6

Doa awal dan akhir tahun hijriah

*Hari Senin merupakan akhir bulan Dzul Hijjah (akhir tahun 1439 H), jangan lupa membaca "Doa Akhir Tahun" seusai shalat Ashar. Kemudian ba'da maghribnya (malam selasa adalah malam 1 Muharram (tahun baru Islam 1440 H), jangan lupa membaca "Doa Awal Tahun"*.

Syekh Ibnu Qudamah Al-Maqdisy, salah seorang ulama besar yang ikut meriwayatkan *"doa awal tahun"* menuturkan, “Guru-guruku tidak pernah luput berwasiat untuk selalu membaca doa tersebut. Dan aku belum pernah melewatkan doa itu sepanjang hidupku.”

Bacaan *Doa Akhir Tahun* 3 kali :

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ.
 وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ. اَللَّهُمَّ مَا عَمِلْتُ مِنْ عَمَلٍ فِي السَّنَةِ الْمَاضِيَةِ وَلَمْ تَرْضَهُ ، وَنَسِيْتُهُ وَلَمْ تَنْسَهُ ، وَحَلُمْتَ عَنِّيْ مَعَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوْبَتِيْ ، وَدَعَوْتَنِيْ إِلَى التَّوْبَةِ بَعْدَ جَرَاءَتِيْ عَلَيْكَ. اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْتَغْفِرُكَ مِنْهُ فَاغْفِرْ لِيْ اَللَّهُمَّ وَمَا عَمِلْتُ مِنْ عَمَلٍ تَرْضَاهُ وَوَعَدْتَنِيْ عَلَيْهِ الثَّوَابَ وَالْغُفْرَانَ فَتَقَبَّلْهُ مِنِّيْ ، وَلَا تَقْطَعْ رَجَائِيْ مِنْكَ يَا كَرِيْمُ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَز
وَصَلَّى اللهُ تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ .

*Bacaan Doa Awal Tahun*
Sebelum membaca doa awal tahun, sebaiknya membaca ayat kursi sebanyak 360/121/100/77/ 41/21/11 kali (semampunya) dengan basmalah di setiap permulaannya. Kemudian membaca doa berikut sebanyak salah satu angka tersebut semampunya :

اللّهُمَّ يَا مُحَوِّلَ الأَحْوَالِ حَوِّلْ حَالِيْ إِلَى أَحْسَنِ الأَحْوَالِ بِحَوْلِكَ وَقُوَّتِكَ يَا عَزِيْزُ يَا مُتَعَال، وَصَلَّى اللهُ تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّم .

Dan dilanjutkan dengan *doa awal tahun* 3X :

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةً تَمْلَأُ خَزَائِنَ اللهِ نُوْرًا ، وَتَكُوْنُ لَنَا وَلِلْمُؤْمِنِيْنَ فَرَجًا وَفَرْحًا وَسُرُوْرًا ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا. اَللَّهُمَّ أَنْتَ الْأَبَدِيُّ الْقَدِيْمُ الْأَوَّلُ ، وَعَلَى فَضْلِكَ الْعَظِيْمِ وَكَرِيْمِ جُوْدِكَ الْعَمِيْمِ الْمُعَوَّلِ ، وَهَذَا عَامٌ جَدِيْدٌ قَدْ أَقْبَلَ ، أَسْأَلُكَ الْعِصْمَةَ فِيْهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَأَوْلِيَائِهِ ، وَالْعَوْنَ عَلَى هَذِهِ النَّفْسِ الْأَمَّارَةِ بِالسُّوْءِ ، وَالْاِشْتِغَالَ بِمَا يُقَرِّبُنِيْ إِلَيْكَ زُلْفَى ، يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ
وَصَلَّى اللهُ تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

Maka setan akan berkata, “Orang yang membaca doa ini telah meminta perlindungan kepada Allah sepanjang sisa umurnya. Dan dua malaikat telah dipercaya untuk menjaganya dari aku dan para pengikutku."

*SEMOGA BERMANFAAT* !!!

haram memilih pemimpin orang kafir


السلام عليكم ورحمةالله وبر كاته
الحمدلله. الحمدلله رب العا لمين وصلاة وسلام على اشرف الانبياء والمرسلين وعلى اله وصحبه اجمعين . قال الله تعا لى فى القران الكريم . اعوذب لله من الشيطان الرجيم . بسم الله الرحمن الرحيم . ياايهاالذين امنوا لاتتخذواليهود والنصرى اولياء بعضهم اولياء بعض. ومن يتولهم منكم فانه منهم . ان الله لا يهدى القوم الظلمين . صدق الله العظيم . اما بعد
            Pertama-pertama diawal langkah yang paling utama marilah sama-sama kita panjatkan puji dan syukur kehadhirat Allah SWT. Yang mana oleh Allah yang telah memberikan kita kesehatan badan dan pikiran sehingga kita dapat berkumpul pada tempat yang berbahagia ini. Allah adalah Tuhan yang maha pengasih yang kasih-Nya tidak pernah pilih kasih, Allah yang maha penyayang yang kasih sayang-Nya tidak pernah terbilang kepada hamba-hamba-Nya yang beriman.
            Shalawat bertangkaikan salam marilah sama-sama kita sanjung sajikan kepada seorang pemuda padang pasir yang bertitel habibullah dan berpangkat Rasulullah, serta digelar dengan Al-Amin, siapakah beliau ? beliau tak lain dan tak bukan adalah baginda Nabi Besar Muhammad Saw. Yang mana oleh Rasulullah telah membawa kita, dari alam jahiliyah kealam Islamiyah yakni dari menyembah berhala hingga ke zaman menyembah Allah SWT.
            Shalawat beriring salam, tak lupa pula kita sanjung sajikan kepada para Al- dan sahabat-sahabat Beliau yang telah mengorbankan segalanya, mereka rela mengorbankan harta bahkan nyawa, hanya demi tertegaknya kalimatul hak, yakni Kalimat :
لااله الا الله محمد الرسول الله
            Perhormatan kami kepada
            Adapun tujuan saya berdiri sejenak di sini adalah untuk memaparkan sebuah syarahan singkat yang berjudul. “ Haram Memilih Pemimpin Orang Kafir”.
v  Ma’asyaral muslimin Rahimakumullah…
            Allah SWT dengan jelas menegaskan larangan bagi kita untuk memilih orang kafir sebagai pemimpin kita, sebagaimana Allah SWT, telah berfirman dalam Al-Qur’an Surat Al-Maidah ayat 51.
Berikut ini : 
* $pkšr'¯»tƒ tûïÏ%©!$# (#qãYtB#uä Ÿw (#räÏ­Gs? yŠqåkuŽø9$# #t»|Á¨Z9$#ur uä!$uÏ9÷rr& ¢ öNåkÝÕ÷èt/ âä!$uŠÏ9÷rr& <Ù÷èt/ 4 `tBur Nçl°;uqtGtƒ öNä3ZÏiB ¼çm¯RÎ*sù öNåk÷]ÏB 3 ¨bÎ) ©!$# Ÿw Ïôgtƒ tPöqs)ø9$# tûüÏJÎ=»©à9$# ÇÎÊÈ
Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, Maka Sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim. (QS. Al-Maidah : 51).
Makna dari pemimpin di sini adalah orang yang diberi tanggung jawab dalam urusan penting, seperti dalam kisah saidina Umar bin Khattab ra. Ibnu Katsir menukil sebuah riwayat dari Umar bin Khattab ra. Umar bin Khattab pernah memerintahkan Abu Musa Al-Asy’ari bahwa pencatatan pengeluaran dan pemasukan dalam pemerintahan harus dilakukan oleh 1 orang. Abu Musa memiliki seorang juru tulis yang beragama Nasrani, Abu Musapun mengangkatnya untuk mengerjakan tugas tersebut Umar bin Khattab pun kagum dengan hasil pekerjaannya. Umar berkata, “hasil kerja orang ini bagus”. Kemudian Umar melanjutkan “Bisakah orang ini didatangkan dari syam untuk membacakan laporan-laporan di depan kami di mesjid?”. Abu Musa menjawab : “ ia tidak bisa masuk mesjid”. Umar bertanya: kenapa? Apa karena ia Junub”. Abu Musa menjawab : “Bukan, ia tidak bisa karena ia adalah seorang Nasrani”. Umar menegurkan dengan keras, dan memukul pahaku, lalu berkata “pecat dia”. Umar lalu membatalkan Al-Qur’an surat Al-Maidah ayat 51. (dikeluarkan oleh Ibnu Abi Hatim dengan sanad dan matan darinya, Abu Ishaq Al-huwaini menyatakan bahwa sanad hadits itu hasan. Lhat tafsir Al-Azhim : 3 : 417-418).
Berdasarkan cerita tersebut jelas bahwa Ayat ini melarang kita untuk menjadikan orang kafir sebagai pemimpin atau orang yang memegang posisi-posisi strategi yang bersangkutan dengan kepentingan kaum Muslimin karena menjadikan orang kafir sebagai pemimpin bagi umat Islam, berarti telah menentang Allah SWT dan Rasulullah Saw serta Ijma’ Ulama sebab dengan memilih orang kafir sebagai pemimpin Umat Islam berarti telah member peluang kepada orang kafir untuk mengerjai Umat Islam sesuka hati dengan kekuasaan dan kewenangannya.
Begitu banyak dalil-dalil dalam Al-Qur’an yang melarang menjadikan orang kafir sebagai pemimpin : di antara lain adalah Al-Qur,an surat Ali-Imran ayat 28, yang akan dibacakan berikut ini:
žw ÉÏ­Gtƒ tbqãZÏB÷sßJø9$# tûï͍Ïÿ»s3ø9$# uä!$uŠÏ9÷rr& `ÏB Èbrߊ tûüÏZÏB÷sßJø9$# ( `tBur ö@yèøÿtƒ šÏ9ºsŒ }§øŠn=sù šÆÏB «!$# Îû >äóÓx« HwÎ) br& (#qà)­Gs? óOßg÷ZÏB Zp9s)è? 3 ãNà2âÉjyÛãƒur ª!$# ¼çm|¡øÿtR 3 n<Î)ur «!$# 玍ÅÁyJø9$# ÇËÑÈ    
Artinya : Janganlah orang-orang mukmin menjadikan orang-orang kafir sebagai pemimpin melainkan orang-orang mukmin. barang siapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah, kecuali Karena (siasat) memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa)-Nya. dan Hanya kepada Allah tempat kembali. (QS. Ali-Imran : 28).
Allah Swt juga berfirman di dalam surat An-Nisa ayat 144, yaitu :
$pkšr'¯»tƒ tûïÏ%©!$# (#qãZtB#uä Ÿw (#räÏ­Gs? tûï͍Ïÿ»s3ø9$# uä!$uŠÏ9÷rr& `ÏB Èbrߊ tûüÏZÏB÷sßJø9$# 4 tbr߃̍è?r& br& (#qè=yèøgrB ¬! öNà6øn=tæ $YZ»sÜù=ß $·YÎ6B ÇÊÍÍÈ
Artinya : Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang kafir menjadi pemimpin dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Inginkah kamu mengadakan alasan yang nyata bagi Allah (untuk menyiksamu)? (Q.S. An-Nisa : 144)
v  Ma’asyaral Muslimin sidang thalabah yang dirahmati Allah.
Tidak hanya Q.S Al-Maidah ayat 51, Q.S Ali-Imran ayat 28 dan Q.S An-Nisa ayat 144, yang melarang kita memilih pemimpin Non Islam (kafir) bahkan masih banyak ayat-ayat Allah yang melarang memilih pemimpin kafir, dan melarang kita menjadikan mereka sebagai teman Akrab. Di antaranya :
Q.S Al-Maidah ayat: 57, At-thaubah ayat: 16 dan 23, Al- Mujadalah ayat: 22, Ali-Imran ayat: 118, 149-150, An-Nisa ayat: 138-140, dan Al-Mumtahanah ayat: 13.
Bukan kah sudah jelas sekarang, bahwa memilih orang kafir sebagai pemimpin itu sangat-sangat dilarang…? Jadi kenapa kita harus memilih pemimpin yang kafir ? di saat masih banyak pemimpin-pemimpin dari golongan orang-orang mukmin.
v  Ma’asyaral Muslimin, para mustami’ dan mustami’ah yang di ridhoi Allah.
Rasulullah Saw bersabda :
سياتي على الناس, سنوات خد عات, يصدق فيهاالكا ذ ب, ويكذب فيهاالصدق, ويئوتمن فيهاالخائن, ويخون فيهاالامين
Artinya :
Akan datang kepada manusia masa-masa penuh kedustaan, pendusta di anggap jujur, dan orang jujur di anggap pendusta, pengkhianat di anggap amanat, dan orang amanat di anggap pengkhianat. (H.R Ibnu Majah 4036 dan di sahihkan dalam shahih Al-Jami’).
Hadits tersebut menjelaskan bahwa akan datang masa-masa yang cukup sulit untuk manusia memilih mana orang yang benar-benar jujur, dan mana orang pendusta, mana kawan dan mana lawan. Begitupun dalam memilih pemimpin , ada pemimpin yang benar-benar layajk menjadi pemimpin dan ada pula pemimpin yang hanya mengobral janji manis , memberikan bantuan ini dan itu agar terpilih menjadi pemimpin, tetapi begitu terpilih dia akan lupa dengan janji-janji manisnya itu, Dan kemudian mengambil keuntungan dari kepemimpinannya. Ingatlah sabda Rasulullah Saw : الكذ ب لاامتى  “soe-soe yang meusulet ken umat Nabi”.
Maka dari itu marilah kita lebih selektif dalam memilih pemimpin, pilihlah pemimpin yang benar-benar bisa memimpin, pemimpin yang Beriman, Bertaqwa, Adil, Amanah, Bertanggung jawab, dan Pegang teguh pada hukum Allah. Karena pemimpin yang demikian akan mengerti bahwa kepemimpinannya di dunia ini akan dimintai pertanggung jawaban di akhirat kelak. Sebagaimana sabda Rasulullah Saw :

حدثنا عبد الله بن مسلمة عت مالك عن عبدالله بن دينار عن عبدالله بن عمر ان رسول الله صلى الله عليه وسلم, قال ألا كلكم راع وكلكم مسئول عن رعيته فالأمير الذي على الناس راع عليهم وهومسئول عنهم. والرجل راع على اهل بيته وهو مسئول عنهم والمرأة راعية على بيت يعلها وولده وهي مسئولة عنهم والبعدراع على مال سيده وهو مسئول عنه فكلكم راع وكلكم مسئول عن رعيته.
Artinya :
Ibnu Umar R.a berkata, “ saya telah mendengar Rasulullah Saw bersabda”: setiap orang adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggung jawaban atas kepemimpinannya, seorang kepala Negara akan dimintai pentanggung jawaban perihal rakyat yang di pimpinnya, seorang suami akan ditanya perihal keluarga yang dipimpinnya, seorang istri yang memelihara rumah tangga suaminya akan ditanya perihal tanggung jawab dan tugasnya, bahkan seorang pembantu yang bertugas memelihara barang milik majikannya, juga akan ditanya dari hal yang dipimpinnya, dan kamu sekalian pemimpin akan ditanya dari hal yang dipimpinnya. (H.R. Bukhari-Muslim).
Oleh sebab itu janganlah pernah menjadikan orang-orang kafir sebagai pemimpin, jangan penah memberikan kepada orang-orang kafir kesempatan untuk bisa menguasai orang-orang Islam. Jadi, marilah kita memilih pemimpin yang beriman dan bertaqwa kepada Allah, semoga Negara kita nantinya bisa menjadi Negara yang di ridhai oleh Allah SWT dengan pemimpin-pemimpin yang di ridhai oleh Allah pula. Amin yaa Rabbal ‘Alamin…………


والسلام عليكم ورحمةالله وبركاته


F_F

PILIH JADI DOKTER ATAU JADI HAKIM, TERNYATA JADI

Ada dua keinginan: Pertama, menjadi dokter (terlalu berat) atau perawat, agar bisa membantu orang yang lemah cepat teratasi di hospital...