Hay guys...!!! Hari ini ada cerita sedih dari kawanku, entah kenapa dia tiba-tiba meminta cerita singkatnya untuk di publikasikan, katanya sih untuk renungan buat dirinya juga buat diri orang lain, supaya ini bisa mengingatkan suatu saat nanti bila ada yang lupa.... emmmm kalau dibaca-baca sih memang sedikit tersentuh, baca yukkkkk....!!!๐๐๐
''Keluargaku...!
Kakak2ku tidak seperti diriku, mereka tidak terlalu sibuk dengan urusan duniawi, mereka tidak sibuk memikirkan masa depan, mereka tidak suka memakai HP android, pengetehuan tentang dunia elelktronik sangat minim, mereka tidak suka refreshing, mereka tidak suka bergaya, mereka tidak suka menghambur-hamburkan uang untuk urusan yang tidak bermanfaat. Tetapi mereka sangat sibuk mencari rezeki yang halal serta berkah tanpa bergantung pada orang lain. Mereka hanya memikir hari ini dan besok masih dapat makan dengan rezekinya serta masih kuasa untuk melakukan ibadahnya. Sangat jauh berbeda dengan diriku yang sibuk dengan urusan dunia, sibuk memikirkan masa depan, sibuk mencari rezeki yang lebih agar dapat membantu ekonomi mereka, sibuk memikirkan tempat bertuduh yang sedikit rapi, sibuk dalam hal semua yang menyangkut dengan kehidupan, tidak terfikir masih hidupkah besok,lusa dan lusa raya, tidak terfikir ajal yang pasti datang, tidak terfikir bahwa semua ini hanya sebentar atau singgahan saja. Namun diriku hanya terfikir apa yang aku inginkan ini tercapai.
keluargaku adalah hidupku, keluargaku adalah segalanya bagiku, aku sangat memikirkan keluargaku, sangat menginginkan keluargaku seperti keluarga lainnya, setiap minggu ada holyday, refreshing bersama, bahkan aku tidak punya keinginan untuk menikah, karena diriku sibuk dilema dengan kehidupan keluargaku yang serba kekurangan๐ข.
Bukan tidak bersyukur, tapi sangat bersyukur atas semua ini namun punya keinginan lebih sedikit dari apa yang sebelumnya kumiliki.
Dulu masa aku masih berumur 5 tahun, kakak2ku tidak pernah mengecewakan aku, memberikan apa yang aku inginkan, tidak tega makan untuk sendiri tapi menyuapinku agar tidak menangis takut dimarahi oleh ibu, aku dulu sangat nakal apa-apa yang menjadi hak kakak aku rampas hingga aku dapatkan, sehingga kakak2ku tidak mendapatkan haknya justru lebih mengalah dan memberikan kepadaku, aku sangat jahil masa itu, aku ingin membalas semua kebaikan kakak2ku ๐ข, aku ingin memberikan semua hakku kepada mereka namun aku belum berhasil... justru semakin besar semakin menyusahkan mereka, semakin membantah mereka, semakin membuat mereka marah, aku sadar dari sejak kecil belum sedikitpun membalas kebaikan mereka, belum lagi untuk ibu yang melahirkan aku, yang membesarkan aku, yang menyusui aku, yang membully kakak2ku disebabkan aku sering menangis, belum terpenuhi semua itu... kapankah aku akan memenuhi semuanya, kapankah aku membalas semua jasa-jasanya, walaupun mereka tidak menuntut akan hal itu namun diriku selalu terfikir akan hal itu... ayah aku tidak menyebutkan dirimu disini, engkau telah tiada aku tidak dapat mengatakan apa-apa lagi, semasa hidup ayah aku masih kecil, masih tidak tau arah dan tujuanku kemana, aku masih ABG saat itu, ayah maafkan aku tidak bisa membalas kebaikan ayah namun aku usaha selalu mengirimkan doa untuk ayah, aku cuma punya itu kelebihan untuk ayah, dan aku juga tau ayah hanya butuh itu tidak lain... semoga Allah menempatkan ayah di Jannah... Aamiiin...
Untuk kawanku, jika kalian sudah merasa bisa membalasnya atas keluargamu, jangan tunda-tunda lagi, segeralah balas kebaikan kakak2mu juga ibumu yang telah melahirkanmu dengan susah payah. Aku tidak terlalu pinter dalam menasehati orang lain, namun aku ingin berbagi sedikit kisah ini supaya kalian bisa mengingat apa yang belum kalian jalankan semasa hidup untuk keluargamu, mungkin dengan berbagi kisah ini bisa membantu kalian mengingat hal-hal yang ingin kalian penuhi kepada keluargamu... memang kalau lagi tidak berpunya kita semua memikirkan ini, lain cerita kalau sudah berpunya lupa akan semua yang kita katakan ini, namun siapa tau dengan baca kisah ini kalian bisa mengingat, begitupun dengan diriku nanti terkadang lupa semua ini ketika nanti sudah berpunya semoga ada yang membagikan kisah ini supaya dapat mengingatkan kembali, karena manusia ini sifat yang sangat kekal itu adalah pelupa dan melakukan kesalahan.... karena yang benar itu hanya milik sang penguasa jagat raya serta isinya. Wallahua'alam...
Semoga terinspirasi... keep smilee๐๐''
Sumber : langsung darinya,,
F_F
''Keluargaku...!
Kakak2ku tidak seperti diriku, mereka tidak terlalu sibuk dengan urusan duniawi, mereka tidak sibuk memikirkan masa depan, mereka tidak suka memakai HP android, pengetehuan tentang dunia elelktronik sangat minim, mereka tidak suka refreshing, mereka tidak suka bergaya, mereka tidak suka menghambur-hamburkan uang untuk urusan yang tidak bermanfaat. Tetapi mereka sangat sibuk mencari rezeki yang halal serta berkah tanpa bergantung pada orang lain. Mereka hanya memikir hari ini dan besok masih dapat makan dengan rezekinya serta masih kuasa untuk melakukan ibadahnya. Sangat jauh berbeda dengan diriku yang sibuk dengan urusan dunia, sibuk memikirkan masa depan, sibuk mencari rezeki yang lebih agar dapat membantu ekonomi mereka, sibuk memikirkan tempat bertuduh yang sedikit rapi, sibuk dalam hal semua yang menyangkut dengan kehidupan, tidak terfikir masih hidupkah besok,lusa dan lusa raya, tidak terfikir ajal yang pasti datang, tidak terfikir bahwa semua ini hanya sebentar atau singgahan saja. Namun diriku hanya terfikir apa yang aku inginkan ini tercapai.
keluargaku adalah hidupku, keluargaku adalah segalanya bagiku, aku sangat memikirkan keluargaku, sangat menginginkan keluargaku seperti keluarga lainnya, setiap minggu ada holyday, refreshing bersama, bahkan aku tidak punya keinginan untuk menikah, karena diriku sibuk dilema dengan kehidupan keluargaku yang serba kekurangan๐ข.
Bukan tidak bersyukur, tapi sangat bersyukur atas semua ini namun punya keinginan lebih sedikit dari apa yang sebelumnya kumiliki.
Dulu masa aku masih berumur 5 tahun, kakak2ku tidak pernah mengecewakan aku, memberikan apa yang aku inginkan, tidak tega makan untuk sendiri tapi menyuapinku agar tidak menangis takut dimarahi oleh ibu, aku dulu sangat nakal apa-apa yang menjadi hak kakak aku rampas hingga aku dapatkan, sehingga kakak2ku tidak mendapatkan haknya justru lebih mengalah dan memberikan kepadaku, aku sangat jahil masa itu, aku ingin membalas semua kebaikan kakak2ku ๐ข, aku ingin memberikan semua hakku kepada mereka namun aku belum berhasil... justru semakin besar semakin menyusahkan mereka, semakin membantah mereka, semakin membuat mereka marah, aku sadar dari sejak kecil belum sedikitpun membalas kebaikan mereka, belum lagi untuk ibu yang melahirkan aku, yang membesarkan aku, yang menyusui aku, yang membully kakak2ku disebabkan aku sering menangis, belum terpenuhi semua itu... kapankah aku akan memenuhi semuanya, kapankah aku membalas semua jasa-jasanya, walaupun mereka tidak menuntut akan hal itu namun diriku selalu terfikir akan hal itu... ayah aku tidak menyebutkan dirimu disini, engkau telah tiada aku tidak dapat mengatakan apa-apa lagi, semasa hidup ayah aku masih kecil, masih tidak tau arah dan tujuanku kemana, aku masih ABG saat itu, ayah maafkan aku tidak bisa membalas kebaikan ayah namun aku usaha selalu mengirimkan doa untuk ayah, aku cuma punya itu kelebihan untuk ayah, dan aku juga tau ayah hanya butuh itu tidak lain... semoga Allah menempatkan ayah di Jannah... Aamiiin...
Untuk kawanku, jika kalian sudah merasa bisa membalasnya atas keluargamu, jangan tunda-tunda lagi, segeralah balas kebaikan kakak2mu juga ibumu yang telah melahirkanmu dengan susah payah. Aku tidak terlalu pinter dalam menasehati orang lain, namun aku ingin berbagi sedikit kisah ini supaya kalian bisa mengingat apa yang belum kalian jalankan semasa hidup untuk keluargamu, mungkin dengan berbagi kisah ini bisa membantu kalian mengingat hal-hal yang ingin kalian penuhi kepada keluargamu... memang kalau lagi tidak berpunya kita semua memikirkan ini, lain cerita kalau sudah berpunya lupa akan semua yang kita katakan ini, namun siapa tau dengan baca kisah ini kalian bisa mengingat, begitupun dengan diriku nanti terkadang lupa semua ini ketika nanti sudah berpunya semoga ada yang membagikan kisah ini supaya dapat mengingatkan kembali, karena manusia ini sifat yang sangat kekal itu adalah pelupa dan melakukan kesalahan.... karena yang benar itu hanya milik sang penguasa jagat raya serta isinya. Wallahua'alam...
Semoga terinspirasi... keep smilee๐๐''
Sumber : langsung darinya,,
F_F