ini, sudah lama tinggal di kota besar, shalat saja tidak mengerti,,!
Rafal : saya mengerti shalatnya walaupun saya jarang melakukannya, tetapi kenapa jam 9 pagi dia shalat, apa kurang waras dia ini, inikan belum waktunya shalat…! (sambil melihat jam dilengannya)
Kawan : kamu itu gimana sih, katanya paham tentang shalat, ini kan waktunya dhuha, ya dia sedang melakukan shalat dhuha laah,… emmmmm gini, kamu bilang tadi mengerti tentang shalat, nah berapa rakaat shalat dhuhur..?
Rafal : ah sudah lah, (dengan wajah kesel)
Kawan : hahahahahahaah rafal,,,rafal,, kamu ini aneh,,! (sambil terus melakukan penelitiannya)
Rafal tidak memberikan jawaban terhadap pertanyaan kawannya, mengenai Rafal, dia ini orangnya cuek, pendiam, manis, beribawa, dan suka mengalah. Tetapi dia punya karakter pemaksaan yaitu suka memaksakan kehendak tanpa ingin tahu keadaan orang lain. Dia berasal dari keluarga yang berada, masih punya orang tua lengkap, tanah air orang tuanya yaitu desa yang dia datangi ini, lalu orang tuanya pindah tugas kekota besar dan Rafal dibesarkan di sana, tetapi dia punya nenek di desa ini, jadi setiap membuat penelitian selalu datang kedesa ini dan menginap di rumah nenenknya. Nenek Rafal adalah seorang kepala Madrasah desa ini. Umur Rafal beda tipis dengan Gadis yaitu 22 tahun, dan sedang menyelesaikan pasca sarjana dan saat itu dia melakukan penelitian tentang tumbuh-tumbuhan dan sejenis lainnya. Kemudian mereka juga mengambil foto di sana, dan mengambil tumbuh-tumbuhan yang mereka anggap perlu untuk membuat penelitian. Ketika malam tiba Rafal dan reka-rekannya pulang ketempat neneknya Rafal dan menginap di sana, lalau Rafal memasukkan MC ke dalam laptopnya untuk melihat hasil foto yang di ambil tadi siang tanpa terduga dari keseluruhan fotonya ada satu foto yang Nampak wajah gadis sedang melakukan shalat dhuha, dan Rafal memandang foto tersebut sedalam-dalamnya punya hasrat keinginan untuk berjumpa dengan si Gadis. Kebetulan rumah nenenknya sangat besar dan punya tingkatnya dan mereka tidur di atas satu kamar ramai-ramai, ketika Rafal sedang asik pandang foto Gadis yang sedang shalat, tiba-tiba kawannya mengejuktkan dan berkata :
Kawan : hey,,,,! (sambil memukul di bahu Rafal) cieeeeee, hahahhaha sedang
pandang gadis desa ni,, dalam-dalam pula pandangnya,, punya hasrat apa thu,,,! Hahahahahahahahaha (ketawa ramai-ramai)
Rafal : ishhhhhhh,,,! Kalian ni, mengganggu saja, saya heran sama wanita ini, dan saya ingin jumpa dengannya,,,(sambil memikir dan menaruk telunjuk di dagunya)
Besok kalau kita lihat dia lagi, kita datangi dia, dan saya ingin melihat langsung wajahnya, kalian setuju,,,,!!! (sambil mengarahkan telunjuk kewajah teman-temannya)
Kawan : hey,, hey,, broooo,, sejak kapan ni kamu suka sama gadis desa, kamu inikan sukanya gadis seksi, modelin, make up tebal, pakai bulu mata panjang, alis tebal,,,, (dengan ejekan lelucon) nah yang ini tidak ada satupun yang seperti kamu suka….. apalagi punya alis tebal Ya enggak brooooooo…(menanyakan kepada kawan lain dengan ejekan) hahahahhahahahahahahhha
Rafal : (sambil senyum-senyum sendiri dengan wajah penasaran),,, saya akan datangi besok dan akan saya jumpai dia langsung, saya suka padanya….!
(sambil arah kekawannya) hey,,,! Besok pagi-pagi tolong bangunkan saya ya,,, saya akan temui dia ini, (sambil tunjuk foto) akan saya temui…!!!

: hahahahhahahahhhaha, kita lihat besok bisa bangun pagi tidak ya,,,hahhahahah
(langsung Tarik selimut dan tidur)
Dan mereka asik ketawa besar-besar dan asik buat lelucon tentang Rafal, menganggu rafal dan terus-menerus mengejek-ngejek Rafal dengan lelucon membandingkan gadis desa dengan gadis kota yang sering Rafal ceritakan pada mereka…….dan seterusnya… lalu Rafal sudah tidak sanggup dengar ejekan itu, dia turun kebawah dan menemani neneknya. Neneknya sedang nonton TV:
Rafal : nek,,,! Nenek belum tidur, sudah malam begini,,, ah nanti sakit loh nek,,! (sambil manja pada neneknya)
Nenek : ah,,, sudah biasa nenek tidur telat,, nih, Rafal kok belum tidur, mana kawan yang lain,
Rafal kan capek, tidur sana, nenek masih pingin nonton,,,
Rafal : enggak bisa tidur nek,, Rafal,,, rafal (gagap)
Tiba-tiba turun kawan-kawanya dan ketawa besar-besar sambil mengejek-ejekan
rafal
Kawan : hahahahahahahhahahah (ketawa rame-rame) nek, mana bisa tidur, Rafal tadi habis jumpa sama bidadari desa ini nek,,! Hahahahahaah
Rafal : hahahahahaha (ketawa ngejek) enggak lah nek,,,,,! (dengan manja)
Ah, kalian ini, apa pula bilang seperti ituuuu,,, (arah pada kawan)
(arah pada nenek) tidak nek, Rafal lagi mau tanya sesuatu pada nenek ni, tapii……..(ragu-ragu) nenek jangan bilang sama bunda ya,,,! Hehehehe
Belum habis Rafal bicara langsung kawannya nyawut dan memperlihatkan foto Gadis pada neneknya
Kawan : nek,,! Lihat ini, Rafal demen banget nek, sama perempuan ini,, !
Cantik tidak nek, ah saya rasa nek, Rafal keserupan ni, Rafal kan sukanya sama yang tebal-tebal alis,,,
Ya nggak broooooo, hahahahahaha ( sambil ketawa )
Rafal : (bangun dan merebut foto tersebut) hey,,, bawa sini fotonya…….
Nek, Rafal naik ke atas ya,,,! Heh (senyum sinis)
: (kawannya bawa lari foto itu ke atas kembali) ayoooooooooo, kita bawa tidur gadis ini hahahahahaha
Lalu Rafal mengejar kawannya, sambil berkata “hei bawa sini fotonya, hei, ishhhhhh kalian ini” sambil lari ditangga. Sementara neneknya kebingungan, dan tidak open masalah anak muda, membiarkan saja mereka ketawa dan bercandacanda.
Esok harinya pagi-pagi Rafal bangun dan membuka jendela, lalu tiba-tiba Gadis lewat depan rumahnya dan rafal melihat Gadis sedang jogging melewati jalan depan rumah neneknya, lalu Rafal pandang gerakan larinya Gadis yang begitu menggoda, asiiikkkkkkkkk pandang dan sampai Gadis menghilang jauh dari rumah neneknya, lalu Rafal membangunkan kawan-kawannya…
Rafal : woiiiiiii,,,,,,,! Bangun,,, bangun,, cepaaattttttt,,! Wanita itu tadi lewat disini,,, (sambil pukul kawannya pakai bantal)
kawan : ah,, apaaaaaa sech, kamu ni menganggu orang tidur saja,,,
sana kamu kejar adja, ahhhhhhh,,,,,!!!! (tidak mau bangun dan membalikkan kearah lain)
Rafal : ishhhhhhhh kalian ini,,, asik tidur adja,,, woiiiiiiiiiiiiiiiiiiii bangunnnnnnnn (teriak ditelinga mereka)
Kawan : (terkejut dan bangun) yaaaaaaaaaaaaaaaa (balas teriak)
Lalu mereka bangun dan saling mendahului kamar mandinya, masing-masing mendorong dan pingin cepat-cepat masuk kekamar mandi dan mendorong kawan lain, terus menerus seperti itu mereka lakukan…. Setelah mereka siap semua lalu mereka turun dan makan bareng dengan nenek..
Rafal : nek,,! Nenek tidak dinas hari ini, (bertanya pada Nenek sambil jalan kearah meja makan)
Nenek : dinaas,,,! Sebentar lagi nenek pergi, ini juga sudah siap-siap nenek mau pergi, kalian makan terus ya,, yang banyak makannya ya,,,!
Oh iya,,, nanti mungkin nenek telat pulang sedikit, apa-apa minta saja sama bibi di rumah ya,,,!
Rafal, nenek pergi ya,,,, jangan lupa nanti kalau ada waktu singgah ke madrasah nenek, lihat-lihat juga, jangan asik dengan tumbuhan saja,,, nenek pergi ya,,,,
Rafal : iya nek,, ! hati-hati nenek di jalan,, (sambil salam dan cium kening Rafal, kawan yang lain juga ikut salam sama nenek)
: hati-hati nenek di jalan, Cucu nenek kami bulli lagi ya,,,! Hahahahahaha (nenek tidak terdengar kata-kata ini)
Rafal : ish kalian, buat saya marah lah, mana foto semalam kalian taruh,,! (sambil ulur tangan dan meminta kembali foto tersebut)
Kawan : santai,,, broooooo,, tenang foto itu masih tersimpan, makan dulu
yuk,,, laperrrrrr ni,,,!
(sambil elus perut dan datang kemeja makan)
Kemudian mereka makan sama-sama, setelah makan mereka melihat-lihat daerah desa itu, dan mendatangi semua sawah yang ada di desa itu. Lalu setelah mengelilingi seharian di desa, mereka juga mendatangi bukit yang sering Gadis datangi, ternyata Gadis tidak ada di sana dan Rafal merasa kecewa, dia berharap dapat jumpa Gadis disana ternyata tidak. Terus mereka langsung pulang kerumah dan istirahat. Sampai di rumah Rafal bertanya pada kawannya :
Rafal : Friends, kamu tadi lihat enggak,,,? wanita itu kok tidak ada di sana,,,! Kemana perginya dia,, Ah,! (wajah kecewa) aku ingin sekali jumpa dengan dia tadi, mau tengok wajahnya langsung,,,! Tapi…….. Heummmm (wajah males)
Kawan : eh,! Brooo… santai laaaa, kita masih punya waktu tiga hari lagi,, besok kita datangi lagi tempat itu,, pasti besok dia ada disanaaa,,, kelihatannya semacam pingin sangat laaa thuuuu,,, hahahahahahha (ketawa ramairamai)
Rafal : entah laaaa,,,Brooooo! aku rasa semacam ada perasaan suka terhadapnya, padahal aku lihat dia langsungpun tidak brooo,,! Ah,,,! Semakin bingung dengan perasaan ini….!
Kawan : wahahahahahhaha, woiiii brooo,,, serius ni,,! Sama gadis desa kamu
suka,, Ckckckckckckckckkc, broooooo,,, masih waras kan,,,,! Hahahahahah (sambil taruh telapak tangan dikepala Rafal)
Rafal : ah,,,,! Sudahlah,, Aku laper ni,,,! Mau masak indomie dulu,,, (sambil kedapur) dan bertanya pada bibik.
Bibik,,,! Ada indomie bik,,!, tolong masainlah,, laper kami bik, (sambil elus perut depan bibik)
Bibik : wah,, den Afal,, enggak adda,,! Sudah abissss, yasudah, biar bibik beli dulu ya,,! Tunggu ya,,! Bibik ke pasar sambil belanja ni,,,!
Rafal : eh,, eh,, tak usah bibik,,,! Biar Rafal pergi sama kawan-kawan Rafal saja, biar Rafal beli sendiri, kalau bibik pergi ke pasar, ah, malah telat

lagi dapat makan indomienya,,, bibik tunggu di rumah okey,,, Tetap di rumah,,! Okey, kami beli bibik masak, jangan ke pasar dulu…. Tidak lama… okey… okey  (sambil lari dan mengambil kunci motor) Kawan : wooooiiii kemaanaaa brooooooo, ikut dong…..!
Rafal : di rumah adja tunggu, gak lamaaaa,, okey,,,, beli indomie ni,,! (sambil lari dan teriak)
Kemudian Rafal pergi ke kede-kede terdekat rumah neneknya, sampai di kede tersebut rafal beli beberapa indomie, lalu rafal mau bayar, tiba-tiba rafal lupa bawa dompet dan tidak ada uang untuk membayarnya, terus dia mau telepon kawannya suruh bawakan uang untuk bayar indomie tersebut ternyata HP pun lupa juga dia bawa, habislaaaaa malu dia… Lalu muncul si Gadis di sana sedang lewat di jalan ingin membeli indomie juga dan semua perempuan yang ada di kede tersebut berbisik mengejek-ejekkan dan menyindir-nyindirkan Gadis lewat dan mengatakan macam-macam kata jelek untuk Gadis, sementara Gadis tidak perduli kata-kata yang mereka keluarkan, Gadis hanya senyum dan tunduk saja tanpa membalas dengan kata buruk, dia langsung membeli indomie…
Gadis : Assalamualaikum Bukk,,,! Saya mau beli indomie 5 biji, dicampur rasanya ya,,,! (suaranya begitu lembut dan sopan)
Sedangkan rafal memandang wajah Gadis begitu lamaaaaa, sementara Gadis tidak menoleh sekalipun kehadapan Rafal, seolah-oleh bagi Gadis tidak ada orang yang memandangnya sekalipun dia tau Rafal sedang memandangnya begitu lamaaaaa. Lalu Rafal berkata :
Rafal : Boleh saya pinjamin duet sebentar,,,! (dengan wajah malu) saya lupa membawa dompet…! (matanya tidak pindah-pindah terus memandang)
Gadis : (tidak menjawab dan langsung bertanya pada penjual) Buk berapa total semuanya, tambah punya dia juga ya buk (sambil menunjuk ke arah Rafal)
Penjual : semuanya 20.000-, sekalian punya dia…
Gadis : ini duetnya buk,,,! (lalu mengarahkan kehadapan Rafal dan berkata) ini tidak usah dibayar, anggap saja sedekah dari saya,,, heummmm (senyum manisnya)…
Lalu Gadis mengambil uang kembaliannya dan langsung pergi dari kede tersebut, sementara perempuan-perempuan di sana semuanya kaget melihat Gadis bersikap seperti orang yang sangat normal dan sopan, dimana yang mereka duga selama ini yaitu Gadis adalah perempuan yang bodoh, kurang normal, dan jarang bicara sama orang bahkan tidak tahu cara bicara pada setiap orang Karena kerjaannya Cuma rumah dan bukit, tidak ada tempat lain. Setelah itu mereka juga baru dengar suara lembutnya, senyumannya dan sopannya Gadis yang begitu menakjubkan dan tidak tersangka di balik jalan tunduknya Gadis ada sesuatu yang luar biasa tersembunyi, mereka menganggap bahwa Gadis jalan tunduk disebakan kurang normal, malu menatap orang, dan ideot.
Kemudian Rafal mengejarnya di belakang untuk mengucapkan terima kasih pada Gadis, tetapi Gadis tidak dapat di jumpai lagi oleh Rafal, disebabkan Gadis sudah pergi dengan cepat dan melewati jalan pintasnya sebelah hutan besar, sedangkan Rafal tidak berani melewati hutan tersebut Karena takut belum pernah dia datangi, hanya saja Rafal sudah mengetahui bahwa jalan hutan itu bisa menembus rumah Gadis tersebut dan berniat akan mengajak kawannya besok kesana, terus Rafal putar balik motornya lalu pulang kerumah neneknya, sementara kawankawanya dirumah sudah kenyang dengan kelaperan yang menunggu Rafal beli indomie begitu lama. Sampai dirumah kawan-kawan Rafal :
Kawan : ishhhhh kau ni Rafal, pergi kemana beli indomie begitu lamaaaa,,, Ah, udaaaa kenyanglah kita ni dengan angin,,,,, berapa kilo perjalanannya hah, kau beli indomie thu,,! (dengan wajah kesal)
Rafal : sorry,,, brooooooo,,! Kali ini aku sangat happy sampai lupa waktunya,
hahahhahhahah sebentar Okey,,,,! aku kasih ini dulu untuk bibik masak,,,! (sambil lari kedapur)
Kawan : woiiii,,,, percuma kau kasih thu,,, Bibik udaaa keluarlaaaa bro,,,! Belanjaaaaaa,,,,! Kau thu lama sekali,,, Pergi jumpa siapa sih,,! HAh,,! (sambil ikut jalan kedapur juga)
Rafal : aku……..heummmmmm, gak usah kasih tau lah,,, okey kalian
laperkan,,! Aku yang masak,, kalian tunggu di sana adja,,,,! Cepat,,,cepat,, cepat (sambil dorong kawan)
Lalu Rafal masak indomie untuk kawan-kawannya dengan merebus air dan langsung menuangkan indomienya kedalam air, lupa dia masuin bumbunya langsung disajikan untuk kawan-kawan, sementara dia tidak makan lagi sudah kenyang dapat lihat Gadis. Rafal senyum-senyum sendiri dimeja makan, sedangkan kawan asik lahap makan indomie tanpa bumbu yang rasanya tawar, lalu kawan dia memuntah semua indomie yang sudah dimakan Karena tidak enak tanpa bumbunya. Rafal tidak perduli dan tidak mendengar keluhan kawannya tehadap indomie yang disajikan itu, tetapi dia pergi keluar rumah dan senyum sendiri membayangi pertemuannya dengan Gadis.
Kemudian Rafal buru-buru masuk kedalam rumah lagi dan memberitahukan semua yang terjadi dikede termasuk dia minta pinjaman pada Gadis, dan dia ingin membayar kembali duet pinjaman itu walaupun Gadis mengatakan jangan dibayar lagi itu sebagai sedekah, namu Rafal tetap akan membayarnya sekalipun itu sudah sedekah, dia ingin tau detail tentang Gadis dan ingin datang kerumahnya untuk mengetahui rumahnya dan keluarganya.
Malam tiba nenek Rafal sudah pulang, mereka duduk di sofa semuanya terdiam tanpa bicara sepatah katapun Karena sisa waktu mereka tinggal di desa ini Cuma dua hari lagi, lalu Rafal ingin menanyakan sesuatu tentang Gadis yang ada di foto saat dia mengambilnya di bukit. Ketika ingin bertanya persoalan itu Rafal mulai gugup dan agak ketakutan terhadap neneknya kawan-kawannya juga merasa takut pada neneknya Karena neneknya sangat tegas dan tidak suka cucunya jatuh cinta dulu sebelum menyelesaikan belajarnya, apalagi keluarga itu adalah keluarga terpandang di masyarakat desa ini. Akan tetapi walaupun merasa gugup dan ketakutan Rafal tetap akan beranikan diri untuk bertanya tentang si Gadis, Rafal tidak tau siapa nama Gadis sebenarnya, tetapi dia beranikan diri :
Rafal : Nek,,,! Nenek udaaa makan,,! (senyum dan berbicara sopan)
Nenek : heuh,,! (sambil lihat Rafal dan kawan-kawannya dengan sedikit lelucon) ada apa ni,, semacem serius sekali nenek pandang,,,! Ah,, cucu nenek sedih ya, dua hari lagi sisa waktunya di sini,,,! (mencoba aktifkan suasana)
Rafal : (datang duduk di samping neneknya) nek,,, rafal mau tanya sesuatu, tapi rafal serius nek,, penasaran sekali sama hal ini,,!
Nenek : owwwwwhhhhh,, begitu,,,! (masih anggap bercanda) yah,, mau tanya apa cucu nenek ini,,, siganteng,,! (sambil senyum)
Rafal : (sambil memperlihat foto) ini nek,,, Rafal penasaran dengan wanita yang di foto ini nek,, Rafal inginnn sekali tau tentangnya, dan Rafal ingin datang kerumahnya,,,,! Boleh nenek kasih alamat rumahnya, Tapikan nek, Rafal tidak ada hubungan apa-apa dengan dia, Rafal Cuma mau kerumahnya ingin, ingin, ingin membayar pinjaman yang pernah Rafal minta pada dia, sebab tadi siang Rafal lupa bawa dompet dan, dan Rafal minta pinjaman padanya, sekarang Rafal harus mengembalikan uangnya nek,,,! Nenek jangan salah paham,,,(gugup)
Nenek : (memberikan senyum dan mengelus kepala Rafal) Rafal,,,! Nenek tidak pernah melarang Rafal untuk bertanya, tapi kenapa Rafal seperti orang ketakutan begini,, ada apa? Dan bahkan Rafal berbicara seolaholah tidak meberikan nenek sedikit waktu untuk menanggapinya dan menjawabnya, kenapa sayang,,,? Rafal takut dan gugup sama nenek, apa nenek terlihat seperti moster,,, hehehehehheehhehe cucu nenek ini,,,!
Dengar nenek bicara, nenek tidak melarang Rafal berkawan dengan perempuan tapi nenek melarang Rafal tidak boleh jatuh cinta sebelum studynya selesai, sekarang Rafal ingin datang kerumah Gadiskan,, nenek kasih alamatnya,,, dan nenek ingin Rafal bujuk Gadis mau bekerja di Madrasah nenek… (sambil memberi senyum pada Rafal)
Rafal : (kaget dan Kebingungan) hah,,, apa Nek,,,! Kenapa nenek meminta Rafal bujuk wanita ini untuk bekerja di madrasah nenek, kenapa tidak nenek sendiri saja yang memintanya, apa yang berkenang dengan dia nek,,, lalu siapa dia sebenarnya nek,,,!
Nenek : nama dia Gadis, orang-orang memandang dia wanita kurang normal di desa ini, dia berasal dari keluarga yang sangat miskin, dia tidak pernah bicara dengan orang desa ini, bahkan dia tidak sering keluar dari rumah, kerjaan dia Cuma menulis, membaca, dan mengarang, nenek tau semua itu dari salah seorang staf nenek yang memberitahukan semua tentang dia, nenek memang ada niat untuk mengundang dia ke Madrasah sekali, tapi belum waktunya, Karena melihat semua orang kampung menganggap dia ideot, dan skill dia rendah, maka nenek berdiam diri dulu, tapi setelah nenek tahu semuanya nenek ingin mepekerjakan dia di madrasah nenek sebagai staf pengarang cerpen untuk anak-anak. Mungkin ini waktunya nenek mengajak dia untuk kerja sama dengan kita, lagipun dia sudah sangat lama menganggur setelah siap meraih gelar Sarjana Hukum, memang ini tidak sesuai dengan gelar dia, tapi paling tidak, dia tidak terus menerus menjadi pengangguran, nenek rasa Rafal coba membujuknya Karena staf pernah coba untuk mengajak bicara dengan dia tetapi sangat sulit dan bahkan beberapa kali sudah staf nenek datang kerumahnya, dia tidak pernah mau bertemu,… semoga cucu nenek nanti berhasil yaa,,,,! (dengan senyum)
Rafal : insya Allah nek,, tapi kenapa seperti itu dia nek,, padahal dia punya gelar S.H, jarang kita temukan wanita yang pernah belajar tinggi tapi tidak mau bertemu dengan orang dan bahkan tidak pernah mau bicara dengan orang, apa yang membuat dia seperti itu nek,,,?
Nenek : rasa penasaran Rafal itu akan terjawab, jika Rafal jumpai dia sendiri tanpa mengajak kawan yang lain, semoga nanti dia mau bertemu dengan Rafal, dan bujuklah dia untuk mengembangkan bakatnya,,,,! Ya
rafal,,,! Apalagi di madrasah nenek sekarang banyak mengeluarkan buku anak-anak, contohnya cerpen dan lain-lain sebagainya,,, jadi melihat skill dia nenek rasa tepatnya dia bisa mengembangkan bakatnya di sini,,,, rafal coba yaa,,!
Rafal : baik nek,, ! akan Rafal coba,, tapi mana alamatnya nek,,,!
Lalu nenek memberikan alamatnya untuk Rafal, dan juga menyuruh seorang staf untuk menemani Rafal bertemu Gadis,, kemudian mereka masuk kekamarnya untuk bersiap-siap dan merapikan semua pakaiannya ke dalam koper Karena waktu mereka di desa ini Cuma tinggal dua hari lagi dan setelah itu mereka harus kembali kekotanya…..
Esok harinya Rafal datang kerumah Gadis, sampai di rumah Gadis, Rafal kaget melihat rumah Gadis sangat jelek dan miskin, lalu rafal mengotokkan pintu rumah Gadis sambil memberi salam:
Rafal : Assalamualaikum….!
Mama G : Waalaikum salam,,! (membuka pintu) maaf siapa,,?
Rafal : (menyalaminya) eeeeeeeee,,,,, ini rumahnya Gadis buk,,,!
Mama G : (termenung dan berfikir lelaki ini sangat tanpan dan bertanya Gadis, apa tidak salah ini, lagipun jarang terlihat di desa ini) o..oo… iya, iya ini rumahnya Gadis, dan Ananda siapa,,,, kawannya Gadis saat kuliah,,! Silahkan masuk (lalu Masuk)
Rafal : (juga masuk kedalam rumah)
Mama G : maaf,,! Rumahnya sedikit berantakan, sempit lagi,,,, saya buat air dulu yaaa,,!
Rafal : eee,,eeee gag usah buk,,, gag usah,,, saya gak lama kok, Cuma sebentar, mau jumpa Gadis,,, dia adakan buk,,?
Mama G : Gaaaaaaadis, sedang keluar,, tapi tidak apa-apa saya panggil dia dulu,,, Ananda tunggu di sini saja,,! (dengan wajah sedikit sedih)
Rafal : buk,,,,! Boleh saya tau dia keluar kemana,,, biar saya jumpain sendiri saja,,, ibu gag usah capek-capek panggil dia,,,!
Mama G : biasanya dia sedang di bukit,,,! Ibu rasa ananda tidak berani ke sana,,,, soalnya banyak binatang berbahaya,,! Gadis sudah biasa ke sana jadi dia tau cara menghadapi binatang bahaya,,! Ada apa pingin sekali jumpa dengan Gadis…! Nanti biar ibu kasih tau adja, namanya,,,!
Rafal : namanya Rafal,,,! Mungkin Gadis lupa dengan nama ini, Karena kami sebelumnya tidak pernah bertemu, hanya sekali saja hari itu,,, saya bukan kawan kuliahnya buk, tapi saya pernah minta pinjaman duit hari itu jadi saya ingin balikinnya buk,,,,! (dengan senyum)
Mama G :aahhhhhhh hehe itu,,! Tidak apa-apa,, Gadis ikhlas memberinya, dia selalu bilang pada ibu kalau dia memberikan uang kepada orang dengan menganggap sedekah,, tidak apa-apa? Sudah simpan saja, nanti kalau Rafal bayar, dia pasti merasa tersinggung,,,,! Tidak apa-apa! (dengan senyum)
Rafal : kalau begitu, rafal minta izin dulu laah buk,,, lagipun Gadis tidak ada di rumah, dan ibu sudah mengizinkan pinjaman ini tidak usah di bayar lagi,,,, rafal minta izin ya buk,,! (keluar dan menyalamin ibu G) Assalamualaikum…!
Staf nenek : (baru mau jalan keluar rumah) den,,,! Tidak ingat sama pesan nenek
tadi,,, kan di suruh bujuk Gadis untuk kerja di Madrasah,,, gimana sih den ini,,! (bisik pada Rafal dengan suar kecil)
Rafal : oh,, iya,,, (balik lagi masuk kedalam) eeeee buk,,!
Mama G : iya,,,! (kaget)
Rafal : ada sesuatu yang lupa Rafal sampaikan,,,, tapi ini harus dengan Gadis langsung buk,,!!!
Kebetulan Gadis pun sudah pulang dan masuk ke dalam rumahnya memberi salam “asslamualaikum buk,, gadis udah pulang” Rafal mendengar suara itu sangat menyentuh hatinya, bergetar, dan merasa sejuk seluruh tubuhnya. Tibatiba Gadis berada di depan dan melihat Rafal dengan staf tersebut dalam keadaan berdiri juga bersama ibunya. Gadis menatapnya dengan penuh kekagetan dan memandang sangat lama, Rafal pun juga ikut memandang begitu lama terhadap Gadis yang begitu cantik, putih, bersih wajahnya, mulutnya kecil, matanya bulat sayu, Rafal gugup dan Gadis tetap seperti biasa tanpa ada rasa malu dan Ideot. Lalu Gadis berkata :
Gadis : bukankah saudara yang waktu itu pernah jumpa dengan saya, ahk,,! Saya tau tidak usah di bayar uang itu, Karena itu sedekah bukan hutang..(dengan senyum) (mengarahkan kehadapan mama) mama,,! Masak apa hari ini, ishhh Gadis  dah laper ni ma,, (kelakuan Gadis sedikit nakal tidak lembut)
Mama G : sayang mandi dulu laa sana, shalat, habistu baru makan,,! (senyum pada anaknya) oh,, iya Gadis,,, orang ini mau bicara dengan Gadis
sebentar, ada waktu sayang, kasian udaaa lamaaa tunggu Gadis pulang,,,!!!
Gadis : iyaa maaa,,,! Tapi Gadis harus shalat dulu,,!
Rafal : (langsung jawab) oh tidak apa-apa buk,,,! (arah pada Gadis) Gini adjaaa,, kapan saya boleh jumpa lagi dengan kamu, Karena ada hal yang ingin saya sampaikan, dan dua hari lagi saya harus kembali ke kota besar,,, sore ini ada waktu,, atau saya ke bukit yang sering kamu datangi itu….! (dengan gugup) tunggu kamu di sana…..
Gadis : emmmmm boleehhhh,,, tapi ini menyangkut uang atau hal lain,,,!
Rafal : bukan uang, tapi tentang bakat kamu,,,,!
Gadis : (tersenyum dengan senang) iyaaaaa,,,,,! Saya tunggu di bukit,, semoga saudara bisa melewati hutannya nanti,,! (gaya sombong dan langsung kekamarnya)
Rafal : okey….! (wajah senang)
Kemudian Rafal keluar dari rumah Gadis, Rafal melihat pemandangan sangat indah dari depan rumah Gadis banyak pegunungan dan sawah dipenuhi dengan kehijauan dan udaranya sangat sejuk, rasanya Rafal tidak ingin kembali ke kotanya pingin tinggal di desa saja, tetapi Karena mengingat studinya maka Rafal tetap akan kembali ke kotanya. Setelah itu rafal pulang kerumah neneknya dan sampai di rumah neneknya dia cepat-cepat mandi dan siap-siap untuk bertemu dengan Gadis di bukit yang di tentukannya itu. Lalu saat lagi siap-siap dengan memakai pakaian mendaki gunung kawannya bertanya dalam Bahasa melayu:
Kawan : hendak kemane thu brooo,,,! Wow handsome nyeee, nak kemane thu,,! Udaaa wangi,, macem nak jumpe bidadarat jeeee,, hahahahaha
Rafal : yes of caourse,,! I nak jumpe bidadarat bro,,, kau nak ikut,,! Jom sekali I kenalkan kat U,,,! Bidadarat yang baru lahir dari gentayangan,,, (sambil ejek)
Kawan : ah U macem I tak kenal U lah,,, nak jumpe sape thu,,, bagi tau laaaa,, takkanlah U nak sembunyikan dari I kan,,,, ah tak asssiiikkk laaaa, kite ditinggalin,, betul tak Broooo,,! (sambil tanyak sama kawan lain)
Rafal : I nak jumpekan Gadis,, kat bukit yang kemaren kite datang,, die nak I kesana jee sorang-sorang,,, Soooooo U semua tak payah ikot,, Okey….
Kawan : what,,! (kaget) U nak jumpekan die,,,! Wow…wow..wow… it’s amazing… I sokong U broo…! Good Luck semoga berhasil…! And jadi wife U hahahahahahah
Rafal : brooooo,, ni tak macem yang U kire lah,, I jumpekan die nak tau detail fasal dierang, I nak tau bakat yang die punya thu, soooo bukan nak lamar die ke, or pinang die ke,, And nak jadikan die wife,! It’s not be,,,okey I nak gerak dulu,,, (sambil menoleh kebelakang) sooo I pigi ni,,, korang smua tunggu I balek,,,okey,!  byyyy….
Rafal pergi jumpakan Gadis, mereka ini pandai Bahasa melayu non baku, jadi Karena sering berbicara Bahasa tersebut maka sesekali mereka gunakan Bahasa melayu dalam kehidupan sehari-hari. Lalu saat Rafal sedang melewati hutan besar itu untuk medatangi bukit tersebut, Gadis bersembunyi dalam hutan untuk menjaga agar Rafal tidak diganggu oleh binatang yang berbahaya, Rafal terus berjalan melewati hutan sementara Gadis terus mengikuti di belakang sampai hutan itu terlewatkan Rafal tidak terjadi apa-apa dan Gadis pun tidak terjadi apaapa. Kemudian barulah Rafal mendaki bukit kecil itu sendirian dan Gadis mendaki sebelah jalan lain, sampai di sana duluan Rafal Karena Gadis menunggu Rafal datang melewati hutan tersebut. Lalu disana Rafal merasa takut Karena Gadis belum datang. Tiba-tiba Gadis muncul dari belakang Rafal :
Gadis : Assalamualaikum cek,,,! Nak jumpe sape cek, ade yang boleh saye tolongkan,,,! (menguji Rafal dengan berbahasa melayu)
Rafal : oh, Waalaikum salam ncek,,,! (tersenyum dan berfikir ada apa kok pakai Bahasa melayu) oh tak ade laaa,, emmm saye nak jumpe ncek Gadis ade ke kat sini,, (senyum penuh makna)
Gadis : (balas senyum pula) oh saye orangnya,,, ada ape nak jumpe saye,,!
Rafal : bukankah kite ada buat janji petang ni jumpe,,,,! Kan awak suruh datang saye ke sini,, so saye datanglah,, ye kan,,! (gaya maco)
Gadis : oh ya,,! saye yang buat janji tu ke, or awak yang buat janjinya,,, okey,,
tak payah lah kite berbahasa melayu,,, kite kembali ke Bahasa sendiri jee,, okey (sambil terfikir rupanya laki-laki ini bisa Bahasa melayu juga) Rafal : okey,,, alright,,!
Gadis : jadi, saudara ingin jumpa dengan saya kan,,?, dan apa yang ingin saudara sampaikan sehingga pertemuan ini sangat penting. (serius dan formal)
Rafal : (gugup tidak tau mulai dari mana pembicaraannya) ah begini,,, saya dengar kamu itu pandai mengarang dan punya bakat dalam hal itu,, jadi saya kesini tujuannya ingin menawarkan pekerjaan dalam hal mengarang…. To the point adja, kamu tau kan Madrasah (………) di situ banyak mengeluarkan buku anak-anak dari cerpen hingga novel yang
berbasis Islami, jadi saya mengundang kamu untuk bekerja di sana,,, pemiliknya itu nenek saya,,,, (sambil melihat kewajah Gadis)
Gadis : emm, em, ssss…saya belum pandai untuk menulis cerpen atau segala macam yang berkenaan dengan cerita dongeng anak-anak, apa lagi novel, mana bisa saya belum punya ilmu dalam hal itu,,,! Tapi jika saya coba dulu ya boleh laaah, masalahnya apakah saya di terima, sementara Madrasah itu bukanlah madrasah sembarangan dan tidak mungkin juga orang seperti saya di terima di situ… itu tidak mungkin..! (penuh dengan tidak yakin dan seolah-olah baru pertama ditawarkan kerja di sana)
Rafal : hahahaha,, kamu berfikir bahwa kamu tidak diterima di sana sampai kamu tidak yakin dan bahkan tidak coba untuk lamar bekerja di sana,,, lihatlah saya,, (sambil menatapnya) kepala madrasah itu adalah nenek saya,,, yang menceritakan tentang bakat kamu ini adalah nenek saya,, bahkan ada beberapa staf yang mencoba datangi rumah kamu untuk mengundang kamu agar mau bekerja di Madrasah itu, tapi kamu sendiri menolak,,,, dan sekarang kamu mengatakan bahwa kamu bisa diterima tidak di sana,, jawaban saya ini, kamu diterima dan ini amanah nenek saya, Karena sudah beberapa orang di utuskan kerumah kamu, selalu kamu tidak mau jumpa dan menolak undangan tersebut, jadi nenek meminta sama saya untuk sampaikan langsung, kita memang tidak pernah kenalan sebelumnya, maka kita coba untuk berkenalan dan saya yakin kamu mau bekerja di sana,,,! (memberi senyuman)
Gadis : (berpaling dari tatapan) baik saya coba,,, dan saya mau bekerja di sana, paling tidak saya bisa kembangkan bakat saya ini… terima kasih sudah menawarkan dan mengundang saya untuk bekerja di madrasah tersebut. (sambil senyum)
Rafal : sama-sama..(senyum penuh dengan makna)
Mereka terus menerus berbicara, dan saling berbagi cerita masa kuliahnya masing-masing,, dan tidak sadar waktu semakin berjalan, matahari hampir tenggelam dan waktu magrib pun telah tiba,,,,, lalu mereka pulang kerumah masing-masing. Sampai di rumah Gadis menyampaikan kabar gembira itu kepada ibunya bahwa dia ditawarkan kerja lagi di sebuah lembaga Islam yaitu madrasah tersebut, dan dia sudah siap untuk bekerja di sana lalu ibunya menerima kabar itu sangat senang dan gembira, langsung memeluk anaknya, Karena sangat bangga ternyata Gadis sekarang sudah siap untuk bekerja apalagi si Gadis bekerja dilembaga yang sangat di idamkan oleh masyarakat setempat dan sangat susah orang untuk mendapatkan pekerjaan di lembaga tersebut sementara Gadis mendapatkan tawaran langsung bahkan beberapa kali. Madrasah itu sebuah lembaga nenek moyang Rafal yang didirikan pada tahun 1968, dalam madrasah itu ada berbagai macam kegiatan pembelajaran dari Sekolah Dasar hingga Menengah Atas, lalu ada pengajian didalamnya kemudian ada lembaga khusus untuk penerbitan-penerbitan buku, baik buku cerita, Novel, dan lain sebagainya yang Islami, jadi tidak hanya sekolah saja tapi juga ada perusahaan didalamnya.
Esok hari Gadis pergi dan membawa sebuah undangan untuk hadir ke Lembaga tersebut, tiba di sana langsung dipersilahkan untuk masuk ke lembaga tersebut, Gadis diperlakukan sangat baik di sana, sementara di mata masyarakat Gadis diperlakukan sebagai anak ideot dan dianggap kurang normal, sedangkan didalam lembaga itu Gadis disambut dengan baik dan dapat sapaan salam dari seluruh staf yang ada di lembaga, hingga Gadis diantar langsung keruangan kepala. Sampai disana Gadis dipersilahkan duduk oleh sipengantar itu. Lalu kepala madrasah masuk keruangannya, dan Gadis sedikit gugup ketakutan Karena belum terbiasa mendapatkan interview dari sebuah perusahaan maupun lembaga. Saat kepala masuk Gadis langsung bangun dan memberi salam :
Gadis : Assalamualaikum,,! (dengan tunduk kepala)
Kepala : Waalaikum salam, duduklah,,,! (dengan senyum)
Gadis : Terima Kasih buk,,,! (masih gugup)
Kepala : Alhamdulillah, akhirnya kamu mau menerima tawaran saya bekerja di sini,, sebelumnya saya minta maaf Karena terpaksa harus melibatkan cucu saya sendiri untuk meminta tolong sampaikan amanah saya,,, dan meminta kamu untuk datang kesini,,,,!
Gadis : ee,, tidak buk,,, ini bukan sebab cucu ibu saya datang,, tapi memang saya sudah berkeinginan sendiri untuk mencoba mengembangkan bakat saya,,, dan saya rasa sudah saatnya ingin menunjukkan jati diri saya,,,! Lagipun jika tidak saya coba sekarang waktu semakin banyak terboros dan tidak berguna bagi hidup saya jika terus saya hidup seperti kemarin-kemarin….!
Kepala : Alhamdulillah, ternyata sudah terbuka fikiran kamu,,, saya sudah sangat lama menunggu jawaban atas undangan itu tapi baru hari ini kamu memenuhi undangan saya,, Terima kasih sangat kamu sudah mau bergabung dengan lembaga ini,,, saya tidak menginterview kamu lagi, kamu langsung saya terima menjadi staf saya, sebelum saya membuat kontrak dengan kamu, prosedur tetap berlaku seperti orang lain magang dulu satu bulan,,, dan setelah itu kamu dapat kontrakan dengan saya,, (wajah yang senyum)
Gadis : ia buk saya bersedia,,,! Lagipun buk saya juga tidak  menerima jika saya harus dapat kontrak langsung tanpa magang terlebih dahulu,, itu sama saja buk seperti kita membeli sesuatu tanpa melihat jenis barangnya apakah kualitasnya bagus atau tidak,,? Nah, kalau ibu langsung kontrak saya tanpa melihat skill saya sampai mana dan bisa digunakan atau tidak,, jika kontrak sudah berlaku dan skill saya tidak bisa digunakan sama adja buk mubazir,,, dan ibu telah rugi mengontrak saya,, yakan,,,!
Kepala : Luar biasa jawaban kamu nak,,,! Saya memang sudah duga kamu punya skill yang hebat, ini buktinya apa yang belum saya fikirkan, kamu sudah memikirkan,,, benar-benar pemikiran yang jenius,,, terima kasih sekali lagi…! Karena sudah memenuhi permintaan saya,,! (memberi senyuman pada Gadis).
Gadis : sama-sama buk,,,! Saya juga berterima kasih kepada ibu Karena telah memberikan kesempatan pada saya untuk bekerja di perusahaan ibu,,,!
Kepala iya nak,,,! Baiklah, kamu mau langsung keruangannya atau kita keliling dulu, lihat-lihat lingkungannya seluruh ruangan yang ada di sini,,,, gimana,,!
Gadis : kita keliling-keliling dulu laah buk,,, sebelum menjadi bagian keluarga di sini kita kan harus beradaptasi dulu dengan lingkungan yang akan menjadi bagian keluarga kita buk,,, ! (memberi senyuman manis pada kepala)
Kepala : berkata dalam hati “kalimat yang dikeluarkan dari mulut dia semua jenis kalimat yangbaku dan susunan kata-katanyapun sangat cocok, persis seperti orang yang pandai dalam mengarang, tidak terlihat dia seperti orang ideot, dan bahasanya sangat sopan, cara bicaranya pun tidak terlihat dia kurang normal tapi kenapa orang menganggap dia kurang normal, mungkin sebab itulah dia tidak suka bicara dengan lingkungannya Karena Bahasa yang dia gunakan penuh dengan kata majas, dan orang lain susah memahaminya, maka dia lebih baikdiam saja dengan anak desanya, benar-benar mengagumi anak ini” (termenung sendiri)
Gadis : ibu,,,! Hallo….! Buk,,,! (sambil menyentuh) ibuuuuu,,,!
Kepala : (terkejut) oeh,,,! Eee iiyaaa,,! Mari saya tunjukkan lingkungan ini,,! (sambil mempersilahkan)
Gadis : (bingung dan langsung jalan)…….
Kemudian mereka berkeliling-keliling dan melihat setiap ruangan juga melihat setiap kegiatan yang dilakukan oleh para staf diruangannya masing-masing lalu kepala memperkenalkan Gadis pada setiap staf yang dijumpainya terutama sekali pada staf yang khusus bekerja di perusahaan penerbitan buku-buku dan sejenis lainnya. Setelah memutar seluruh lingkungan madrasah barulah Gadis diantarkan keruangannya khusus untuk dia seorang, Karena mengarang itu butuh satu ruangan sendiri tanpa ada kekacauan sedikitpun maka Gadis diberikan ruangan khusus untuknya, dilengkapi dengan AC dan buku pedoman anak-anak, juga berbagai macam novel yang sudah diterbitkan dan buku-buku Islami lainnya.
Selanjutnya Gadis masuk dan melihat ruangannya yang begitu indah dipenuhi dengan berbagai macam buku, itu memang yang paling dia sukai dan paling gemar dalam membaca, apalagi membaca artikel orang lain dan membaca karangan-karangan orang, itu dapat menambah wawasan dia juga, dia sangat senang dengan wajah gembira menerima semua fasilitas yang diberikan oleh lembaga tersebut dan mengucapkan terima kasih kepada kepalanya dengan sedalam-dalamnya. Lalu kepalanya keluar dan meninggalkan Gadis didalam ruangan sendiri untuk beradaptasi dengan ruangan sendiri. Saat itu waktu sudah siang dan tiba waktunya melakukan shalat dhuhur, lalu dia keluar dan melaksanakan shalat dhuhur berjamaah dengan staf lainnya, tiba di sana berjumpa dengan Rafal dimana Rafal ingin pamit pada neneknya (kepala madrasah) untuk kembali kekota besar, dan Gadis saat melihat rafal ingin mengucapkan terima kasih tapi tidak berani Karena takut dianggap salah paham terhadapnya oleh staf lainnya nanti.
Kemudian Gadis tidak jadi jumpai Rafal, langsung pergi ke tempat shalat, tiba-tiba kawan Rafal melihat Gadis sedang lewat dari arahan kananya Rafal, lalu kawannya mengejar di belakang dan memanggil:
Kawan : maaf, heyyy,,! (sambil lari)
Gadis : iyaa,,,! Saya,, (kaget dan menunjuk kearah diri seolah-olah bukan dia dipanggil)
Kawan : iyaaa lah, kamu,,! Siapa lagi memangnya yang saya kenal di sini,, emmmmm kamu Gadis kan,,!
Gadis : iya,,,! (cuek)
Kawan : ishhh cuek banget,,,! Em gag jumpa sama Rafal dulu, kita semua mau pamit untuk kembali kekota ni,,, apa kamu gag ingin ucapkan apa gitu untuk Rafal,,,! (gugup/malu)
Gadis : (ragu-ragu) iyaaa,,, rencana ada,,! Tapi rasanya gag usah adja,, sebab gag enak ada neneknya di sini, dan gag enak juga dipandang sama staf yang lain,,,,!
Kawan : eh,, jangan gitu,,! Kita ini kan kawan mana boleh mereka main salah paham seenaknya,, yakan,,! Sebentar saya panggil rafal kesini,,! (balik arah tiba-tiba rafal sudah dibelakang) ah, ! baru mau di panggil udaaa nongol,,!
Rafal : (senyum pada Gadis) selamat ya,,! Kamu sudah menjadi bagian keluarga lembaga ini sekarang (sambil ulur tangannya untuk salam) aku pamit dulu kembali kekota, nantilah kapan-kapan aku main kesini lagi,,,! (dengan senyuman yang penuh dengan kesedihan)
Gadis : (salamin juga) terima kasih atas semua ini,,,, ! yah semoga kita bisa jumpa kembali,,! (balas senyum sedih juga)
Rafal :,, okey,,,! Mau shalat ya,,,! Silahkan nanti telat waktu loh, (tukar topik dan berusaha menahan kesedihan) saya pamit dulu,,,
Assalamualaikum.. (langsung pergi membalikkan arahnya)
Gadis : waalaikum salam (merasakan kehilangan)
Kemudian gadis lanjutkan jalannya ke musalla untuk melakukan shalat dhuhurnya, ternyata dia ketinggalan jamaah satu rakaat, dan dia cepat-cepat ambil wudhuknya dan langsung mengikuti imamnya. Setelah shalat Gadis merasa rindu pada Rafal dan mengadu pada Allah juga berdoa agar Rafal dan kawan-kawannya selamat sampai tujuan. Setelah siap shalat dia kembali ke ruangannya dan menikmati suasana ruangnya yang begitu sejuk dengan AC, dan menutup mata membayangi apa yang ingin dia karang sekarang dan cerita yang bagaimana ingin dia sampaikan pada public agar menarik untuk dibaca dan menjadi inspirasi bagi public. Dia terus menutup matanya dan terus otak dia berfikir seperti perputaran kaset yang tidak berhenti-henti sebelum nyalanya lagu, begitu juga dengan otaknya berjalan dan memikir sambil menghayati sebelum dia temukan pokok cerita maka dia tidak akan membuka matanya. Gadis bekerja di lembaga tersebut pagi sampai sore yaitu datang jam 08:00 dan pulang jam 17:00 hingga dia bekerja di lembaga tersebut sampai dua tahun.
After 2 year…….
Gadis sudah berubah menjadi wanita yang penuh dengan karir dan sibuk dengan pekerjaannya yang tidak berhenti-henti mengarang lalu menerbitkan bukubukunya yang begitu laris manis di pasar, tetapi dia tidak pernah menulis nama sendiri dibuku-buku yang telah dikarangnya, bahkan public tidak tahu siapa penulis asli dari karangan novel-novel Islami yang telah banyak beredar di pasarpasar. Kemudian tibalah kembali Rafal dalam kehidupan Gadis, dimana Rafal sudah selesai belajarnya dan berhasil meraih gelar magister, lalu Rafal pulang ketempat neneknya, dan mendatangi madrasahnya, rafal yang wajah sangat tampan, kulit putih, badan tinggi perfect, sedang berjalan menuju ruangan neneknya dan seluruh staf yang ada di lembaga tersebut memandang dengan pandangan yang mengejutkan dan semuanya kaget melihat pemuda tampan dan beribawa melewati ruangan antar ruangan bahkan yang lagi dalam ruangan semua keluar untuk melihat cucu kepala sedang berjalan dihadapannya menuju ruangan neneknya, sementara Gadis tidak tahu apa-apa dan kebetulan ruangan Gadis berdampingan dengan ruangan kepala, lalu Gadis keluar dan membuka pintu, sedangkan Rafal lagi asik berjalan dengan sedikit sombong dan merasakan banyak staf menggemarinya tiba-tiba saat Gadis dorong pintu Rafal menabraknya,, dooooorrrrrrrrr, thumm brakkkk,, jatuh Rafal dihadapan Gadis…lalu:
Gadis : sorry,,, ! (buru-buru mengangkat tas Rafal) maaf,, saya tidak sengaja pak,,, ini kesalahan saya,,! (lalu melihat kewajah Rafal)
Rafal : Gadis,,,! (memandang wajah gadis sangat dalam dengan senyumannya)
Gadis : (membalas pandangan juga) ah,,, so sorry,, (kegeerran) ssaya ttidak llihat kkamu llewat ttadi,,,(gugup)
Rafal : (langsung duduk seperti tidak jatuh) tidak apa-apa,, beginilah cara
yang paling baik untuk jumpa dengan kamu,, bisa jadi ini moment indah yakan,,! Heuh,, (sambil arah wajah ke wajah)
Gadis : (merasa Grogi), hah,,! Hehehe iya,, mungkinn,! (salah tingkah) hey,, bangunlah,, enggak enak dilihat sama orang,,, duduk di lantai begini,,, ini kan tempat jalan orang, kotor laahhhh ni,,,! Heh,!
Lalu neneknya datang dan melihat Rafal duduk di lantai asik memandang Gadis yang sedang Grogi dan salah tingkah terhadapnya……
Nenek : ehemm,,,,! (sambil lihat cucunya)
Rafal : eh,,! Nenek,,, (langsung bangun, berdiri dan salaman denga nenek)
Gadis : maaf ibu,,! Saya tidak sengaja membuka pintu, tiba-tiba mas rafal tertabrak dengan pintu saya,, (dengan tunduk kepala)
Nenek : (senyum) Gadis,,! Kamu tidak salah,, cucu saya ni yang salah,, jalan tidak lihat kiri kanan, merasa tampan makanya tertabrak dengan pintu,, sukur banget itu,,, dapat pelajaran,,! (senyum dan langsung masuk keruangannya)
Rafal : nenekk,,! Ah, Buat malu adjaaaa,,!(manja pada neneknya) kemudian (arah pada Gadis) saya jumpai nenek dulu ya,,, oh ya,,, nanti setelah siap bekerja boleh kan kita duduk dikantin sebentar,,!
Gadis : Insya Allah,,, boleh,,,! (dengan senyum)
Kemudian Rafal masuk keruangan neneknya, dan jumpa dengan nenek, berbicara didalam ruangan nenek, dia ingin bekerja di madrasah nenek, ingin cari pengalamannya di sini sekalian ingin dekatin Gadis, wanita yang diidamkan oleh Rafal sejak dulu. Lalu rafal diizinkan untuk bekerja di perusahaan ini, jabatan sebagai direktur dan setiap naskah maupun artikel harus dapat tanda tangan dari Rafal baru boleh diterbitkan, walaupun Rafal mengambil studinya khusus biologi, tetapi Rafal paham mengenai artikel dan cerpen-cerpen lainnya. Rafal mulai bekerja di sana dan kedekatan antara Gadis dengan Rafal mulai semakin akrab hingga berjalan waktunya sampai 6 bulan. Setelah 6 bulan mereka dekat belum ada hubungan apa-apa, masih jadi temanan dan belum memiliki ikatan sebagai pasangan kekasih. Rafal tidak sanggup lagi menahan dan menyembunyikan perasaannya yang sudah memuncak dihatinya bahwa dia jatuh cinta pada Gadis sejak dua tahun silam, tapi perasaan itu semakin hari semakin menjadi-jadi dan terus mengganggu dipikirannya ingin sekali menyampaikan pada Gadis bahwa dia cinta sama Gadis sejak dua tahun lalu dan sekarang dia ingin menjadikan Gadis sebagai kekasihnya. Lalu Rafal massage Gadis untuk jumpainya ditempat biasa mereka jumpa. Sampai di sana:
Rafal : (gugup dan ketakutan) Gadis,,! (memanggil saja dan tidak berani menatap gadis)
Gadis : iya,,,! Kenapa,,! (sikap biasa saja)
Rafal : ada yang ingin saya katakan,,! tapi,,,,,, kamu jangan salah paham ya,,! (masih tidak berani tatap Gadis)
Gadis : katakan adja,,,! Ada apa,,! Dan mengenai apa,,!
Rafal : saya,,, ingin mengungkapkan sesuatu,,, sesuatu yang sudah sangat lama
saya simpan dihati,, (gugup) sebuah perasaan yang mungkin kamu kira ini hanyalah lelucon,,, iyaaa, lelucon hehe (takut ditolak)
Gadis : emmmm sebuah perasaan ya,,,! (mengarah telunjuk kewajah Rafal) apa itu,,!
Rafal : gadis,,! (panggil dengan lembut) saya serius,! Saya jatuh cinta pada kamu,,, sejak dua tahun lalu, hingga sekarang perasaan ini tidak pernah berubah dan terus menerus tersimpan dihati saya,,! Saya tidak meminta kamu jawab sekarang, kamu cukup dengar saja apa yang saya katakan,,!
(tidak menatap gadis hanya tunduk dan mengungkapkan semua perasaannya)(jeda) Gadis,,! saya cinta sama kamu, sejak dulu saya sudah ada perasaan cinta terhadap kamu, dan saya ingin sekali menjadikan kamu sebagai kekasih halal saya, bukan lagi seorang sahabat, saya takut nanti ada orang lain yang akan jatuh cinta pada kamu dan kamu menerimanya, saya takut itu,,,
Gadis : (Cuma diam dan belum memberi jawaban)
Rafal : Gadis,, ! kamu jangan marah setelah medengar semua pengakuan saya ini,, jika kamu belum bersedia untuk jadi kekasih halal saya tidak apaapa, kamu tidak usah beri jawaban sekarang, kapanpun kamu siap beri jawaban, saya bersedia menunggu jawaban itu,,, apapun jawabannya saya terima,, asalkan kamu jangan marah terhadap saya…! Pliessss!
(penuh dengan permohonan)
Gadis : (melihat wajah rafal penuh dengan jawaban)
Rafal : saya tau, saya bodoh telah menghancurkan persahabatan kita, tapi yang namanya sebuah perasaan tidak bisa kita sembunyikan terus menerus, itu dapat menyakiti diri sendiri,, saya rasa kamulah yang lebih tau soal itu, apalagi kamu seorang penulis, sudah pasti kamu paham dengan sebuah perasaan….
Gadis : mas rafal,,! Saya hargai pengakuan mas,! Tapi saya belum tau mau kasih jawaban apa, saya memang seorang penulis, dan saya banyak sekali mengeluarkan novel-novel cinta yang Islami, tapi untuk perasaan diri sendiri saya tidak paham dan seperti apa yang dinamakan jatuh cinta,,, saya tidak tau,,! Perlu mas tau ketika itu mas, saat dua tahun lalu mas pergi kembali kekotanya, saya merasakan rindu terhadap mas, dan sering sekali rindu pada mas, rasanya ingin jumpa dengan mas, bercanda dengan mas, ingin sekali, tapi lama-kelamaan perasaan itu hilang entah kemana,,, dan ketika mas kembali kesini perasaan yang sama muncul lagi bahkan terasa senang dan nyaman berada di samping mas dan ingin terus menerus bersama mas, kerja saya semakin semangat, karangannya semakin membangkit, semuanya serba senang dan semangat, bahkan saya juga takut kehilangan mas dan takut mas jatuh cinta pada wanita lain, mungkinkah itu juga sebuah perasaan cinta? (lebay dikit hahahahhahahahaha)
Rafal : (memberi senyuman) iya,,! Itulah cinta kita yang selama ini terpendam,, dan kita malu pada perasaan kita masing-masing dan tidak berani terhadap pengakuan masing-masing, kita saling mencintai, kita
saling merindui, tapi kita takut untuk mengungkapkannya (senyum dalam tangisan yang terharu)
Gadis : benarkah ini,,, (grogi) ahhhh,,! Rasanya lega setelah mengaku semua ini,,(senyum sendiri)
Rafal : Gadis,,,! Maukah kamu jadi istriku sekalian ibu dari anak-anakku,,?
Gadis : (mengangguk saja tanpa jawab apa-apa)
Rafal : yes,,,! Sekarang kamu benar-benar milikku,,, tapi belum halal, insya Allah akan segera saya halalkan dirimu wahai bidadariku, detik ini kita sudah menjadi pasangan kekasih dan juga seorang sahabat hidup semati dalam cinta, kamu sahabat dan cintaku di dalam hidupku dunia dan akhirat gadis,,!
Gadis : iya,,,! (dengan senyum)
Akhirnya mereka menjadi sepasang kekasih, mereka saling mencintai, saling mengingatin, saling menghargai dan saling segalanya.
Kemudian hubungan mereka berjalan hingga 2 tahun, dan masa dua tahun itu mereka saling membahagiakan satu sama lain dan saling setia tanpa ada gangguan dari orang lain, ketika itu mereka tidak pernah ada curang antara keduanya, dan ibu Gadis sangat senang terhadap hubungan mereka berdua hingga hubungan itu tersebar luas di desa ini. Lalu banyak perempuan-perempuan di desa ini merasa cemburu terhadap Gadis bahkan mereka menfitnahkan Gadis dengan mengatakan bahwa Gadis main santet dan mengguna-gunakan Rafal supaya tertarik pada Gadis dan macam-macam tersebar virus fitnah di desa tersebut.
Selama dua tahun Gadis sabar dan terus bersabar menghadapi cobaan dan fitnah yang begitu kejam terhadapnya. Akan tetapi Gadis tetap pasrah kepada Allah dan menyerahkan semua urusannya kepada Allah tanpa membalas dengan fitnah yang sama maupun membalas dengan keburukan yang sama. Semakin hari masyarakat desa ini memandang keluarga Gadis sangat buruk, dan mengatakan kejelekan yang semakin menjadi-jadi. Hingga saat itu ibu Gadis mulai sakitsakitan disebabkan virus fitnah yang meraja lela tersebar di desa ini, dan pada akhirnya ibu Gadis terdampar sakit yang sangat berat hingga berbulan-bulan dan bertahun-tahun belum sembuh. Kemudian Gadis tidak tahu cara apa lagi yang harus ia lakukan untuk ibunya agar cepat sembuh, semua uang yang ia punya habis digunakan untuk pengobatan ibunya, dia tidak mempersoalkan masalah uang yang terpenting untuk dia adalah ibunya sembuh dan sehat kembali. Kakakkakak gadis juga sudah banyak mengeluarkan biaya untuk pengobatan ibunya, dan sudah kembali jatuh miskin seperti dahulu lagi.
Kemudian selama dua tahun itu ibunya belum sembuh dan Gadis mulai mengabaikan hubungannya dengan Rafal, saat itu Rafal sangat cinta pada Gadis dan sangat sayang pada Gadis, tanpa sadar Gadis telah mengabaikan Rafal bahkan mendiamkan Rafal  berhari-hari dan berbulan-bulan. Karena saat itu Gadis mulai focus pada pengobatan ibunya bahkan membuat naskah barupun mulai reda dan banyak naskah yang terabaikan di kantornya, hanya saja yang tertera dalam fikiran Gadis saat itu adalah ibunya sembuh. Lalu Rafal tidak menerima keadaan Gadis yang begitu lama mengabaikannya dan mulai menanyakan dengan pertanyaan yang membuat Gadis tidak senang dan merasa focus pada ibunya terganggu. Gadis tetap tidak open dan tidak menjawab semua pertanyaan yang diajukan oleh Rafal bahkan perdulipun tidak, keinginan Gadis saat itu Rafal harus mengerti dan memahami situasi dan kondisi Gadis, tetapi Rafal begitu memaksa dan sangat egois ingin mengetahui status hubungannya yang hampir renggang disebabkan pengabaikan dari Gadis.
Karena Gadis merasa mengganggu dan merasa risih atas semua pertanyaan dari Rafal juga sikap Rafal mulai memaksa kehendak, maka Gadis mengeluarkan katakata putus dan mengambil kesimpulan untuk tidak ingin melanjutkan hubungannya dengan Rafal lagi. Gadis meminta jumpa dengan Rafal melalui telepon :
Gring……! Gring….!
Rafal : (mengangkat telepon gadis) Assalamuaalaikum…..!
Gadis : Waalaikum salam,,,! Ini lagi dimana,,,?
Rafal : Di rumah adjaaa,,! Kenapa,,,?
Gadis : saya ingin jumpa dengan kamu, ! punya waktu tidak,,,?
Rafal : okey,,! Di mana,,,? Jam berapa ?
Gadis : sekarang….! (panas Gadis)
Rafal : kenapa harus sekarang,,,? Bukankah kamu lagi di rumah sakit?
Gadis : untuk saat ini, hal yang ingin saya sampaikan lebih penting ketimbang di rumah sakit ini…!
Rafal : oh,,, semacam bunyinya kurang senang ini,,, ada apa,,? (mulai lembut bicara) kalau ada masalah bicara baik-baik…
Gadis : saya tidak punya waktu untuk lelucon lagi, saya ingin jumpa sekarang, ingin menperjelaskan semuanya, agar tidak ada yang salah faham lagi….
Saya tunggu kamu di tempat biasa… assalamuaalaikum….!
(langsung menutup telepon)
Gadis memang sebelumnya pernah mengatakan pada Rafal agar jangan terlalu ikut egonya apalagi memaksa kehendaknya, Karena Gadis paling tidak suka pada lelaki yang seperti itu, tetapi Rafal mulai melakukan hal yang tidak Gadis sukai, inilah akibatnya. Gadis orangnya cepat mengambil tindakan apabila telah mengaggu jalan pikirannya maupun merasa risih atas sikap yang membuat dia semakin jenuh dan semakin malas terhadap apa yang ia sukai. Apalagi mengenai hubungannya yang begitu banyak pertanyaan dan begitu banyak kecurigaan bahkan begitu banyak tuduhan yang semakin menjadi-jadi, itu dapat membuat buntu pikirannya, lagi-lagi saat itu Gadis sedang menghadapi cobaan yang begitu berat terhadap penyakit ibunya. Akan tetapi Rafal membuat ulah yang semakin dibenci oleh Gadis….. setetelah menelpon Rafal mereka jumpa berdua di sebuah café yang sering mereka duduki berdua….. Gadis sudah duluan sampai… dan Rafal terlambat sedikit, sebenarnya Gadis sudah hampir mau pulang dengan sikap amarahnya, tiba-tiba…. Rafal muncul….
Rafal : Assalamuaalaikum… maaf telat sedikit, tadi saya bocor ban motor….!
Gadis : tidak apa-apa,,,! Silahkan duduk,,!
Rafal : (duduk di hadapan Gadis sambil menatap gadis dengan mesra)
Gadis : (tetap pada pendiriannya walaupun Rafal memandang dengan mesra) saya hari ini ingin mengatakan semua unag-unag saya yang sudah sangat lama saya simpan…!
Rafal : (menyentuh tangan Gadis) bisa kita jangan memperumitkan masalah ini,,, saya tau kesalahan saya, tapi jangan bersikap seperti ini….saya ini bukan orang asing lagi bagi kamu..! kita bisa bicara ini baik-baik…!
Gadis : (menolak agar jangan di sentuh) saya tidak menganggap kamu orang asing, tapi ini harus saya katakan dan perjelaskan agar tidak ada yang salah faham dan timbul dendam antara kita…! Kita sudah menjalin hubungan selam 2 tahun lebih, itu waktu yang cukup lama bagi saya, walaupun rasanya hanya sebentar,,,, sekarang saya banyak musibah, bahkan saya ingin mengeluh, tetapi tidak ada tempat yang bisa saya keluhkan dan berbagi sedikit kesedihan saya, kecuali Allah…. Saya manusia, tetapi saya ingin juga berbagi masalah dengan manusia lainnya. Tidak selamanya manusia itu hidup sendiri dan mampu mengatasi masalahnya sendiri, dia juga butuh tempat sandarnya…!
Hari ini saya minta izin sama kamu untuk mengeluarkan semua unagunag saya dan semua kesal saya, juga semua kesedihan yang saya pendamkan selama ini.
Rafal : (diam tidak berkata-kata apapun hanya menatap Gadis sedang bicara dengan tegas)
Gadis : (tanpa rasa malu) saya diam selama ini, ingin melihat sampai mana kamu bertahan dengan saya dan sampai mana kamu memahami saya Karena kita sudah menjalin hubungan lenih kurang dua tahun… saya diam bukan berarti saya curang, bukan berarti saya mempermainkan kamu,, tapi saya diam ingin melihat keseriusan kamu terhadap saya sampai mana, tetapi apa yang saya dapatkan kamu menuduh saya, mengajukan pertanyaan yang sulit untuk saya jawabkan, mengatakan begini begitu kepada saya, tanpa kamu sadari bahwa kondisi saya sekarang seperti apa, sedang menghadapi apa,,, kamu tidak mau tahu hal itu, yang kamu fikirkan Cuma status hubungan kita bagaimana? Itu pertanyaan kamu dan selalu itu pertanyaannya…..
Hari ini saya siap menjawab pertanyaan itu,,, kita harus mengakhiri semuanya termasuk hubungan kita ini,, tidak baik jika kita teruskan Karena ini akan membuat kita saling menyalahi, membenci, dan akhirnya akan jadi musuh, rugi kita selama ini berhubungan jika antara kita tidak ada yang memahami satu sama lain, dan tidak mengerti kondisi orang lain terutama pasangan kita sendiri. Saya telah mengambil kesimpulan untuk hubungan kita berakhir sampai disini…… kita cukup disini saja…!
rafal : (dengan kesedihan dan matanya berkaca) kita masih bisa bicara ini baik-baik, tanpa harus saling menghukum, saya memahami kamu, dan mengerti keadaan kamu, jangan mengambil kesimpulan seperti ini, jangan mengakhiri hubungan kita seperti ini, coba kamu fikirkan berapa banyak sudah kita ciptakan kenangan kita, kita bekerja bareng, kita banyak tukar pikiran,…… selama dua tahun ini kita tidak pernah ada masalah yang serius dan sampai besar seperti ini,, kenapa masalah yang ini jadi gugur hubungan kita…
sejauh ini saya pertahankan kamu, sejauh ini saya tidak memperdulikan perkataan orang lain, sejauh ini kita sama-sama mencintai dan sama-sama bertahan untuk menghadapai rintangan, bahkan saya sudah siap ingin memperistrikan kamu supaya kita halal dalam segala hal, tapi ini kah akhir dari hubungan kita…!
Tataplah saya ketika saya saya sedang bicara Gadis,,! Saya ingin kamu tau juga bahwa saya bukan menuduh maupun mencurigakan kamu, tetapi saya Cuma ingin tau jawaban dari satu pertanyaan saya itu, biar saya lega dan paham atas kondisi kamu…. (lagi bicara langsung di potong oleh Gadis)
Gadis : cukup,,,,! Saya tidak mau tau apa tanggapan kamu terhadap keputusan saya ini,, yang namun setiap tindakan maupun keputusan ini sudah saya fikirkan berhari-hari, sekarang sebesar apapun usaha kamu ingin membuat saya kembali untuk kamu, itu tidak akan pernah terjadi lagi, ludah yang sudah saya keluarkan tidak akan pernah saya jilatkan kembali,, ingat itu….! Saya rasa kita memang tidak jodoh, lagipun sekarang ini perasaan saya sudah hilang terhadap kamu, dan susah untuk mengembalikannya…. Maafin saya,, kita haru putus,,,! Saya sudah tidak cinta lagi sama kamu…. Maafin saya harus jujur…! (sambil bangun dan pergi meninggalkan tempat itu)
Lalu rafal mengejar di belakang untuk menahan Gadis agar jangan gegabah dalam mengambil kesimpulan, tetapi Gadis tetap pada pendiriannya bahwa hubungan ini harus berakhir dan tidak boleh di lanjutkan lagi….. kemudian Gadis dan Rafal sudah berpisah dan saat itu Rafal sangat terpukul dan Gadispun merasakan sangat terpukul, Karena Gadis masih menginginkan Rafal menjadi kekasihnya tetapi jangan sikap seperti itu, orangnya boleh seperti Rafal akan tetapi sikapnya jangan seperti itu yang memaksa kehendak dan terlalu ikut keegoisannya. Akhirnya mereka benar-benar putus dan tidak akan pernah kembali lagi, kemudian Gadis meskipun kecewa, sakit hati, sedih telah kehilangan Rafal dari hidupnya Karena belum terbiasa tanpa kabar dari Rafal maka kesedihan itu semakin berlarut dan sampai lupa bahwa dirinya sedang kecewa, sakit hati dan kesedihan yang pernah di alami oleh Gadis hilang seiring waktu berjalan.
Setelah itu Gadis mulai kembali bekerja di lembaga tersebut, dan pengobatan ibunya tetap mulai berlanjut sedikit demi sdikit ibunyapun mulai Nampak ada perubahan kesembuhan. Sementara Rafal sudah kembali kekota, ingin bekerja di sana saja, agar jauh dari kehidupan Gadis, tetapi Gadis tidak memperdulilkan hal ini bahkan Gadis merasakan bahagia Karena usahanya untuk pengobatan ibunya berjalan dengan lancar dan sudah ada perubahan kesembuhan terhadap penyakit ibunya. Akhirnya ibunya Gadis sembuh seperti semula lagi, dan Gadis pun sudah siap mengeluarkan beberapa novel hingga tersebar luas novelnya dan dalam novel tersebut ia tulis kisah cintanya yang Islami dengan Rafal dengan menggunakan nama samarannya, dan novel tersebut sampai Rafal membacanya.
Selanjutnya Gadis sudah bisa dikatakan sukses dengan tulisannya dan ibunyapun sudah sembuh, kemudian Gadis mendapatkan panggilan dari kantor pusat di kota besarnya untuk membuat artikel dimuat dalam majalah-majalah yang ternama di kota besar. Kemudian Gadis memenuhi panggilan tersebut dan ibunya mengizinkan. Gadis ingin membawa ibunya ikut bersama, tetapi Karena ada kakaknya di kota maka ibu Gadis memilih untuk tinggal bersama kakakkakanya saja yang sudah bersuami, disebabkan Gadis diberikan fasilitas tempat tinggal di apartemen dari kantor pusatnya. Maka ibunya tinggal di rumah kakakkakaknya, Karena ibunya tidak mau tinggal di apartemen bersama Gadis.
Gadis yang dianggap ideot oleh masyarakat desa terpencil itu, kini sudah menjadi ratu penulis dan banyak dimuatkan artikelnya di majalah-majalah ternama, bahkan Gadis sudah menjadi orang sukses dalam tulisannya. Sementara Rafal sudah menjadi direktur pada kantor papanya tidak jauh juga dengan kantor pusat tempat kerjanya Gadis, tetapi mereka setelah putus saat itu tidak pernah bertemu lagi. Kemudian Gadis sudah bekerja selama 1 tahun di kantor pusat dan hari liburnya ia singgah kerumah kakaknya untuk menjenguk ibunya sekalian menjenguk keponakannya, Gadis setelah putus dengan Rafal tidak pernah pacaran lagi dengan orang lain, bahkan seperti tidak menginginkan cinta dalam hidupnya lagi. Di kantor pusat sangat banyak lelaki menggemarinya bahkan ingin berhubungan dengan Gadis tetapi Gadis hanya menganggap teman biasa saja tanpa memberikan harapan lebih…. Seiring waktu berjalan tanpa terduga tiba-tiba Rafal muncul di hadapan Gadis dengan pacar barunya yang sangat cantik dengan pakaian juga rapi, sedang melewati di depan Gadis yang saat itu gadis sedang berjalan dengan kaki dan mereka berdua masuk ke dalam mobil, gadis sedikit merasa cemburu tetapi tidak ikut rasa cemburu itu hanya melihat saja tanpa memanggil Rafal.
Kemudian Rafal melihat Gadis sedang berdiri menatap mereka berdua yang sedang masuk dalam mobil, tiba-tiba Rafal ingin menyapa Gadis dan datangi Gadis, pacarnya diam tanpa bertanya pergi kemana……
Rafal : hai, Gadis,,,! Apa kabar…! (sambil ulur tangannya untuk salam)
Gadis : Assalamuaalaikum….! (tidak menyalaminya) Rafal : oh,,, waalaikum salam…! Apa kabar…!
Gadis : Alhamdulillah, baik seperti sekarang…! (tanpa bertanya kabar balik)
Rafal : sedang apa di sini,,,, ? bukankah seharusnya kamu di desa,, oh sudah bosan tinggal di desa ya,,,? (sikap kesal dan ejekan)
Gadis : ia,, merasa bosan di sana, sebab itulah saya ingin jalan-jalan ke sini,,? (tersenyum)
Rafal : oh ya,,,, !!! heummmmm baguslah selamat menikmatinya (merasa benci pada Gadis)
(tiba-tiba pacarnya Rafal juga menyamperin mereka)
Pacar R : sayang,,,! Siapa ini…?
Rafal : ohh,,, iya sayang,,,! Ini……… kawan saya di desa dulu, dia ini banyak membantu saya waktu di sana, mencabut tumbuhan….. maklum sayang gadis desa memang begitu mereka pandai memilih tumbuhan untuk
diberikan buat penelitian…. Namanya Gadis,,,, Pacar R : hai,,,! Saya vira….!
Gadis : saya Gadis,,,! (wajah penuh dengan senyum)
Pacar R : okey,,, kalau gitu,, yuk sayang,, udah terlambat ini sayang,, laper laaaaa,,, ayooooooo ( dengan manja)
Rafal : ayoooooo sayang,,, saya pun dah laper ni,,,! (ingin membuat gadis cemburu)
Gadis : (tidak merasa sakit hati maupun kecewa, sikap biasa saja)
Lalu mereka pergi, dan Rafal ingin sekali Gadis cemburu terhadapnya bahwa ingin Gadis merasakan sakit hati dan kecewa atas apa yang terjadi 1 tahun lalu. Akan tetapi Gadis tetap bersikap dingin dan tidak merasa sakit hati maupun kecewa. Lalu gadis meneruskan perjalanannya itu untuk mencari sensasi dan mencari hal-hal baru untuk perkembangan naskah barunya.
Kemudian
Bersambung….!!!!
:D hahhahahahah
F_F

No comments:

Post a Comment

PILIH JADI DOKTER ATAU JADI HAKIM, TERNYATA JADI

Ada dua keinginan: Pertama, menjadi dokter (terlalu berat) atau perawat, agar bisa membantu orang yang lemah cepat teratasi di hospital...